Hanya Kamu

Hanya Kamu
I love you 3000


sepulangnya dari rumah orang tuanya shandrianna benar saja jalanan macet hingga mereka baru sampai pukul 7 malam, Arunika tertidur nyenyak diranjang bayinya yang ada dikamar mereka.


sedangkan shandrianna masih membersihkan diri dikamar Mandi, saat keluar masih belum ada bagaskara pasti ada di ruang kerjanya pikirnya.


dia berinisiatif untuk membawakannya kopi karena bagas suka sekali kopi. dibuatkannya lah kopi didapur dan langsung dibawa keruangan kerja bagas.


namun disana bukannya melihat bagas kerja malah duduk di samping jendela.


" mas " panggilnya hingga bagas menoleh.



" kenapa duduk disana senyum-senyum juga nanti kemasukan ini sudah malem "


" Banyak angin sayang enak sekali sejuk, apa itu ?"


" kopi "


" kemarikan " dibawanyalah kopi itu dan langsung diambil bagaskara.


" panas mas "


ditiupnya sebentar kopi itu lalu diminumnya sampai menyisakan setengah " mas mandilah apa mau aku siapkan air hangat ? "


" tidak usah merepotkan saja, sini duduk sini kita pacaran lagi ya "


" ih mas bagas suka ngajak pacaran di jendela begini ya ? mau hemat banget " tuduhnya.


" lebih romantis begini, bisa saling pandang saling memegang kalau mau ciuman juga bisa " mendengar itu shandrianna merajuk bagas seperti menceritakan masa lalunya bersama mantannya.


" kenapa mukanya begitu ?" tanya bagas.


" mas bagas pernah melakukannya sama mantan dulu ?"


" ya tidak pernah lah dulu waktu sma juga pegangan tangan tidak berani hanya pacaran saja tapi tidak melakukan apapun. "


" Awas saja kalau bohong tidak ada jatah selama 1 bulan penuh " ancam shandrianna dengan muka tajamnya.


" jangan sayang bisa gila mas begitu ( diambilnya tangan shandrianna dan dielusnya ) dulu ... saat masih pacaran berapa banyak mantan ? dan apa saja yang kalian lakukan ?" bagas benar-benar ingin tahu dan sedang tidak ada pekerjaan lagi mangkanya dia ingin mengobrol banyak.


shandrianna tersenyum mengingatnya jika dijawab nanti bertengkar tidak dijawab disangka menyembunyikam sesuatu.


" kenapa senyum begitu ? pernah apa saja ?"


" mantan hmm ada 5 atau lebih ya kalo tidak salah " bagaskara membulatkan matanya memang benar dulu perkataan tomi kalau shandrianna punya banyak mantan pacar.


" Sebenarnya sih tergantung siapa dulu pacarnya waktu smp dulu ya namanya cinta monyet belajar bareng, bermain kalau yang sma pasti sudah paham gandengan tangan terus apalagi ya .. nonton bioskop , olahraga bareng kalau sudah kuliah ya variasi "


" katakan sayang jangan buat penasaran "


" Tidak nanti marah lagi "


" mas akan marah kalau tidak dijawab "


" janji ya jangan marah " menyodorkan jari kelingkingnya


" hmm "


" Hanya sebatas cium kening atau pipi lalu berpelukan itu saja "


bagaskara cemburu mendengarnya dia mengira pasti daniel yang dimaksud karena dari sekian banyaknya mantan shandrianna hanya daniel yang paling lama.


" Daniel ?" ujar bagaskara.


" ya dia daniel, mana berani dia melakukan yang lebih dia orang yang baik "


ditambah lagi memuji laki-laki lain pikir bagaskara " Aku sudah katakan nanti marah ya sudah tidak dengar perkataannku " kata shandrianna.


" Tau tidak . hidup mas penuh dengan penyesalan , kenapa ? karena bersamamu lebih lambat. seharusnya mas dengan cepat mengambilmu bahkan setelah mendapatkannya pun masih harus berpisah bertahun-tahun " suara bagas memang penuh penyesalan, melihat shandrianna langsung memeluknya.


" maaf ... karena aku yang tidak sabar menunggu penjelasan darimu, aku sangat kekanak-kanakan dulu. aku juga sangat menyesal meninggalkanmu dulu aku menjauhkan aileen dari daddy nya , apa mas tau ? saat aku meninggalkan mas dulu aku sudah mencintai mas , hingga ... setiap malam aku selalu mengingat dan merindukanmu walau mas selalu marah tapi terkadang juga membuatku bahagia "


" Jangan pernah pergi lagi ya , mas tidak akan bisa hidup tanpamu dan anak-anak kali ini. jikalau pun salah satu diantara kita ada yang mati itu harus mas , karena mas tidak akan sanggup ditinggalkan olehmu "


" aku janji tidak akan pernah pergi lagi "


ucap shandrianna dengan penuh keyakinan dan cinta dimatanya, bagaskara tersenyum kembali mereka berpelukan.


" Mas sangat suka dengan lagu ini sayang mau dengar tidak ?"


" boleh "


" Aku bersyukur kau disini kasih , dikalbuku mengiringi dan padamu ingin kusampaikan , kau cahaya hati , dulukupalingkan diri dari cinta hingga kau hadir ubah segalanya . inilah janjiku kepadamu sepanjang hidup bersamamu kesetiaanku tulus untukmu hingga akhir waktu .. kaulah cintaku .. cintaku sepanjang hidup seiring waktu aku bersykur atas hadirmu ... kini dan selamanya aku milikmu , yakini hatiku. .... "


jiwa shandrianna seakan terbang diberikan lagu paling romantis itu , rasanya berjuta-juta kali lipat pun mengatakan cinta tidak akan bisa menandangi dengan besarnya rasa cinta itu .


" I love you 3000 bahkan 3000 itu tidak akan bisa mewakili seberapa besar cinta ku untukmu , mas dan aku akan tetap menjadi kita untuk selamanya "


ucap nya manja lalu dia sedikit menjinjit dan mencium bibir bagaskara " mau lagi ?" tanya shandrianna .


" sayang kau yang menawarkan mana mungkin aku tolak, tapi jangan minta berhenti "


shandrianna hanya menatap tanpa bicara lalu tangannya membuka jas bagaskara " Tutup dulu jendela nya sayang "


" disini ? dikamar saja " kata shandrianna .


" ada Arunika sedang tidur nanti suara kita mengganggunya "


" Aku jadi takut seberapa besar suaranya nanti " goda shandrianna.


" sebesar ... cintakita "


***


suasana pagi hari diminggu kali ini sangatlah tak bersahabat, awan terlihat mendung dan banyak daun runtuh karena derasnya angin.


keluarga kecil itu masih belum bangun ditengah-tengah ada Arunika yang masih tidur pulas dikelilingi kedua orang tuanya.


suasananya sangat cocok untuk tetap berleha-leha dikasur namun tak lama Arunika menangis karena popoknya yang basah, bagaskara merasa ada yang menangis langsung terbangun .


" hust ... sayang kenapa ? mommy sedang tidur jangan nangis ya , daddy gantiin popoknya ya " dia sudah paham diberitahu oleh shandrianna apa saja yang menyebabkan Arunika menangis.


oek...oek...oek...oek


shandrianna mengerjapkan matanya , sedangkan bagaskara mengganti popok anaknya.


" Tidurlah lagi biar mas yang urus "


akhirnya kembali dia memejamkan matanya, membiarkan bagaskara yang mengasuhnya.setelah mengganti popok digendongnya dan diambilnya ASI yang sudah disiapkan.


setelah setengah jam digendong akhirnya kembali tidur, shandrianna terbangun dan menatap bagaskara yang sedang menaruh anaknya disampingnya.


" kenapa bangun sayang ? baru jam 9 "


" Lelah tidur terus "


" Lelah karena tidur atau yang lain ?"


" itu juga "


" delivery saja ya tidak usah masak nanti lelah. "


shandrianna mengangukkan kepalanya, dia memang sudah lelah sekali menghadapi permainan panas bagaskara semalam.


" Dia tidur mas ?"


" iya sayang "


" Mas mandilah jemput aileen, nanti dia menunggu "


" Sore sayang, mandi yuk sekarang berdua mumpung lagi tidur Arunika " ajak bagaskara , tanpa menjawabnya Dia langsung saja menarik tubuh shandrianna dan digendongnya.


" Enteng sekali sayang, harus makan yang banyak biar gemuk kan enak nanti dipeluk. "


" mas "


" hnm "


" Aku masih cantik kan ? tubuhku tidak ada yang berubah kan ? atau ada sesuatu yang lain ?" Tanyanya shandrianna takut bagaskara merasa kurang ketika melihatnya.


" Pertanyaan macam apa itu ? bagi mas istri mas tetap wanita paling cantik didunia, mengurus anak dan suami dengan baik apalagi soal di ranjang goyangannya mantap sekali. "


" mas bagash ! jangan berkata seperti itu , turunkan aku katanya mau mandi nanti Anak kita bangun. " Rengeknya.


" Mau mandi ? memangnya siapa yang hanya mau mandi saja ? "


" ih mas bagas aku lelah , beri aku jeda ya ... kita mandi saja"


" Sekali saja "


shandrianna menggelengkan kepalanya " tidak mau "


" huft baiklah " jawab bagaskara dengan malas, baginya tidak akan pernah cukup jika perlu melakukannya setiap hari.


***


" kakak ! kakak mainan gisel patah kak ayo beli yang baru ! " ajak gisel saat Lion sedang membuatkan makanan untuknya.


" yang mana ?"


" ini "


tunjuk gisel yang langsung diambil oleh nya dan benar saja kaki boneka barbie itu sudah patah " Nanti kita beli tapi makan dulu. gisel apa kau tidak mau melihat adiknya temanmu aileen ?"


" Mau kak tapi nanti gisel ingin adik juga, nanti sajalah kakak tidak bisa memberikan adik untuk gisel. "


" Gisel mau adik ?"


gisel menganggukkan kepalanya " Kakak tidak bisa karena kakak belum menikah "


" kalau begitu menikah "


" Gisel mau yang seperti apa istri kakak nanti ?"


" yang baik, cantik, kalau bicara sangat lembut dan suka tersenyum "


" seperti mommynya aileen ?" tanya Lion.


" iya Tante shandrianna "


Lion menyunggingkan senyumannya " Sekarang ganti bajumu nanti turun dan kita beli mainan baru "


" hore !!! terima kasih kakak "


" hmm sama-sama."


Lion menatap dalam kedalam sebuah foto yang terpanjang didinding, menunjukkan seorang wanita yang sedang tersenyum lebar disana.


" Shandrianna "