
"Siapa perempuan yang kau maksud?" tanya petugas.
"Perempuan itu adalah anak tiriku Pak, ia yang telah membuat kondisiku seperti ini."
"Kau bermimpi ya? bagaimana mungkin anak tirimu melakukan itu padamu, sementara kau berada di sel tahanan seorang diri. Seandainya itu mungkin bukankah wajar juga kalau dia melakukan itu padamu." sahut sang petugas dengan menyeringai.
Terlihat Juragan Suripto sangat kesal mendengar perkataan nya. Tapi tak ada yang bisa dilakukan nya, karena saat ini ia sudah kehilangan pengaruh nya. Dalam hatinya berkata, seandainya para orang-orang sakti itu masih memihaknya. Berapapun uang yang mereka minta, akan diberikan nya untuk membeli mulut orang seperti petugas itu.
Tiba-tiba ada seorang lelaki berseragam datang, petugas jaga itu memberi hormat seraya menyampaikan laporan.
"Saya yang akan ambil alih tugas ini. Saya dari kantor pusat ingin mengambil informasi dari tersangka."
"Siap Komandan, saya akan membawa tersangka ke kantor pusat." sahut salah satu dari petugas jaga.
Akhirnya kedua petugas jaga itu mengikuti perintah seseorang yang mengaku sebagai komandan dari kantor pusat. Mereka membawa Juragan Suripto dengan tangan terborgol.
"Loh saya mau dibawa kemana? kenapa gak pakai mobil resmi dari kantor kepolisian?" Juragan Suripto berusaha berontak, ia trauma dengan perbuatan Larasati yang bisa melakukan apa saja untuk mencelakai nya.
Kedua petugas jaga hanya memasukkan nya ke dalam mobil berwarna merah. Lalu sang komandan masuk dengan tersenyum melalui sudut bibirnya.
Disepanjang perjalanan kedua petugas yang berada disamping Juragan Suripto terlihat menguap terus menerus. Keduanya merasakan kantuk yang luar biasa, tanpa sadar akhirnya mereka terlelap dan memejamkan mata di tengah jalan.
Chiiitt.
Mobil berhenti mendadak, terlihat Juragan Suripto membulatkan kedua matanya terkejut. Ia memandang ke segala arah, terlihat mobil berhenti di pinggiran hutan.
"Keluar!" seru sang komandan seraya berjalan keluar dari mobilnya.
"Ke kenapa kita berhenti disini? kau mau apa hah?" teriak Juragan Suripto lantang.
Juragan Suripto berteriak memanggil petugas jaga yang ada disamping nya. Tapi keduanya tak merespon panggilannya.
Dengan kasar lelaki yang mengakj sebagai komandan tadi menarik paksa tangan Suripto yang terborgol, hingga ia terjungkal di tanah. Raut wajahnya semakin ketakutan, hawatir dengan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.
"Jangan-jangan dia adalah Larasati yang sedang menyamar, dan ia ingin mencelakai ku." batin Juragan Suripto didalam hati, ia berusaha bangkit berdiri.
"Kau salah Suripto. Aku tak hanya ingin mencelakai mu. Tapi aku juga akan melenyapkan mu sekarang juga, larilah sejauh yang kau bisa. Aku memberikanmu kesempatan terakhir, untuk melarikan diri dariku." ucap sang komandan dengan sorot mata yang tajam.
"Apa maksudmu? si siapa kau sebenarnya?"
'Lihatlah baik-baik dengan mata kepalamu, apakah kau sudah melupakan ku Suripto?"
Sluurb.
Larasati menusuk sebelah mata Juragan Suripto. Terdengar jeritan dari mulut lelaki itu, kemudian ia bangkit berdiri dengan tergopoh-gopoh. Nampak darah segar menetes dari sebelah matanya yang hancur karena tusukan tadi.
"Pergilah sejauh yang kau bisa Suripto, aku akan segera membunuhmu." pekik Larasati dengan tawa menakutkan.
Juragan Suripto berlari masuk ke dalam hutan, dengan harapan Larasati akan susah menemukannya. Dengan kedua tangan terborgol, ia berlari dengan sempoyongan.
"Aku harus menemukan seseorang, supaya perempuan ja*lang itu tak bisa menyakiti ku. Dengan adanya saksi, dia akan ditangkap polisi. Aku tak ingin tiada begitu saja, dia sudah merusak sebelah mataku. Seandainya ada yang bisa menolong ki, akan ku lakukan apa saja untuk membalaskan budi padanya." batin Juragan Suripto dengan nafas yang berderu kencang.
Seakan semesta mendengarkan kata hatinya, tiba-tiba Nyai Loreng datang dengan wujud setengah manusia. Ia tersenyum dari sudut bibirnya, nampak taring-taring panjang mencuat dari mulutnya.
"Ampun ampun jangan bunuh aku Larasati! aku benar-benar menyesal dengan semua perbuatan ku!" teriaknya dengan bersimpuh di tanah.
Nyai Loreng merubah wujudnya menjadi nenek bungkuk dengan membawa tongkat di tangannya.
"Kau tak perlu takut padaku, aku akan menolong mu dari perempuan itu. Asal kau bersedia melakukan apapun untukku, sesuai kata hatimu tadi hihihihi." kata Nyai Loreng dengan wajah liciknya.
"Tolong Nyai, perempuan biadap itu akan melenyapkan ku. Aku tak ingin mati sia-sia di tangannya. Dia sangat sakti Nyai, dia bisa melakukan apa saja untuk mencelakai ku." teriak Juragan Suripto meringis merasakan sakit di sebelah matanya.
Ternyata Nyai Loreng mengendus kedatangan titisan Kanjeng Ratu Ageng Sedo di sekitar hutan itu. Karena wilayah itu masih dalam wilayah tinggalnya, dan ia sengaja mencari keberadaan Larasati. Tapi di tengah-tengah perjalanannya, ia mendengarkan kata hati Suripto. Dan ia ingin memanfaatkan Suripto untuk membalaskan dendam pada Kanjeng Ratu Ageng Sedo.
"Kau harus jadi pengikut ku jika ingin selamat dari perempuan itu. Dia bukanlah perempuan sembarangan, kau bisa lenyap dalam sekejap jika aku meninggalkan mu disini."
"Ba baik Nyai, saya akan melakukan apa saja untukmu. Asal saya bisa selamat darinya, dan tolong saya Nyai sembuhkan luka di mata saya ini. Saya gak mau buta Nyai."
Hanya dengan sekelebatan saja, Nyai Loreng membawa Juragan Suripto pergi dari sana. Rupanya Suripto siap bersekutu dengan Nyai Loreng, dan melakukan apa saja. Karena Nyai Loreng ada musuh terbesar Kanjeng Ratu Ageng Sedo, yang secara tak langsung adalah musuh Larasati juga. Sesampainya di gubuk Nyai Loreng, ia menyembuhkan luka di mata Suripto. Ia diberikan perintah untuk mengambil dua bayi yang baru saja lahir, sebagai bahan kecantikan yang dibutuhkan Nyai Loreng.
"Bukankah kau sudah sutuju untuk melakukan apa saja untukku hihihihi."
"Ta tapi Nyai, saya seorang tahanan. Bagaimana mungkin saya dapat bebas berkeliaran diluar sana. Apalagi nyawaku bisa terancam selama perempuan itu masih hidup."
"Aku akan memberimu ilmu malih rupa, di hadapan manusia biasa, jati dirimu yang sebenarnya tak akan terlihat. Asal kau jangan bertemu dengan orang berilmu sakti seperti perempuan yang mengejarmu tadi. Sebelum kau mendapatkan dua bayi untuk ku, aku tak akan memberikanmu ilmu kanuragan yang bisa melawan perempuan itu. Apa kau mengerti manusia bodoh?"
"Ba baik Nyai, saya akan melakukan apa saja untukmu. Saya sudah tidak sabar, ingin membunuh perempuan ja*lang itu!"
"Lihat saja, aku akan membalaskan semua perbuatanmu ja*lang.Yang terpenting aku masih bisa hidup, meski aku harus memberikan dua nyawa bayi tak berdosa pada Nyai Loreng." batin Juragan Suripto didalam hatinya penuh rencana.
...Bersambung. ...