Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Istri Muda Si Dukun Tua.


Kemudian Widuri membuka kedua matanya, dan menatap wajah juragan Suripto yang ada di samping nya, lidah Widuri seakan kelu untuk bertanya tentang apa yang baru saja didengarnya.


Apakah tidak apa-apa jika aku bertanya padanya tentang maksud obrolan nya tadi, batin Widuri resah.


Setelah itu Widuri memberanikan diri untuk bertanya pada sang juragan, nampak juragan Suripto hanya tertawa lepas mendengar pertanyaan gadis muda yang ada disampingnya.


"Untuk apa kau ingin tau mau dijadikan istri kedua atau tidak, yang terpenting hutang keluargamu sudah terbayar dan kehidupannya di desa terjamun, cukup kau saja yang berkorban demi mereka, apa ada masalah dengan itu, kalau kau tidak setuju kau bisa mengembalikan semua yang ku berikan, dan kau bisa kembali ke desamu", seru juragan Suripto tertawa lepas.


"Ta tapi juragan, kenapa kau tidak mengatakan semuanya dari awal, sehingga keluargaku tidak salah sangka dengan pinanganmu".


"Apa aku membutuhkan persetujuanmu untuk apa yang akan ku lakukan", bentak sang juragan dengan membulatkan kedua matanya.


Terlihat Widuri hanya bisa tertunduk mendengar ucapan lelaki itu, lalu juragan Suripto merubah tujuan nya untuk langsung ke rumah sang dukun terlebih dulu, dia cemas jika gadis yang dibawanya akan kabur di perjalanan, jika dia memutuskan turun di club malam, dan setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, mobil itu sampai di depan sebuah rumah sederhana, yang masih ramai orang duduk di depan teras nya.


"Mar kau tunggu aku sebentar, aku akan menemui mbah Warno terlebih dulu", ucap juragan Suripto seraya menarik paksa tangan Widuri.


Kemudian juragan Suripto berjalan masuk dengan gadis desa itu, terlihat pintu kamar khusus mbah Warno terbuka dengan sendirinya, nampak Widuri terbelalak dan ketakutan melihatnya, terlihat mbah Warno tersenyum bahagia melihat kedatangan tamu yang sangat dinantikan nya, dukun itu meminta Widuri duduk disampingnya, tapi gadis itu ketakutan dan bersembunyi dibelakang punggung juragan Suripto, lalu sang juragan menyeret paksa gadis itu dan mendorongnya sampai terpelanting ke lantai.


"Kau harus menuruti ucapan mbah Warno mulai sekarang, jika kau ingin semua keluargamu hidup baik-baik saja", seru juragan Suripto.


"Tenanglah nduk cah ayu, kau akan bahagia bersamaku, jika kau menuruti semua ucapanku, kau tidak akan kekurangan apapun didalam hidupmu", ucap mbah Warno dengan membelai lembut wajah Widuri.


"Jangan sentuh aku huhuhu, tolong kembalikan aku pada keluargaku", jerit Widuri dengan menepis tangan mbah Warno.


"Hei kau berani sekali kau bersikap seperti itu pada mbah Warno, dia adalah calon suamimu kau harus hormat padanya", tukas juragan Suripto dengan membulatkan kedua matanya.


Nampak Widuri terkejut mendengar ucapan lelaki yang dia tau akan menjadi calon suaminya, ternyata tidak seperti dugaan nya, lalu Widuri memandang mbah Warno dengan ketakutan, dia tidak menyangka akan ditipu seperti ini, lalu gadis itu berteriak memaki juragan Suripto.


"Dasar lelaki brengsek, kau telah menipuku dan juga keluargaku, kau datang ke desa ku mengatakan akan meminangku, tapi nyatanya kau memberikanku pada laki-laki tua bangka seprti ini, seakan aku adalah tumbal untuk kebahagiaanmu", seru Widuri dengan terisak.


Tidak lama setelah itu Widuri mulai kehilangan kesadarannya, mendadak dia linglung dan hanya bisa menganggukan kepalanya saja, setiap kali mbah Warno memerintahkannya, nampak juragan Suripto tertawa lepas, melihat gadis itu bagaikan kerbau yang di cucuk hidungnya.


"Mbah aku melihatmu begitu mudah mengguna-gunai gadis itu, kenapa kau tidak membuat Larasati bersikap seperti itu kepadaku, jadi aku tidak akan bersusah payah seperti ini", ucap juragan Suripto dengan mengkerut kan keningnya.


"Dasar bodoh, Larasati bukankah gadis biasa, raganya sudah dirasuki penguasa alam gaib, jika dia sampai tau kalau kau adalah dalang dari kematian ayahnya, dan kau juga yang telah menodainya, entah apa yang akan dilakukan nya padamu, kau harus bersyukur karena sampai saat ini dia tidak mengetahui segalanya, jika dia sampai mengetahui segalanya kau harus menjaga dirimu dari murkanya, karena aku tidak akan bisa membantumu, karena amarahnya akan diluar kendali ku", jelas mbah Warno dengan memejamkan kedua matanya.


"Apa maksudmu mbah, apakah nyawaku akan terancam oleh Larasati, apakah dia benar-benar memiliki kemampuan sebesar itu".


"Mungkin tidak sekarang tapi suatu saat nanti, jika kau ingin menyelamatkan hidupmu, kau harus bersekutu dengan iblis dari alam gaib, iblis hanya bisa dilawan dengan iblis, tapi syaratnya sangat berat, jika suatu saat kau membutuhkan saranku jangan sungkan-sungkan untuk datang menemuiku, hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu, selebihnya harus kau sendiri yang melakukan nya, aku tidak bisa mempertaruhkan hidupku lagi setelah ini, karena aku sudah memiliki istri muda yang harus memuaskan ku setiap harinya", jelasnya tersenyum licik.


"Ba baiklah mbah, jika suatu saat nyawaku terancam aku akan meminta saran itu darimu, aku permisi pulang dulu".


Setelah itu juragan Suripto memutuskan untuk pulang ke rumah saja, padahal Umar sudah mengantarkannya sampai ke depan club malam yang menjadi langganan nya, tapi sangat juragan berubah pikiran dan memintanya untuk kembali ke rumah, dan sesampainya di rumah, juragan Suripto harus menghadapai Karsiti yang sudah menantikan nya dengan cemas.


"Kau ini kemana saja mas, sudah tiga hari kau menghilang tanpa kabar, aku takut terjadi sesuatu padamu huhuhu", seru Karsiti seraya memeluk suaminya.


Aah aku malas dengan drama seperti ini, dasar yang perempuan tua masih saja manja seperti gadis muda, jika kau tidak mengandung darah daging ku, pasti aku sudah melenyapkan muda, batin juragan Suripto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Kemudian juragan Suripto mengatakan jika dia pergi ke gudangnya sendiri, lalu dia menjenguk kerabatnya yang sedang sakit di kota lain nya, dan tidak ada jaringan ponsel disana, sehingga dia tidak dapat memberikan kabar.


"Pantas saja Parjo tidak menemukanmu di gudang milikku, dan hari ini Laras bersama Parjo mencarimu ke gudangmu, padahal kau sudah sampai di rumah, tunggu sebentar mas, aku akan menelepon Larasati dan memberi taunya jika kau sudah ada di rumah", ucap Karsiti seraya menelepon anaknya.


Setelah memberi kabar pada Larasati, Karsiti meminta suaminya untuk mandi dan lekas makan, tapi Karsiti mencium aroma parfum yang perempuan pada baju suaminya, lalu karena curiga Karsiti menegur sang suami, yang terlihat sangat terkejut.


Astaga pasti itu aroma parfum gadis tadi, karena kami duduk bersebelahan pasti aroma nya menempel padaku, batin juragan Suripto didalam hatinya.


...Bersambung....