Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Memutuskan hubungan!!!


Tanpa terasa Larasati sudah beberapa hari di rumah nya, terdengar kabar jika kekasihnya Adinata akan segera kembali ke desa nya, nampak Larasati semakin resah memikirkan nasib kisah cintanya.


Aku takut mas Adinata akan kecewa denganku, dan dia akan mengakhiri segalanya, tapi aku memang sudah tidak pantas untuknya, lebih baik aku mengakhiri segalanya dengan nya, mas Adinata pantas mendapatkan gadis yang lebih baik dariku, batin Larasati dengan meneteskan air mata.


Siang hari di rumah Larasati nampak juragan Suripto datang, menyerahkan beberapa dokumen penting jual beli tanah milik almarhum juragan Darman, nampak nya juragan Suripto sengaja membuat usaha Darman lebih menarik daripada usaha yang dimilikinya, semua itu dia lakukan untuk mendapatkan kepercayaan yang lebih dari Karsiti dan juga Larasati.


"Ini surat jual beli tanah milik almarhum juragan Darman, makelar tanah itu bersedia membelinya dengan harga yang tinggi, semoga semua ini cukup membantu ekonomi mu untuk beberapa saat." ucap juragan Suripto menyunggingkan senyum nya.


"Terima kasih banyak mas, yang aku bingungkan saat ini bukanlah masalah ekonomi, tapi tentang anakku Larasati, hari ini kekasihnya baru kembali dari luar negeri, dan jika dia mendengar semua yang terjadi pada Larasati, aku ragu jika kekasihnya itu masih mau menerima dirinya, apalagi orang tua nya juga tidak akan menyetujui hubungan mereka lagi, kasihan Laras mas dia pasti semakin terpukul dengan keadaan ini huhuhu." jelas Karsiti berderai air mata.


Kau tidak perlu cemas Karsiti, jika kekasihnya tidak mau menikahinya, aku lah yang akan menikahinya setelah aku merebut semua yang kau miliki, batin juragan Suripto dengan tersenyum licik.


"Tenanglah Kar kita harus bisa membuat Larasati menerima semuanya dengan lapang dada, mungkin aku akan mencoba berbicara baik-baik dengan keluarga Adinata." tukas juragan Suripto.


"Kau tidak perlu melakukan nya mas, jika memang keluarga mereka tidak merestui hubungan Adinata dengan Larasati, kita tidak boleh memaksakan semuanya, biarkan semua berjalan dengan semestinya, jika memang Adinata mencintai Larasati dengan tulus, dia pasti akan bisa menerima Larasati apa adanya." ujar Karsiti dengan wajah sendu.


Kemudian Larasati berjalan menghampiri keduanya, nampak Larasa mengatakan pada mereka, jika dia tidak akan melanjutkan hubungan nya dengan Adinata.


"Aku ini sudah hina bu, sudah tidak suci lagi, mungkin dimata semua orang aku tidak memiliki kehormatan lagi, jadi sebaiknya aku mengakhiri hubunganku dengan mas Adinata, dia pantas mendapatkan perempuan yang lebih baik dariku." cetus Larasati dengan mata berkaca-kaca.


"Ya Alloh gusti nduk, kau jangan berbicara seperti itu, bagi ibu kau adalah permata hati ibu yang sangat suci, dan tidak ternilai harganya, kau harus berbicara empat mata dengan Adinata nduk, mungkin dia masih bisa menerima keadaanmu yang sekarang, jangan memutuskan sesuatu berdasarkan emosi sesaat." tukas Karsiti seraya memeluk anaknya.


"Ibumu benar Ras, jangan memutuskan segalanya berdasarkan emosimu, aku dan ibumu akan menemui keluarga Adinata, untuk membicarakan hubungan kalian selanjutnya, jika memang keluarganya ingin mengakhiri hubungan kalian, baru semua kami serahkan pada Adinata dan juga kau Laras, apakah kalian benar-benar ingin mengakhiri hubungan." ucap juragan suripto bersandiwara perduli dengan kehidupan Larasati.


"Terima kasih pak sudah banyak membantu keluargaku, jika tidak ada bapak yang membantu kami, mungkin usaha yang dijalankan almarhum ayahku akan bangkrut." ucap Larasati berlinang air mata.


"Baiklah Ras sepertinya aku dan ibunu harus berkunjung ke rumah Adinata sekarang juga, pasti dia sudah ada di rumahnya saat ini, lebih cepat akan lebih baik, supaya kita mendapatkan kejelasan dari pihak keluarga mereka." cetus juragan Suripto memberi saran.


Setelah itu Karsiti memutuskan pergi bersama juragan Suripto, mereka mendatangi rumah keluarga Adinata, nampak disana sangat ramai keluarga besar mereka berkumpul, dan semua orang pun sangat terkejut melihat kedatangan Karsiti di rumahnya, tidak ada satupun yang menyambut kedatangan nya ke rumah itu, kecuali Adinata sendiri yang dengan semangat menghampiri ibu dari pujaan hati nya itu.


"Assalamuallaikum bu, kenapa ibu repot-repot datang kesini, nanti pasti saya akan berkunjung ke rumah bersama keluarga." ucap Adinata seraya mengecup punggung tangan Karsiti.


Kenapa Adinata bersikap seakan semua baik-baik saja, apakah semua keluarganya belum mengatakan yang sebenarnya tentang anakku, batin Karsiti dengan mengkerutkan keningnya.


Tapi tiba-tiba seorang perempuan paruh baya datang, dan berkata dengan suara lantang, jika dia tidak merestui hubungan anaknya dengan Larasati.


"Kau tau segalanya kan jeng, sesuatu yang buruk telah menimpa keluargamu, dan anakmu juga menjadi korban nya, jika kau berada diposisiku apakah kau mau merestui anakmu mempunyai hubungan dengan gadis seperti itu." pekik Lasmini ibu dari Adinata.


"Apa maksudmu bu, kenapa kau berkata kasar pada ibu Larasati, bukankah ibu tau segalanya alasan aku merantau ke luar negeri, supaya aku dapat memberikan kehidupan yang layak untuk Larasati, dan sekarang aku sudah memiliki segalanya, untuk membahagiakan nya ketika dia menjadi istriku nanti." tukas Adinata dengan mengkerutkan kening nya.


"Tapi Le gadis itu tidak layak untukmu, kau bisa mendapatkan gadis manapun yang kau mau, banyak kok gadis yang lebih baik darinya." seru Lasmini meyakinkan ibu nya.


Sepertinya pemuda ini belum mengetahui aib yang di alami Larasati, batin juragan Suripto didalam hatinya.


Setelah itu nampak Lasmini mengatakan segalanya pada Adinata, tentang kejadian buruk yang menimpa juragan Darman dan juga Larasati, pemuda itu terlihat sangat terguncang ketika mendengar cerita ibu nya, hati Adinata sangat terluka menerima kabar buruk tentang kekasihnya itu, mata nya berkaca-kaca dengan sebelah tangan nya yang memegangi dada nya.


"Bu bicaralah padaku, jika yang diucapkan ibuku itu adalah kebohongan." seru Adinaga berlutut dihadapan Karsiti dengan memegang kedua tangan nya.


Terlihat Karsiti hanya terdiam dengan berderai air mata, hati nya tak kuasa menahan kesedihan, karena keluarga Adinata begitu memandang jijik pada anak perempuan nya, kemudian juragan Suripto mengatakan pada Adinata, jika dia harus membuat keputusan tentang hubungan nya dengan Laras, karena keadaan Laras sudah tidak seperti dulu lagi.


"Terlebih keluarganu sudah tidak merestui hubungan kalian berdua, aku tidak ingin hati Laras semakin terluka, jadi jika kau tidak bisa menerima Laras apa adanya, lebih baik kalian akhiri saja semuanya." cetus juragan Suripto dengan menopang tubuh Karsiti yang lemas.


Dan samar-samar terdengar semua orang membicarakan Karsiti dan juragan Suripto, mereka memandang keduanya dengan tatapan benci, banyak dari mereka membicarakan hubungan Karsiti dengan juragan Suripto, mereka tidak menyangka jika Karsiti akan begitu cepat mencari pengganti juragan Darman, kemudian Lasmini pun mengatakan hal yang sama pada Karsiti, jika dia tidak sudi memiliki besan seperti Karsiti.


"Lihat saja dirimu itu jeng, suami mu belum lama meninggal dunia, tapi kau sudah dekat dengan lelaki itu, kalian kemanapun berdua dengan bergandengan tangan seperti itu, benar-benar tidak tau malu, lebih baik kalian pergi dari rumahku sekarang juga." pekik Lasmini mendengus kesal.


*


*


...Dukung terus karya ku dengan memberikan Vote dan hadiahnya ya kak, dukungan dari kalian adalah semangat untuk ku 😆...


...Bersambung....