Hanya Kamu

Hanya Kamu
Bagaskara Kecewa


mobil mahen melaju dengan kecepatan sedang, dan sekali saja tara melihat kebelakang. hatinya masih menaruh rasa kepada daniel tapi dia harus menerima kenyataan jika daniel pun sudah menikah dengan wanita lain dan akan segera punya anak.


Mengapa selalu saja membekas. aku ingin melupakannya sekali saja agar aku bisa keluar dari masa laluku yang membuatku menyakiti adikku sendiri.


sementara itu daniel masih berdiri didepan mobilnya


dia memang berubah, tidak seperti dulu lagi. syukurlah setidaknya shandrianna dan tara sudah berbaikan dan saling menyayangi.


" Dia siapa ?" tanya mahen begitu saja.


" Kenalan saya pak "


" jangan terlalu formal kalau sedang berdua. panggil mahen saja. "


" iya mahen."


mahen menatap intens tara yang seperti memikirkan banyak hal, dia tidak tau kenapa tertarik dengan tara dan seperti ingin mengenal tara.


dan sebenarnya dia tidak yakin dengan jawaban tara tadi. saat dia menatap pria tadi pikirnya mata tara seperti berkaca-kaca.


shiittt


" terima kasih mahen, saya akan membalas kebaikanmu ini nanti. "


" Aku ingin kau membalasnya dengan makan malam nanti malam bagaimana ?" tanya mahen.


" baiklah aku akan datang " jawab tara mengangukkan kepalanya.


begitupun dengan mahen, dan tara langsung keluar dari mobil kaki jenjang yang tinggi bak model itupun masuk kedalam perusahaan.


" jalan "


****


karena bosan dirumah dan kesepian dia berniat menelpon kakaknya, dia ingin bertanya apakah kakaknya sibuk atau tidak.


tutt...tutttt


📱" halo ?"


" kakak "


📱 " anna , tumben menelpon kakak. apa ada sesuatu ?"


" apa kakak sibuk ?"


📱 " tidak terlalu tadi sudah menyelesaikan pekerjaan yang gentingnya. kenapa ? kau kesepian dirumah ?"


" hmm aku sendirian, mau pulang kerumah tapi ayah dan ibu sedang ke malaysia. "


📱 " Makan siang diluar yuk ? sekalian kita belanja bagaimana ?"


" wah boleh, jam berapa ?"


📱 " sekarang "


" yasudah aku siap-siap dulu ya. "


📱 " iya anna "


dengan senangnya shandrianna mencari pakaian yang cocok untuk dia gunakan, dan tak butuh waktu lama ia sudah siap untuk makan siang bersama kakaknya.


karena bagaskara punya dua mobil dirumah ini maka ia bisa menggunakan mobil satunya dan langsung melesat ke perusahaan kakaknya.


shiittt


tara langsung masuk kedalam mobil shandrianna dan memasang selt belt nya " kemana kak ? "


" Wendys ? "


" oke "


****


diperusahaannya bagaskara kedatangan tamu, dia menyambut pria itu dengan senang hati dan berjabat tangan.


mahen ? ya pria itu mahen saputra tidak tau apa hubungannya dengan bagas tapi sepertinya keduanya sangat dekat.


" kak perusahaan mu semakin berkembang. ".


" kau juga sama "


mahen tersenyum dan matanya tertarik kepada sebuah bingkai foto yang ada di meja bagaskara.


" foto itu istrimu kak ?"


" ya dia istriku dan disebelah itu anak pertamaku dan sekarang istriku sedang mengandung anak kedua. "


" aku dengar kau bekerja sama bersama perusahaan tara ?"


" kakak mengenalnya ?" mahen mengernyitkan dahinya.


bagaskara mengangukkan kepalanya " Tara kakaknya istriku "


" wah , sepertinya dunia sangat sempit. " gumamnya.


" kau bicara sesuatu ?"


" tidak kak. istri mu sangat cantik dan putramu sangat tampan kak. "


" Tentu saja mereka hartaku yang paling berharga. kau sendiri apa belum ada wanita yang kau suka ?"


" aku masih nyaman seperti ini, ingat tidak kata ibu mu kak. jangan risau dengan umur lakukan hal yang kita suka, karena setelah menikah kita punya tanggung jawab yang besar dan mewajibkan kita untuk memenuhinya. seperti kak bagaskara akhirnya dapat juga kan. "


bagaskara tersenyum mengingat ibunya, sebenarnya mahen dan bagaskara masih bekeluarga mereka sepupu dari ibu bagaskara.


mahen adalah anak dari adik ibunya bagaskara, oleh sebab dia memanggil bagaskara dengan sebutan kakak.


" mainlah kerumah kau baru kembali dari tesla, istriku pasti senang jika tau kalau aku masih punya keluarga. "


" iya nanti aku main. "


" ngomong-ngomong kak apakah kakaknya istrimu sudah menikah ?"


" dia pernah menikah tapi bercerai. "


" oh begitu, kak aku pergi dulu ya. masih ada pekerjaan di kantor. "


" Baiklah hati-hati. "


" sampaikan salamku pada istrimu dan anakmu. "


" iya. "


setelah mahen pergi tiba-tiba saja dia teringat shandrianna, hari ini mereka belum memberi kabar dari pagi. dia berniat untuk menelponnya.


tut..tut...tut


sampai beberapa kali bagaskara menelpon tapi tidak diangkat shandrianna, membuatnya sangat khawatir.


tok


tok


tok


" iya "


****


" shand baju ini terlihat bagus di aileen, ayo beli ini. "


tara sedang memilih-milih pakaian anak-anak seusia aileen. mungkin dia ingin membelikan aileen, sedangkan shandrianna dia tidak ingin beli apapun hanya mencari obat bosan saja pikirnya.


" kakak mau membelinya ?"


" iya , kau juga apapun yang kau suka pilihlah kakak yang akan bayar. "


" pertama kalinya kakak mentraktirku harus aku manfaatkan dengan baik. "


" hmm habiskannya uang kakak hari ini. "


***


pukul 5 sore bagaskara sudah pulang kerumah, tapi yang membuat nya heran kemana mobil hitam bmw miliknya itu. pintu juga terlihat dikunci.


dia perhatikan area sekitar rumah dan halaman yang sepi. hingga ia memutuskan untuk masuk kedalam rumah, karena dia membawa kunci duplikatnya.


ceklek


" sayang ! " teriaknya.


" .... "


" sayang ?" katanya lagi sembari menaiki anak tangga menuju kekamarnya.


ceklek


kosong ! shandrianna tidak ada dirumah, dia terlihat sudah khawatir dan marah. hingga ia memutuskan untuk kembali menelpon shandrianna.


tut...tutt...tutt


ponselnya tersambung tapi tidak diangkat padahal dia lebih dari 20 kali menelpon shandrianna dari tadi siang.


cukup lama ia menunggu shandrianna tuk pulang hari sudah semakin sore dan menujukkan hampir pukul 6, hatinya gelisah dan tak tau apa yang harus dia lakukan.


ceklek


bunyi knop pintu yang terbuka itu membuat nya langsung menoleh dan menatap seseorang yang membukanya.


" mas bagas sudah pulang ?"



saat ditanya wajah bagaskara terlihat datar saja, tidak berniat untuk menjawabnya. tapi dia memperhatikan pakaian dan juga wajah shandrianna.


" tumben pulang agak cepat ?"


" Darimana saja ? suamimu menelpon hingga puluhan kali tapi tidak di angkat. " katanya lagi dengan wajah datar.


" Oh itu. benarkah ? aku tidak mendengarnya sepertinya hp ku di silent. "


" Sudah aku bilang kalau jangan pergi tanpa izinku ! kau sedang mengandung sayang, bagaimana jika terjadi sesuatu diluar dan aku tidak tau keberadaanmu ? kenapa kau tidak menurut pada suamimu ha ?"


" aku lupa memberitahumu kar.."


" kemana kau pergi ?" potong bagaskara begitu saja.


" makan siang bersama kakak dan menemani kakak berbelanja. "


" Apa tara tidak mengingatkanmu untuk memberi kabar padaku ? "


" i-iya aku minta maaf aku salah. tapi ini bukan kesalahan kakak, aku yang menelpon dan mengatakan kalau aku kesepian dan bosan dirumah jadi dia mengajakku makan siang. " ucapnya dan jelasnya lagi agar bagaskara mengerti, sudah lama ia tidak melihat wajah tegas dan serius seperti itu.


" Apakah selama itu ? tara juga pasti punya pekerjaan kan dan tidak mungkin keluar selama itu hampir 5 jam hanya untuk bersenang-senang. "


" kami pulang jam 3 lalu aku pergi mencari angin segar sendirian. lagipula aku sudah pulang dan baik-baik saja, anak kita juga baik. " katanya dengan senyuman yang mengembang agar bagaskara tidak marah.


" sayang kau berbohong padaku. sekarang masuklah dan bersihkan dirimu. "


" maaf "


" Masuk kekamar "


" iya "


***


didalam kamarnya shandrianna terlihat takut melihat wajah bagaskara yang seperti itu, dia juga salah kenapa lupa memberitu bagaskara dan malah asik keluyuran hanya karena bosan.


dia langsung mandi untuk menyegarkan dirinya. dan saat dimeja makan bagaskara hanya diam saja tak mengatakan apapun dari tadi.


" Mas bagas "


bagas menatapnya sebentar lalu kembali makan.,


" Maaf jangan seperti itu , kau membuatku takut. "


" Kau takut padaku tapi kau berani melanggar perintahku. "


" aku tidak bermaksud begitu, aku lupa "


bagas kembali tak bergeming hanya ada suara dentingan sendok yang beradu dengan piring.


sreekkk


shandrianna menjauhkan piringnya yang masih banyak tersisa nasi itu " habiskan "


shandrianna pergi menuju kekamar mandi dan langsung muntah-muntah.


" hoek "


" sayang ! sayang kau baik-baik saja ? "


" hoek "


" hoek "


" Sayang " bagaskara mengelus pungggung shandrianna.


" makan saja disana nanti kau tidak selera melihatku muntah. "


" hoek "


" Jangan begitu kau begini juga karena diriku, obatnya dimana ? aku ambilkan. "


" di kamar laci nomor 1 "


" hoek "