Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Kilas balik kehidupan sebelumnya.


Dengan dipenuhi kesombongan Juragan Suripto berkacak pinggang di dalam sel nya, meski dia tidak dapat berbicara. Tingkah laku nya menunujukan jika dia tengah berbangga diri, karena Larasati tidak dapat masuk ke dalam sel dan menyiksa nya. Dia mendongakan kepala nya penuh kesombongan, senyum nya seakan mencemooh Larasati yang nampak kebingungan, karena dia tidak dapat masuk ke dalam tahanan.


"Kau tidak akan selamanya selamat, di dunia ini tidak ada keburukan yang akan menang. Setiap hari aku akan selalu datang ke tempat ini, sampai aku bisa masuk ke dalam sana atau kau sendiri yang akan keluar dari sel ini. Meski aku menunda untuk membunuhmu, aku akan tetap melenyapkan mu meski apapun yang terjadi. Manusia laknat seperti mu tidak pantas hidup di dunia ini!." Seru Larasati dengan sorot mata penuh janji.


Juragan Suripto hanya terdiam dengan menelan ludahnya kasar, lalu dia beringsut ke sudut ruangan. Dengan nafas yang berderu kencang, Juragan Suripto kembali teringat penyiksaan yang Larasati lakukan.


Semoga Ki Barata segera melakukan rencana nya, aku sudah tidak tahan berada disini dengan tekanan batin dari perempuan sialan itu, batinnya dengan merasa cemas.


******


Saat itu Awan sedang duduk di ruang tamu rumah nya, tiba-tiba sekelebat ingatan datang didalam pikiran nya. Saat dia memasuki raga Awan yang terbujur kaku, dan mulai saat itu identitas nya berubah menjadi seorang lelaki religius yang bernama Awan. Dia tersadar akan ingatan itu, nafasnya tersengal-sengal ketika mengetahui segalanya.


Jadi sebenarnya aku ini Adinata yang berubah menjadi Awan? Sungguh di luar akal sehatku, dan siapa perempuan di istana megah itu, batinnya dengan mengerutkan keningnya.


Kemudian Awan bangkit dari duduk nya, dia mencoba mencari tau tentang kondisi orang tua nya, yang telah dia tinggalkan ketika sosok lain merebut raga nya. Dengan tidak tenang, Awan melangkahkan kaki nya dengan memandang ke segala arah. Awan merasa ada sesuatu yang mengikuti nya, ketika Awan membalikan tubuhnya ada bayangan hitam yang mendekat ke arahnya.


Kraakk...


Burung gagak hitam yang sangat besar, hampir saja menghantam wajannya. Dia tidak tau jika burung itu adalah utusan dari sosok misterius yang tinggal di bukit Alas Roban.


Mbah Warno menggunakan kekuatan nya, menembus ruang dimensi. Jiwa nya keluar dari dalam raga nya, melesat pergi ke suatu tempat. Awan sedang mengintip ibu nya dari kejauhan, nampak sang ibu sedang sakit dan duduk di teras rumahnya. Lalu seorang lelaki berparas tampan dan gagah keluar, dia hanya melewati sang ibu yang sedang terjatuh. Adinata mengacuhkan perempuan itu dan berlalu begitu saja, Awan ingin memaki nya. Tapi dia tau, jika raga nya telah ditempati sosok buto, dan itu akan menjadi masalah untuknya. Awan berjalan melewati sebuah rumah, dia membantu perempuan tua yang tadi sedang terjatuh.


"Ibu tidak apa-apa kan, apakah tadi putra ibu? kenapa dia tidak membantu ibu berdiri?." Tanya Awan dengan menatap sendu ibu nya.


"Ibu tidak apa-apa Nak, terima kasih sudah membantu. Dia adalah putraku, semenjak ibu menjodohkan nya dengan perempuan yang tidak dicintai nya. Perilaku nya jadi berubah, dia tidak perduli lagi pada keluarga nya. Bahkan ibu seperti tidak mengenalnya, mungkin dia terlalu kecewa dengan pilihan ibu."


Ibu ini Adinata bu, maafkan aku yang tidak bisa berbakti padamu, semoga ibu cepat sadar jika Adinata yang bersama kalian di rumah ini, adalah sosok lain, lebih baik jika ibu tidak memperdulikan nya lagi, batin Awan dengan mata berkaca-kaca.


"Kau kenapa Nak, maaf jika ibu membuat mu bersedih mendengar cerita ibu. Silahkan duduk, ibu akan membuatkan minum."


Setelah ibu nya masuk ke dalam rumah, Awan berjalan mengelilingi rumah lama nya. Berbagai kenangan tentang keluarga dan juga Larasati kembali teringat. Lalu tiba-tiba ia merasakan hembusan aura kuat, yang kemudian mendorong tubuhnya terbang dan menabrak tembok. Seketika Awan langsung tidak sadarkan diri disana.


...Berikan Like dan komentar nya yuk, jika berkenan memberikan Gift dan Vote nya Terima kasih sekali 🙏😊...


...Bersambung. ...