Ganaya, My Adore

Ganaya, My Adore
Iblis?


Selama satu jam Gana dan Ammar mandi bersama. Saling membasuh tubuh dengan sabun untuk membersihkan diri. Dalam debaran jantung yang Gana rasakan, karena ia merasa masih takut. Ammar merubah suasana hati Gana didalam kamar mandi menjadi hangat.


Di dalam benak Ammar, ia lega. Karena Mulan belum menceritakan sesungguhnya tentang suami dan dirinya kepada Gana. Gana belum tahu, siapa Ammar sebenarnya. Wanita itu tidak tahu jika suami yang mulai ia sukai, adalah mafia kejam yang pernah ia kenal.


Ammar terus memberikan sentuhan dan belaian yang Gana sukai. Wanita itu pun terlena. Gana terhipnotis. Mandi yang seharusnya hanya bisa di pangkas dalam belasan menit malah melebar menjadi dentaman jam.


Ammar mencium Gana. Melumatt bibir mungil itu lama. Lelaki itu merindu. Pun sama dengan Gana. Hatinya berdesir semakin kuat. Rasa suka yang masih sungkan ia lontarkan, di dadanya kembali membuncang. Ia lupa jika sedang takut kepada Ammar.


Gana membalas ciuman Ammar yang sangat rakus. Kedua insan itu memagutt dalam hasrat yang membuih. Sampai Ammar terlupa kalau tiba-tiba sudah menindih Gana di dalam bath up. Satu gerakan masuk, akan membuat Gana kehilangan kehormatannya.


Dan di saat itu pula, Ammar sadar. Ia sudah terlalu jauh. Ammar beranjak bangkit. Dan menyudahi kemesraan mereka. Baginya bukan sekarang waktu yang tepat. Yang ia tahu, Gana hanya sedang bernafsu, belum ada cinta di hatinya. Sama hal nya juga dengan sudut hati Gana, ia belum siap bercinta dalam keadaannya yang belum pulih.


Gana sudah selesai mandi dan wangi. Memakai dress rumahan bunga-bunga pilihan Ammar. Rambutnya juga sudah setengah kering, terurai rapih karena Ammar menyisir nya seperti biasa.


Tidak lupa, Ammar mengoleskan bedak dan lipstik tipis di bibir istrinya. Gana hanya menurut diam seperti biasa, wanita itu suka jika diperhatikan sepertini.


Taraaa. Gana kembali cantik dan segar. Begitu pun Ammar, lelaki itu sudah lebih tenang dan degupan di dadanya berangsur menghilang. Memakai kaos putih dan celana pendek garis-garis berwarna biru putih.


Kini, pasangan suami istri itu sudah terduduk di atas pusaran ranjang. Mereka akan memulai perbincangan. Karena Ammar sudah berjanji untuk menjelaskan apa yang Gana pertanyakan sebelumnya.


Ammar menarik napas perlahan untuk ia tekan masuk kedalam rongga dada, lantas menghembuskan nya pelan. Ingin merileksasikan dada nya agar tidak gugup ketika berbicara dengan Gana sebentar lagi.


"Sayang ..." ucap Ammar. Lelaki itu menggenggam tangan Gana.


Gana mengangguk. "Iya, Ammar ..." rasa takut kini sudah separuh menghilang. Senyum manisnya sudah mengembang lagi. Tentu saja ia terngiang-ngiang dengan seribu sentuhan hangat yang Ammar berikan.


Gana fokus mendengarkan sambil menatap serius wajah suaminya. Jika berhadapan dalam suasana seperti ini, rasanya bagai wanita yang akan ditembak cinta oleh calon kekasih.


"Aku tidak akan membahas lagi masalah antara aku, Mahendra dan Mulan. Karena kamu sudah tau jelas tentang masalah itu."


Gana mengangguk faham.


"Tapi saat ini aku hanya akan membahas apa yang kamu terka tadi."


Gana mengangguk lagi.


"Alex adalah sahabat Mahendra. Tapi ia lebih condong ke aku. Membuat Mahendra cemburu dan kesal. Sampai dimana kami semua mengelola perusahan masing-masing. Rasa benciku kepada Mahendra, membuat aku selalu berusaha menyingkirkan bisnisnya."


"Pun sama dengan dia kepadaku. Kasarnya kita saling memfitnah di dunia bisnis. Orang-orang ku akan bekerja cepat untuk menghalau bisnis Mahendra. Sehingga tidak laku di pasaran, menjauhkan para investor yang akan mendekat. Begitupun dia padaku, melakukan hal yang sama."


"Dan untuk Alex. Mahendra membunuhnya karena iri, karena Alex dan Farhan selalu membantuku."


Ammar berkilah. Menutup masalah asli dengan masalah yang baru. Menekan masa lalu, yang tidak perlu Gana tahu. Dia bukanlah lelaki bodoh yang akan begitu saja membongkar aibnya kepada Gana. Ia tahu sekali, jika Gana mengetahui apa usaha mereka sebenarnya. Gana akan meradang.


Baru menerka saja, Gana sudah ketakutan. Apalagi ia tahu bahwa terkaannya benar. Wanita itu pasti akan syok dan mungkin meminta cerai.


Gana mulai percaya, karena Ammar mengucapkan semua itu tanpa sendatan. Lelaki itu berbicara lugas, tegas dan tepat. Persaingan semacam ini di dunia bisnis, memang pernah Gana rasakan. Ia pernah juga menjadi korban hasutan oleh perusahan lain didepan investor ternama.


Begitulah dunia bisnis, sungguh kejam.


"Kamu tau kan Ammar, perbuatan mu itu salah? Kamu sudah curang. Menjahati orang lain!"


"Mahendra pantas mendapatkannya."


Gana menghela napas. "Kamu harus berhenti!"


Ammar mengangguk. "Sudah lama kok aku berhenti." Ammar kembali berkilah.


"Kamu harus memaafkannya, Ammar ..."


"Butuh waktu Gana. Dan aku belum mampu."


Gana hening lama. Bola matanya beredar kesana-kemari. Seraya berfikir. Dan tak lama kemudian ia mengangguk. Membenarkan ucapan Ammar. Rasa sakit memang butuh waktu.


"Yang penting berubah lah menjadi lebih baik. Jangan balas kejahatan dengan kejahatan, Ammar."


"Iya sayang ..." Ammar mengangguk. Lalu beranjak sedikit untuk menghempas kecupan hangat di kening istrinya.


"Oh, iya, aku baru ingat."


Ammar menurunkan wajahnya, kembali menatap Gana. Ia fikir Q & A kali ini sudah selesai, nyatanya belum. Bibir Ammar terlipat masam.


Kamu belum aman, Ammar. Bisik Dewi Fortuna.


"Mengapa Mahendra bilang kalau Farhan adalah musuh terbesarmu?"


Ammar langsung tertawa, tetapi dalam luka. Ia memberikan ekspresi lucu kepada Gana. Walau sedang menekan ribuan jerami didalam kerongkongannya. Walau sakit harus tetap ia telan.


Semenjak tadi, Ammar juga galau dalam pemikirannya. Tetap mencerna ucapan Mahendra, mengenai Farhan. Atas tuduhan penghianatan, dan kemarahan Mulan yang tidak terima ketika Ammar menuduh suaminya sudah membunuh Alex.


Apakah Alex benar terbunuh?


Apakah Farhan memang selama ini membohonginya?


Tapi semua itu langsung Ammar tepis. Oh, Ammar masih saja Bodoh!


Dalam pandangan Ammar, Farhan adalah sahabat terbaik. Selalu setia, sudah ia kenal lebih dulu dibandingkan Alex. Bersahabat dari kecil. Orang tua mereka saling mengenal.


Farhan memang pernah menyakitinya, tapi itu dulu, di masa seragam putih merah dan akhirnya mereka saling bermaafan. Menjalin pertemanan sampai sekarang.


Jika kini Alex meninggalkannya, Farhan tetap setia berdiri sampai sekarang di sebelah Ammar. Mendorongnya untuk bangkit, menopang tubuhnya ketika layu, memberikan bahu sebagai sandaran. Mensuport untuk maju, sampai membuat Ammar semakin kaya raya seperti sekarang. Bisa membalas rasa sakitnya kepada para orang-orang yang dulu pernah menyakitinya di masa lalu.


Dengan semua analisa itu, mana mungkin Farhan berkhianat? Fikir Ammar. Malah untuk saat ini ia sudah tidak perduli lagi dengan Alex.


"Biarlah lelaki itu mati, biar Alex tahu, Mahendra sampai kapanpun akan selalu jahat." Ammar membatin.


"Mengapa Mahendra bisa menuduh Farhan, karena ia benci aku mempunyai sahabat yang selalu setia. Sedangkan dia? Dia tidak punya. Sebisa dia untuk membuat aku dan Farhan menjauh. Agar dia bisa dengan mudah menghancurkan aku!"


"Hah?" Gana melongo. Ia bimbang. Tapi tetap saja di sudut hatinya, ia masih sulit percaya kalau Farhan adalah lelaki yang baik.


"Jauhi Mulan! Jangan dekati keluarganya!" Ammar memerintah. Gana terkesiap, ketika ia berhasil berenang dalam lamunannya kembali.


"Kami sempat mencarinya. Setelah kedatangannya kembali ke Indonesia. Tapi sayang, dia berubah menjadi serigala lapar. Jahat, kejam dan tidak manusiawi. Kembali menjadi musuh suamiku. Kita ingin mendekat, tetapi ia terus menjauh. Ada yang menstir nya Gana. Dan pengaruhnya sangat kuat sekali."


Gana mengulangi ucapan Mulan kala itu kepada Ammar. Seketika membuat lelaki itu tergagap. Matanya mengerjap beberapa kali untuk mengatur jantung yang kembali bertalu-talu.


"Katanya kamu berubah menjadi kejam, tidak manusiawi, karena ada pengaruh buruk. Aku yakin itu pasti Farhan! Sebenarnya apa sih yang kamu lakukan? Aku jadi tidak yakin dengan jawaban kamu tadi, jangan-jangan kamu membohongiku, Ammar!"


Ammar mengutuk perubahan Gana. Ia fikir wanita itu sudah percaya ternyata kembali terhasut.


Brengsekk, pekik Ammar.


"Aku melalukan kecurangan dalam bisnis. Tidak hanya kepada perusahaan Mahendra. Tapi juga ke beberapa perusahaan lain. Yang aku anggap saingan, langsung aku hancurkan. Aku buat bangkrut! Terlebih lagi jika perusahan itu, dimiliki oleh orang-orang yang pernah membuat luka di hatiku, seperti Mahendra. Aku akan langsung menghancurkannya." ucap Ammar tanpa rasa bersalah. Raut wajahnya malah terlihat bangga.


Pernah, ia memecat lelaki yang baru saja bekerja menjadi OB di EG. Yang ia ketahui, adalah teman sekelas di bangku SMP yang pernah melakukan kekerasan kepadanya. Ammar menghajar lelaki itu, dan memecatnya. Padahal lelaki itu sudah memohon dan meminta maaf. Ammar tetap memecat, tidak perduli kalau anak dari lelaki itu sedang di rawat di Rumah Sakit dan butuh biaya.


Hanya satu masalah yang Ammar buka secara jujur dari beberapa masalah lain yang masih mengatung dalam kebohongan kepada Gana.


Gana menggelengkan kepala, ia gemas. Karena Ammar seperti tidak menyesal atau merasa bersalah. Wanita itu menjewer telinga Ammar dan membuat lelaki itu mengaduh.


"Apa keluarga besarmu tau?" tanya Gana. Ia melepaskan tangannya dari daun telinga Ammar.


Lelaki itu meringis, mengusap daun telinganya yang terasa memerah dan panas. Lantas menggelengkan kepala. "Hanya kamu dan Farhan yang tahu."


Farhan lagi. Gana sampai mendesah berat karena tetap muak ketika mendengar nama lelaki itu di sebut.


"Jika manusia yang membuat kamu kecewa kenapa Allah yang kamu jauhi?"


"Kamu malah berubah menjadi Iblis, Ammar! Kamu menuhankan manusia dengan ambisimu!"


Iblis?


Ammar langsung tertegun. Darahnya tiba-tiba memanas sampai naik ke ubun-ubun. Lontaran kata yang terucap dari bibir istrinya, begitu menghunus jantung dalam pusara sukmanya.


****


Guyss aku mau info. Kalau jadwal UP Ganaya mungkin lebih sering di pertengahan malam. Gapapa sih kalau kalian mau baca subuh, pagi, sore, malem hehe. Yang jelas jadwalnya kayak gitu.


Dan maaf, aku kayaknya gak bisa Up dobel2 lagi. Karena ada something yang buat aku sedikit kecewa sama apk ini. But, dont worry guys, aku akan ttp menyelesaikan cerita ini sampai tuntas.


Like dan Komennya ya🌺🌺