Hanya Kamu

Hanya Kamu
Memeriksa Kandungan


Sesampainya dirumah karena aileen sudah tidur dan mereka juga sudah makan malam, kini shandrianna punya waktu sendiri.


dikamar mandi itu dia sedang memegang testpack nya. jantungnya berdebar kencang dan keringat dingin membasahi dahinya.


" ini sudah waktunya " pikirnya


sehingga tangannya perlahan- lahan membuka hasil itu. dia menatap datar benda mungil agak panjang itu.


dua garis merah yang ada di tespack itu, semua yang dia beli hari ini sudah dia tes dan semuanya membuktikan kalau dia positif hamil.


dia meneguk salivanya, dan merasa gugup.


ceklek


bagaskara terheran melihatnya lama dikamar mandi sudah hampir 1 jam tapi tidak ada suara gemercik air.


" sayang ?"


" ha ?" shandrianna tersadar sehingga ia menyembunyikan hasil tespack tersebut.


" apa yang sedang kau sembunyikan ?" tanya bagaskara yang bisa tau dari gerak-gerik shandrianna.


" a..a.. tidak ! tidak ada apapun " ucapnya kaku seraya tersenyum terpaksa.


" Jangan berbohong padaku, kau tau aku seperti apa kan " hardik bagaskara.


bagaskara semakin mendekatinya hingga shandrianna memundurkan tubuhnya hingga mentok ke dinding.tangannya dia arahkan kebelakang shandrianna tanpa anna sadari, lalu dia menarik kuat tangan shanddrianna hingga ia meringis.


" shhh sakit " desisnya.


bagas tidak mrnghiraukan shandrianna yang mendesis kesakitan itu dan mengambil benda yang dipegang shandrianna.


untuk sementara bagas terus menatap muka shandrianna yang terlihat takut dan juga sulit diartikan, shandrianna bahkan tidak mampu melihat wajahnya tangannya hanya meremas ujung gaun yang dia pakai.


bagaskara pun melihat benda itu dan membaca keterangan yang ada disamping nya.


" Positif " gumam bagaskara.


lantas bagaskara tersenyum melihat itu setelah dia tau kebenarannya, dia langsung memandang wajah shandrianna.


" sayang kau hamil " ujar bagaskara.


" Sayang lihatlah garis dua, anak kita ... " dia mengelus perut shandrianna lalu berjongkok dan mencium perut shandrianna.


" anakku ini daddy " ucapnya.


air mata shandrianna jatuh tepat di tangan bagaskara, hingga membuat bagaskara menatapnya aneh.


" kenapa kau menangis sayang ? bukankah seharusnya kita bahagia ? anak kita anak nomor dua kita sudah ada di rahimmu. " ucapnya seraya mengelus perut anna lagi.


bagaimana bisa aku hamil padahal aku selalu meminum obatnya, aku sama sekali tidak melupakannya untuk minum tepat waktu. batinnya.


" Aku ... aku ingin istirahat " ucap lemah shandrianna dia keluar dari kamar mandi menuju ke kamar, dari belakang bagaskara mengikutinya.


" besok kita kerumah sakit untuk memeriksanya, aku tidak akan bekerja besok. " ucap bagaskara.


shandrianna tidak menjawabnya dia sudah tidur di ranjang membelakangi bagaskara, membuat bagas tidak mengerti akan maksud nya tiba-tiba saja dia berubah pendiam lagi.


" Kamu dengar tidak sayang ?" tegas bagaskara.


" iya " jawabnya kecil.


" Kamu kenapa sih, apa ada masalah ? katakan padaku aku akan mendengarkannya. "


" Tidak "


bagas hanya bisa menghela nafas panjang karena sifat shandrianna yang sering kali berubah-ubah itu. mungkin ini yang dinamakan bawaan bayi, hatinya selalu moodyan kadang dia senang kadang ingin diam dan juga kadang marah.


keesokan harinya


bagas lebih dahulu terbangun daripada shandrianna, menatap bulu mata lentik, hidung mancung dan juga bibir pink itu dan perut yang sedang mengandung seorang anak lagi. dia terlihat sangat bahagia akhirnya usahanya tidak sia-sia walau tanpa sepengetahuan anna dia mengganti obat itu dia tidak merasa bersalah sedikitpun.


ceklek


" mommy ! daddy good morning ! "


dari pintu kamar itu muncullah aileen yang masuk dengan suara yang keras " hust sayang pelankan suara nya ya " bisik bagaskara.


" mommy tidur ?" tanya aileen dengan pelan, yang dijawab angguka oleh bagaskara.


lantas aileen naik keatas ranjang dan menatap anna " mommy kenapa daddy ?" tanyanya.


" hari ini aileen sekolah dianter paman tomi dulu ya, daddy ingin memeriksa perut mommy. tau tidak apa yang ada diperut mommy ?"


aileen tampak penasaran lalu memperhatikan perut yang masih rata itu " apa daddy ?"


" disini ada adiknya aileen "


ailleen langsung tersenyum lebar " sungguh dad ? aileen akan punya adik ?" tanyanya yang masih ingin diyakinkan.


" iya sayang, mangkanya daddy akan memeriksakan mommy dulu. "


" baiklah daddy , tapi buatkan aileen sarapan ya. aileen lapar " ujarnya mengusap perutnya.


" siap anak daddy "


***


" dah dadddy " pamit aileen saat tomi sudah menjemputnya untuk mengantarnya ke sekolah.


" dah sayang jangan nakal ya " bagaskara mengusap rambut aileen , lalu menatap tomi.


" pulangnya siapa yang jemput pak ? apakah aku lagi ?" tanya tomi.


" tidak usah biar aku saja nanti, terima kasih tomi " ucap bagaskara dengan lembut.


" tidak masalah pak, ayo hero paman kita berangkat sekarang mobil robot ku akan membawa aileen yang pintar kesekolah. "


setelah tomi meninggalkan halaman rumah barulah dia kembali masuk kedalam, saat itu shandrianna baru turun dari kamar dan seperti mencari sesuatu.


" cari aileen ? dia sudah pergi ke sekolah tomi yang mengantarnya. "


" kenapa tomi ? aku akan mengantarnya, dan kenapa kau tidak membangunkan aku ? " tanya shandrianna.


" Hari ini aku sudah memgambil pendaftaran ke rumah sakit, jadi bersiaplah. "


" tunggu apalagi sayang, ayo cepat bersiap. atau mau aku siapkan semuanya juga ?" tanya bagaskara ketika shandrianna tetap berdiri dengan wajah bingung.


" Tidak "


kembali dia masuk kekamarnya, dan menuju kekamar mandi. dia terus kepikiran apa yang bisa membuatnya hamil padahal dia setiap hari mengkonsumi obat pil kontrasepsi.


Sebenarnya dia senang dan menerimanya hanya saja seakan dia tak percaya jika hari ini didalam rahimnya ada sebuah nyawa yang akan menjadi anaknya lagi.


sudah shandrianna, dia Anugrah dari tuhan. dia anakmu sendiri kau harus senang.


tok


tok


tok


" sayang ! masih lama tidak ? aku ikut ya masuk "


" Tidak usah sebentar lagi selesai " jawabnya.


" baiklah "


bagas tidak ingin membuat shandrianna marah sebab itu dia menurut saja, jadi dia menunggu di ranjang sambil memainkan ponselnya.


****


dirumah sakit ibu kota itu karena sudah berjanji dengan dokter spesialis kandungan keduanya hanya tinggal langsung menemuinya saja.


bagaskara tak pernah sedikitpun melepaskan tangan shandrianna, dia terus menggenggamnya.


" Sayang apa kau merasakan sesuatu ?" tanya bagaskara yang sangat khawatir pada shandrianna.


" tidak ada apapun" jawabnya.


" jika ada keluhan apapun bilang padaku, jangan diam saja dengar tidak ?"


" iya kenapa kau cerewet sekali. "


" Ini dia ruangannya " ujar bagaskara


mereka kini telah berdiri didepan ruangan Spesialis kandungan , bagas langsung membukanya dan ternyata sudah ada dokter perempuan yang tak muda.


" silahkan duduk pak bu "


sreekk


suara kursi yang ditujukan untuk shandrianna, lalu setelah shandrianna duduk barulah dia duduk disebelahnya.


" Jadi ini istrinya pak ? wah cantik sekali "


" terima kasih dokter " shandrianna tersenyum kecil begitupun dengan bagaskara.


" iya dokter ini istri saya. saya ingin memeriksa kandungan nya. " jelas bagaskara.


" oh begitu baiklah, boleh tangan kirinya bu ?"


shandrianna memberikan tangan kirinya lalu dokter tersebut mulai mengecek tensi darahnya. saat shandrianna diperiksa seperti itu bagas selalu memperhatikannya.


" sangat bagus darahnya normal, ayo tidur di sana bu saya akan memeriksa kandungannya. "


bagas mengambil tas shandrianna dan dia juga ikut ke brankar tersebut, lalu dokter membuat sedikit baju shandrianna hingga menampakkan perutnya.


dokter memberikan gel keatas perut shandrianna dan mulai memasangkan alat tersebut, bagas yang ada disebalah kanannya terus menggengam tangan shandrianna.


" aku baik-baik saja " kata shandrianna dia tau dari sorot mata nya dia terlihat khawatir. doktet itu hanya tersenyum mendengarnya.


" lihat itu pak, titik bulat seperti kacang tanah itu itu adalah anak bapak dia masih sangat kecil. " tunjuk doktet tersebut, bagaskara merasa sangat bahagia untuk pertama kalinya dia menemani shandrianna memeriksa kehamilan.


shandrianna menatap wajah bagaskara yang sedang berkaca-kaca tersebut.


Beginikah rasanya saat ditemani suaminya memeriksa kandungan, tanganku akan terus digenggam olehnya.


tak terasa air mata shandrianna menetes dan langsung segera dia hapus.


" sudah selesai bu "


kembali mereka duduk ke kursi hadapan dokter itu, bagaskara menatap shandrianna dengan penuh cinta dan ingin sekali memeluknya.


" Bagaimana keadaan istri dan anak saya dokter ? " tanya bagaskara.


" kedua sehat, tapi di trimester pertama ini bapak harus benar-benar menjaga istri bapak dan juga pola makannya. jangan lupa olahraga dan juga minum vitamin nanti saya buatkan resepnya. "


" begitu , kapan kira-kirra anak saya lahir dokter ?" tanya bagaskara lagi.


" usia kehamilan bu shandrianna baru menginjak 1 bulan itu artinya sekitar bulan Agustus akhir. "


" ini resep yang harus ditebus, apa ada pertanyaan lagi pak ? bu ?"


" Istri saya sedang mengandung dan usia kandungannya juga masih terbilang muda apakah dilarang untuk berhubungan sexual ? "


Dia ini pikirannya selalu kesitu, astaga otak mesum


" Sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan sexual akan tetapi jika ditrimester pertama ini jangan membuang di dalam ya pak dan lakukan dengan hati-hati. "


" Terima kasih dokter " ucapnya.


" Bu shandrianna apakah pernah hamil sebelumnya ?" tanya dokter tersebut.