
Darr.
Suara petir semakin mengaung di udara. Langit menggelap dan percikan air dari balik awan mulai menetes. Buru-buru Gana memutar kursi rodanya sendiri untuk meninggalkan Ammar yang masih melamun. Bukan hanya karena ingin hujan, tetapi ia takut dengan lelaki itu.
Mengapa jadi takut? Entahlah, didalam batin Gana. Ammar menjadi sesosok yang berbeda. Ia baru tahu, baru faham bagaimana luaran suaminya. Tipe pemarah, pemukul, penghardik, dan tentunya jatidiri sebagai penjahat yang masih samar-samar.
Ganaya adalah gadis pintar dan tidak lugu. Wanita itu berani dan kuat. Tentu potongan-potongan kalimat yang keluar dari Mahendra, Mulan dan Ammar. Membuat dirinya berspekulasi.
Siapa Ammar?
Siapa lelaki itu?
Apa yang belum ia ketahui?
Bukannya lelaki itu baik?
"Gana ..." seru Ammar. Lelaki itu terkesiap ketika melihat istrinya susah payah untuk terus melajukan kursi rodanya seorang diri.
Gana terus menggerakan cepat, ingin masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu. Namun Ammar lebih dulu menahan pintu dengan kakinya.
"Hh ..." napas Gana kacau. Ia menatap Ammar dengan tatapan berbeda. Gana takut, dan Ammar mengetahui pandangan itu.
"Kamu kenapa sayang?" kini suara Ammar sudah lembut seperti biasa. Lelaki yang selalu ia jumpai selama bertahun-tahun seperti ini.
Terakhir Gana pernah bimbang dan tenggelam dalam terkaannya yang sempat membuat ia curiga. Masih terpatri dengan jelas, ketika ia mengetahui suaminya ahli dalam memainkan senjata tajam pada saat mereka mengalami kecelakaan dua bulan yang lalu. Pernah juga ia melihat langsung ketika Ammar menyodorkan pistol di dahi Asyifa, dan kejadian di ruang serba guna EG, ketika lelaki itu akan ditembak oleh oknum tidak dikenal.
Siapa dia? Siapa Ammar? Batin Gana terus berdentang. Seperti duri yang tertancap namun enggan untuk dicabut, begitupun Gana beku untuk mau menanyakan hal itu. Tapi dulu, positifnya ia berfikir. Kalau suaminya hanya ingin melindungi diri.
Namun dengan hal lain misalnya, bodyguard? Ya, bodyguard yang sebanyak itu? Untuk apa? Apa yang penjahat inginkan dari Ammar? Tidak akan ada akibat jika awal penyebab tidak muncul.
Sekali lagi apa yang Ammar buat? Sehingga semua mencecarnya, membencinya. Kata Mulan dan Mahendra, dirinya akan menyesal jika sudah mengetahui siapa Ammar yang sebenarnya. Mulan berkata, kembali lah Ammar ke jalan yang normal seperti Mahendra.
Apa yang sebenarnya terjadi?
Siapa suaminya?
Siapa Mahendra?
Lalu, siapa Alex?
Dan Farhan?
Apa mereka semua terlibat dalam lingkaran kejahatan?
Kenapa harus bertobat?
Kembali ke jalan yang benar?
Kamu siapa Ammar?
Penjahat 'kah?
Dan.
DEG.
"Hhh ..." Gana menghembuskan napas kasar. Menatap bola mata Ammar yang sudah menatapnya lekat. Lelaki itu membungkuk dan memegang kedua lengan istrinya untuk menyadarkan Gana dari lamunan. Lamunan yang penuh akan pertanyaan dari batin, jiwa dan raganya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Ammar seperti orang yang melupakan semua masalah begitu saja.
Bukan untuk melupakan, tetapi ia lebih untuk mengelola perasaanya dulu. Berbicara empat mata untuk membahas masalah tadi, Ammar butuh waktu untuk membahas lukanya. Belum lagi ia harus menyiapkan dalihan nya jika Gana bertanya soal ucapan Mulan dan Mahendra.
"Kenapa?" Ammar menahan pergerakan kursi roda tersebut.
"Aku enggak apa-apa. Aku mau mandi." Gana berusaha menghilangkan kegugupannya. Sangat kentara sekali ketika ia menelan saliva, tanda dirinya sangat gugup.
"Biasanya juga kan sama aku. Aku juga mau mandi." ucap Ammar.
"Enggak. Aku mau coba sendiri."
Ammar mendongakkan wajah Gana. Menatap lagi bola mata wanita yang ia cintai mendadak redup.
"Aku bukan penjahat, Gana. Jangan menelan bulat-bulat ucapan mereka tanpa tau penjelasan sebelumnya dari aku."
"Jika kamu ingin menjelaskan, perihal kamu di bully oleh suaminya. Perihal kamu ingin di lecehkan, sampai kamu keluar dari kampus. Aku sudah tau, Ammar."
Ammar tidak terkejut. Ia yakin, Mulan sudah menceritakannya. Tetapi ia kecam wanita itu, karena sudah menceritakan aib dirinya kepada orang lain.
Walau orang lain itu tak lain adalah Ganaya sendiri, istrinya. Padahal selama ini Mulan selalu menjaga interaksi dengan orang lain untuk tidak membicarakan aib nya, suaminya atau Ammar.
Ammar tertawa sarkas. "Wanita itu sengaja menceritakan semua detail ku padamu? Memperluas aibku! Bangsatt memang ..." Ammar menggelengkan kepala masih dalam tawa yang meledek.
"Jangan salah faham Ammar. Mulan tidak seperti itu! Ia tidak serta merta menceritakan seorang lelaki di masa lalunya. Seorang lelaki yang menjadi penghambat cintanya kepada sang suami. Seorang lelaki yang pergi begitu saja karena luka karena perbuatan suaminya. Seorang lelaki yang ingin ia mintai maaf. Dan aku tidak tahu jika itu kamu."
Mendengar ucapan tegas dari Gana. Ammar merubah mimik wajahnya menjadi sedikit tegang.
"Aku hanya bertanya kepadanya, bagaimana akhirnya ia bisa mencintai, menerima, membuka hati sepenuhnya untuk suaminya. Dan mengapa awal muasalnya. Karena kami berada dalam posisi yang sama. Sama-sama menikah tanpa rasa cinta dan masih tersandung akan cinta masa lalu yang sudah tidak boleh lagi untuk di kenang."
JAG.
Ammar merasa seperti tertampar.
Bola mata Gana masih menatap lurus netra pekat milik suaminya.
"Karena aku ingin belajar. Aku tau kodrat ku sudah menjadi istrimu. Aku ingin mencintaimu, melahirkan anak-anak untukmu. Hidup berbahagia dalam mahligai rumah tangga bersamamu ... walau di sini, di dalam sini ..."
Gana menunjuk dadanya sendiri. "Rasa untukmu belum terlalu besar. Baru ada rasa nyaman. Maka aku butuh amunisi untuk melebarkannya."
Gana masih gengsi mengatakan kalau ia mulai menyukai suaminya. Karena ia belum tau rasa apa yang sedang ia rasakan. Benarkah hanya rasa nyaman, karena membutuhkan?
Ammar memejamkan matanya sebentar. Mengatur napas, ia senang. Ia bahagia. Ammar membuka matanya, lalu memeluk tubuh Gana yang basah, tanpa kata, tanpa suara.
Tapi keromantisan itu tiba-tiba berubah. Ketika stimulus otak Gana kembali mengingat kecurigaannya. Dia mendorong dada Ammar yang polos dan masih sangat basah.
"Siapa kamu sebenarnya, Ammar? Apa yang kamu lalukan selama ini? Kejahatan apa yang kamu perbuat? Dan tentang Pak Mahendra, kenapa Mulan bisa mengatakan bahwa suaminya sudah kembali ke jalan yang benar? Dan mereka ingin membawamu juga ... Dan, Farhan adalah penghianat? Lalu ... Alex? Siapa lelaki itu?
Gana membrondol Ammar dengan segala macam pertanyaan. Sangat rinci, jelas, tidak ada satu kalimat pun yang terlewat. Ammar sudah menerka semua ini. Hal inilah yang akan ditanyakan oleh istrinya.
"Baik, aku akan menceritakannya semua padamu. Tapi nanti setelah kita mandi, bisa 'kan?"
Gana masih terdiam. Wajahnya kembali gugup. Rasa takutnya muncul lagi dan tercetak jelas.
"Jangan takut, Gana. Aku bukan penjahat!"
***
Aku usahin update gengs. Demi kalian semua.
Like dan Komennya ya🌺🌺