Hanya Kamu

Hanya Kamu
Nina sakit


Nina menangis sesenggukan di dalam mobil


Hatinya sungguh sakit menerima perlakuan Indra


Alea yang pindah duduk ke belakang bersama Nina memeluknya erat


"Maaf kan kak Indra mbak.....mbak Nina jangan nangis....Alea jadi pingin ikut nangis"


"Kak Indra keterlaluan...Alea tidak mau punya kakak ipar orang tadi...Alea maunya mba Nina"


Alea menangis tak kalah kerasnya


"Mba Nina jangan ikut membenci Alea yaa


walaupun Alea adiknya kak Indra,


Tapii kak Indra tadi keterlaluan"


Masih sesenggukan melebihi tangis Nina


Reza terpaksa meminggirkan mobilnya


Kepalanya menengok kebelakang


"Dek...nangisnya jangan keras keras dong


Masak yang sedih mba Nina,tapi kamu nangisnya lebih kenceng"


Alea yang masih memeluk Nina mencoba menghentikan tangisnya


"Tadi itu mas Indra jahat banget


Jangan sampai mas Reza perlakukan aku kayak gitu...


Mbak...mbak Nina jangan sedih yaa..."


Alea mengusap usap bahu Nina


Nina mulai bisa menguasai diri


"Dek...nggak boleh membenci orang apalagi kakak sendiri


Hargai pilihan kak Indra


Mungkin kak Indra bahagianya bersama orang tadi bukan bersama mba..."


Ganti Nina yang menghibur Alea


"Tapi Alea maunya punya kakak mba Nina"


Mulai mewek lagi


"Kamu jadian sama Reza kan sudah jadi saudaranya mba juga...."


Nina menghapus air mata Alea


"Sudah ya sedihnya.....kalau kalian berdua menangis bareng,bisa bisa aku di blender sampai halus di rumah nanti


Nin...kamu harus tegar ya ...selalu ada yang lebih baik akan datang


Dan kamu dek...benar kata mba Nina...hargai pilihan kak Indra"


Reza mencoba menghibur dua cewek di jok belakang agar menghentikan tangisnya


Sesampai di rumah,Nina langsung masuk kamar dan menguncinya


Dia benar benar ingin sendiri


Reza dan Alea juga langsung pamit,


tidak menceritakan kejadian di mall tadi


Takut semua menjadi semakin khawatir


Nina benar benar menumpahkan sedihnya


Berpesan pada mama agar siapapun jangan mengganggunya dulu


Bu mar hanya datang menghantarkan segelas coklat hangat


"Apa Rini yang memberikan foto foto itu


Tapi kan kejadiannya di kampus


Nina masih bingung


Aku juga biasa saja bertemu dengan bang Miko,kenapa fotonya jadi seperti itu


Seolah olah terlihat sangat akrab...


Nina sangat sedih,ingat bagaimana Indra memperlakukannya tadi


Matanya mulai berkaca kaca


"Kenapa mudah sekali mas Indra berpaling


Apakah karena sudah ada Rini sehingga sudah tidak mau mendengarkan penjelasanku lagi"


'Apa dosa yang sudah aku perbuat sehingga mudah sekali orang orang yang ku cintai meninggalkan aku


Bagaimana caranya aku menyembunyikan kesedihan ini


agar tidak terlihat oleh semua terutama ayah....


Aku sungguh tak ingin melihat wajah sedihnya '


Dulu Rini mengambil mama


Dan sekarang dia juga mengambil mas indra


Dua kali hati Nina dihancurkan orang yang sama


Nina terus berpikir mengenai kesedihannya


Jiwanya benar benar lelah


Dan akhirnya tidur terlelap dengan airmata masih membasahi wajahnya


Pagi hari


Beberapa hari tidak makan dan hanya minum susu coklat


Ditambah dengan kesedihan yang dipendam sendiri , membuat daya tahan tubuhnya ambruk


Nina sakit,


Badannya panas


Bu mar segera melapor ke mama Andita yang tergopoh gopoh berlari ke kamar Nina


"Ya Allah...sayangnya mama....kita ke dokter ya nak..mama gak tega melihatmu"


"Nggak mau ma....Nina gak mau disuntik"


"Nina cuma pingin dipeluk...nanti juga sembuh....peluk Nina maa.."


Hati ibu mana yang tak tersentuh bila melihat anaknya sakit seperti itu


Mama Andita segera berbaring di dekat Nina


Memeluknya dan membelai punggung Nina penuh perasaan sayang


"Katakanlah sedihmu nak...bagilah dengan mama...."


Mama hanya berkata dalam hati sambil menyembunyikan tangis


Papa dan ayah sudah berangkat kerja


Jadi ayah tidak sampai ikut bersedih melihat keadaan putri tunggalnya


Bagas menelepon Rara mengabarkan keadaan Nina


"Sayang,Nina sakit,sepertinya tidak bisa masuk kuliah hari ini"


Rara ikut bersedih mendengar kabar Nina sakit


Rara akan menjenguknya nanti


Tapi ada sesuatu yang mendesak yang ingin dikatakan pada Bagas


"Mas ,aku nanti mau ke rumah jenguk Nina ,tapi sebelumnya bisa gak kita bertemu di luar?"


"Baik,nanti mas jemput kamu di kampus"