
dikantornya seperti biasa bagas akan memimpin rapat jika dia sudah ada diruangan rapat, wajahnya terlihat serius ketika bicara kepada para karyawannnya itu.
mengarahkan beberapa hal yang harus dilakukan agar perusahaan tetap mendapatkan perhatian dari para masyarakat.
namun hal yang berbeda kali ini, didalam ruangan itu ada aileen yang duduk menunggunya disebelah pak nam. dia harus mengajak aileen karena tidak ingin merepotkan shandrianna yang mengurus keduanya nanti akan kelelahan.
" daddy keren sekali, aku ingin jadi seperti daddy nanti " pikirnya.
sesekali bagaskara tersenyum menatap putranya, yang dia pikir aileen pasti sedang membayangkan masa depan pikrinya.
" kita cukupkan rapat hari ini " ujarnya.
" terima kasih pak "
disaat semua pekerjanya pergi, bagaskara dan aileen tetap berdua disana , dan aileen mendekatinya.
" daddy keren " pujinya
" benarkah ? mau seperti daddy ?"
" mau "
" Tenang saja semuanya untuk aileen nanti, tapi aileen juga harus belajar ya "
" Siap daddy "
" Pulang yuk kita lihat adik sama mommy " ajak bagaskara.
" aileen rindu sama mommy, malam ini boleh ya aileen tidur bareng mommy. "
" iya boleh sayang "
akhirnya mereka pulang kerumah bersama, namun bagaskara harus ke pusat perbelanjaan sebentar untuk membeli beberapa perlengkapan bayi yang habis.
***
dirumah nya shandrianna sedang menggendong bayinya yang tengah tertidur itu, seraya menunggu aileen dan bagakara pulang.
ting
suara bel terdengar dari luar namun dia tidak mendengar suara mobil bagaskara, jadi dia tidurkan Bayinya di box bayi dan turun menuju ke lantai bawah.
" tunggu sebentar "
ceklek
" Siapa ya ?"
dia terdiam ketika yang datang adalah Lion , Lion tampak berdiri dengan senyuman kecil agak kaku dibibirnya dia hanya datang sendirian.
" Pak Lion " sapa Shandrianna.
" hay " balas Lion.
" Hay " jawab shandrianna.
Lion melihat tubuh shandrianna yang sudah tidak besar lagi itu, lalu dia memberikan paper bag yang dibawa olehnya.
" Untuk Adiknya aileen "
" terima kasih pak Lion, ini merepotkanmu bukan ?" shandrianna menerimanya sebagai bentuk terima kasih dan menghargai nya.
" Boleh saya melihat Bayinya ?" tanya Lion.
shandrianna mengangukkan kepalanya tidak mungkin baginya untuk melarangnya yang sudah jauh-jauh kerumahnya hanya untuk memberi hadiah dan melihat anaknya.
" adiknya aileen ada disini " ujar Shandrianna yang dibalas anggukan oleh Lion.
dilihatnya bayi mungil kecil yang tertidur pulas itu " Pak Lion mau minum apa ?" tanyanya .
" Tidak perlu, saya hanya sebentar disini. Kau pasti Harus banyak istirahat karena baru saja melahirkan. "
" tidak apa katakan saja saya merasa tidak enak nanti "
" kalau begitu air putih saja "
" baiklah akan saya ambilkan. "
tak lama shandrianna datang membawakan air putih " silahkan diminum dulu " dan langsung diterima oleh Lion.
" aileen dimana ? dari tadi tidak melihatnya ?" tanya Lion.
" Sebentar lagi pulang, mas bagas sedang menjemputnya. "
tidak ada percakapan apapun lagi diantara keduanya hanya keheningan saja , tapi Lion tampak memperhatikan shandrianna dengan intens yang sedang merapikan selimut bayinya.
" Shandrianna " Tiba-tiba saja lion menyentuh pundaknya membuat dirinya terkejut.
" mommy ! " dia tambah terkejut lagi ketika suara bariton aileen yang bergema diruangan itu.
" sayang ?" dia menoleh lantas lion menjatuhkan tangannya, Bagaskara melihatnya dengan tatapan tajam dan hanya diam saja.
" Kak Lion kenapa ada disini ? dimana gisel ?" tanya aileen.
" eh itu ... Kakak datang sendirian untuk menjenguk adik kecilmu. " Jawab lion sambil mengelus kepala aileen.
" Mas Bagas " sapa shandrianna
" hmm , aku kekamar dulu " jawabnya cuek begitu saja.
Shandrianna melirik ke Lion , lion juga sepertinya tahu kalau bagaskara merasa tidak suka atas kehadiran dirinya.
" Kalau begitu saya permisi dulu , lain kali boleh saya melihat adiknya aileen bersama gisel ? dia sangat antuasias ketika mendengar temannya punya adik. " ujar Lion.
" Ten...tu saja , ya ... bolek pak lion " jawab shandrianna.
" kalau begitu saya permisi "
" iya "
Lion pun langsung keluar dari kamar bayi itu, shandrianna kembali melihat anaknya yang masih tertidus pulas. karena itu dia punya kesempatan untuk bertemu bagaskara.
Dia menuju kekamarnya dengan langkah pelan namun saat itu dia bertemu dengan aileen yang baru keluar dari kamarnya sendiri.
" mommy ! mommy aileen lapar mau makan "
" Iya sayang tunggu di bawah ya, mommy mau ketemu sama daddy dulu nanti mommy buatkan. " jawabnya dengan lembut.
tapi aileen tidak mau dia malah menarik tangan shandrianna, dan tidak mungkin shandrianna membiarkan anaknya kelaparan begitu saja.
jadi dia memutuskan untuk melayani aileen terlebih dahulu
" Mommy kata daddy aileen boleh tidur sama daddy. aileen juga punya PR bantuin ya mom "
" Tentu saja memangnya mommy sering menolak " katanya sambil memotong Wortel.
" mommy "
" iya sayang "
" Aileen tidak suka disini ?"
" suka mommy, Apa mommy tidak ingin bertemu papa sudah lama sekali aileen tidak melihat papa , mom apakah papa baik-baik saja ?" tanya aileen
mendengar aileen bertanya kabar andrew membuat dirinya juga teringat akan andrew. seperti apa kabar pria yang sudah berbaik hati membantunya itu.
seketika juga dia merasakan hal yang tidak enak ketika mengingatnya, dia juga ingin tau kabar temannya.
brak
aileen dan shandrianna menoleh kearah sumber suara, bagaskara terlihat duduk di ruang tamu dengan berkas yang dia taruh dimeja agak dibanting.
" daddy ada apa ?" tanya aileen.
" Tidak ada nak " jawabnya.
Shandrianna tau bagaskara sedang badmood jadi dia diamkan saja dulu daripada dia bicara nanti membuatnya kesal.
" Daddy aileen boleh kan nanti ke Turkey ? aileen mau bertemu papa "
" aileen ! " tegas Bagaskara
baru pertama kali bagaskara membesarkan panggilannya sehingga membuat Aileen tersentak kaget, dia bangun dari tempat duduknya dan menghampiri shandrianna.
" mas bagaskara " ujar shandrianna dengan tajam tidak suka jika aileen dibentak
" Aileen dengar kan daddy ! daddy adalah papamu hanya daddy dan mommy orang tua aileen bukan papa andrew , jadi jangan katakan didepan daddy lagi tentang papa andrew atau daddy akan marah " tegas nya , membuat Aileen semakin takut melihat wajah bagaskara.
" Katakan iya jangan hanya diam " sambung bagaskara.
tapi masih tidak ada suara dari aileen dia bersembunyi dibalik tubuh shandrianna.
" aileen ! "
" i-iya daddy maaf "
" sayang ayo masuk kekamar mu dulu nanti mommy bawakan makananmu ya , nanti mommy suapi oke ?"
aileen menggelengkan kepalanya " Aileen mau sama mommy " ucapnya kecil.
Shandrianna merasa kesal melihat aileen yang dibuat ketakutan oleh bagaskara itu, dia menatap tajam bagaskara ingin rasanya mengocehinya sekarang.
" Jangan takut sayang sebentar saja , aileen ... dengarkan mommy ya " katanya berjongkok dihadapan aileen.
aileen pun mengangukkan kepalanya, dia kemudian berlari menuju kekamarnya tanpa melihat bagaskara yang sedari tadi menatapnya.
setelah aileen masuk kedalam barulah shandrianna menghampiri bagaskara " kamu kenapa sih mas ? membentak anakku begitu, apa kamu sayang dengannya ?" tanyanya yang sudah tersulut emosi itu.
" aku tidak suka dia menyebut nama andrew dirumah ini, dan dirumah ini tidak akan ada nama wanita dan pria lain selain kita berdua. " jawab bagaskara
" Kau marah hanya karena Aileen menyebut nama Andrew ? wajar saja dia begitu, dia tau siapa andrew jika kau tidak suka dengannya jangan memarahi aileen begitu kau membuatnya takut "
" Dia anakku ! aku bisa marah dan menegurnya " jawab bagaskara yang tak mau kalah.
" Tapi dia masih kecil, aku tidak suka kau memarahinya. aku yang melahirkannya saja tidak pernah berteriak kepadanya " telak shandrianna
" Kita berbeda " jawab bagaskara.
" oh ya ? kita berbeda ? " tanya shandrianna.
" Tentu saja , kita berbeda. aku tidak suka jika ada perempuan lain yang menyentuh bahuku "
" oh aku mengerti kau marah padaku karena pak Lion tadi ? tapi kau malah melampiaskannya kepada aileen ? aku tidak menyangka kau melakukan ini mas " ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
" Ya aku marah ! aku marah padamu dan juga kesal padamu kenapa kau hanya diam saat dia menyentuh pundakmu ? "
oek
oek
oek
oek
mendengar suara tangisan bayinya , shandrianna merasa tidak mau melanjutkan perdebatan itu, ditinggalkannya bagaskara dengan muka tajamnya.
oek
oek
oek
" hustt sayang , astaga popoknya basah ya jadi tidak bisa tidur kasihannya ... momny ganti dulu ya " dia mengangkat anaknya dan kemudian menidurkannya di ranjang kecil lalu menggantikan popoknya.
oek
oek
oek
" hust sayang ... kenapa nangis hmm ? haus ? iya ? mau minum susu iya ? sebentar ya ganti popok dulu "
sementara itu dikamar aileen dia duduk diatas ranjang sambil menangis kecil karena dibentak bagaskara, hidungnya memerah karena tubuhnya yang putih jadi kelihatan.
" mommy " gumamnya yang ingin shandrianna datang.
ceklek
" sayang mommy bawakan makanan " shandrianna datang membawakan makanan yang dibuatnya dengan air di digelas.
" Sayang kau menangis ? " tanya shandrianna lalu menaruh nampan makanan diatas meja dan memeluk Aileen diatas ranjang.
" Aileen ... aileen takut mommy " isaknya kecil.
" baiklah aileen boleh menangis sekarang ... menangis saja mommy tidak akan marah "
" hiks hiks aileen nakal ya mommy , aileen buat daddy marah. " isaknya dipelukannya.
" Aileen hikks aileen tidak boleh menangis karena laki-laki tapi aileen hiks hiks aileen takut sama daddy " isaknya lagi.
" kata siapa laki-laki tidak boleh menangis ? Setiap orang pasti pernah sedih jadi semuanya boleh menangis, menangis tidak membuat kita lemah sayang ... karena harga diri lelaki tetap ada di tanggung jawab dan perilakunya bukan karena dia menangis atau tidaknya. "
" Tapi daddy.... "
" Jangan dengarkan daddy lupakan perkataannya, daddy sedang letih sayang jadi pahami saja ya ... semalam daddy tidak tidur menyiapkan rapat nya , karena ingin kita hidup dengan tercukupi daddy begini bekerja keras hingga melupakan waktu istirahat. "
" Papa andrew tidak pernah marah "
" Mau telpon papa ?"
aileen mengangukkan kepalanya " aileen rindu papa "
" kita telpon ya "
dibalik pintu itu sebenarnya Bagaskara mendengarkan keduanya berbicara tadinya dia ingin meminta maaf pada aileen sudah membentaknya tapi ketika mendengar Shandrianna akan menelpon andrew diurungkannya niatan itu.