Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Larasati di antara dua pilihan?


Dengan langkah tertatih Larasati kembali ke rumahnya, nampak rumah itu sangat sunyi seakan tidak ada kehidupan di dalamnya. Larasati mencari keberadaan ibunya, tapi pelayan di rumahnya mengatakan jika ibunya sedang pergi. Salah satu pelayan setia di keluarga nya mengatakan jika ibunya terlihat aneh beberapa hari itu.


"Juragan Nyonya sering bepergian mbak, kalau di rumah juga hanya diam saja, tidak mau berbicara dengan kami semua, semenjak Juragan Nyonya menemui Juragan Suripto di tahanan, sikapnya jadi aneh mbak, di malam tertentu beliau membakar dupa dan menyiapkan sesajen di kamarnya. Parjo sempat bercerita kalau Juragan Nyonya pergi ke tempat pemakaman, setelah itu beliau sering meminta Parjo mengabtarnya kesana, coba saja mbak Laras bertanya pada Parjo, mungkin dia tau sesuatu."


Apa yang ibu lakukan dengan menemui iblis itu, jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi ketika aku pergi, apakah dukun sesat itu sedang mengguna-gunai ibu, batin Larasati cemas.


Kemudian dia melangkahkan kakinya ke kamar sang ibu, nampak barang-barang untuk ritual tertata di meja kecil. Abu dupa masih tersisa disana, ada selembar kertas kecil disana. Larasati mengambil kertas itu dan melihat fotonya sendiri, gadis itu mengerutkan keningnya dengan menerka-nerka apa yang sebenarnya ibu nya lakukan.


Terdengar suara mobil memasuki rumahnya, Larasati bangkit dari duduknya melihat melalui jendela kamar. Nampak Parjo baru saja kembali seorang diri, dia tidak melihat sang ibu di dalam mobil itu.


"Pak Parjo dimana ibuku?." Tanya Larasati.


"Anu mbak, Juragan Nyonya pergi ke kantor polisi dengan pengacara. Beliau ingin membantu Juragan Suripto, supaya cepat keluar dari tahanan."


Bagaikan disambar petir di pagi hari, Larasati membulatkan kedua matanya. Tangannya bergetar menahan amarah didalam dirinya.


"Ibu tidak mungkin melakukannya Pak, lelaki itu adalah orang jahat, sudah sepantasnya dia membusuk di dalam penjara." Seru Larasati dengan nafas yang berderu kencang.


Padahal aku sengaja memberikannya penderitaan, sebelum aku benar-benar mengakhiri hidupnya, tapi kenapa ibu kembali mempercayai lelaki biadap itu, batin nya dengan sorot mata penuh kebencian.


Kemudian Larasati pergi mencari ibunya di kantor polisi, nampak sang ibu sedang melayani Juragan Suripto. Karsiti menyiapkan makanan untuknya, terlihat Larasati menghampiri mereka dan melemparkan semua makanan yang ada di atas meja. Beberapa petugas polisi terkejut melihat sikap Larasati, mereka menenangkannya dan memintanya bersikap tenang.


Larasati terdiam dengan jantung yang berdetak kencang, dia menarik paksa tangan ibunya. Tapi Karsiti menghempaskan tangan Larasati begitu saja.


"Kenapa kau bersikap tidak sopan seperti ini, ibu tidak pernah mengajarkanmu bertingkah buruk pada orang yang lebih tua, terlebih dia adalah ayahmu Laras." Seru Karsiti dengan tatapan mata yang kosong.


Dengan kesaktiannya Larasati mencoba mencari tau, apa yang telah terjadi pada ibunya. Terlihat beberapa gambaran di dalam pikirannya, kalau sang ibu sedang berada di dalam pengaruh pelet. Ketika Larasati berusaha masuk lebih dalam lagi, nampak hamparan pepohonan yang lebat. Di atas bukit ada sebuah gubuk tua yang angker, tengkorak manusia berserakan disana. Aura mistis sangat kental, tiba-tiba terdengar suara menggema yang tidak terlihat siapa sosoknya.


"Jika kau ingin ibumu terlepas dari lelaki bejat itu, datanglah ke atas bukit Alas roban, hanya aku yang bisa membebaskan nya. Kalau dalam waktu dua hari kau tidak datang juga, jangan pernah berharap nyawa ibumu akan selamat. Kau tau kenapa, ibumu sudah menyerahkan jiwanya pada iblis-iblis kelaparan di Alas roban. Dan fotomu yang kau temukan di kamar itu, adalah sebagai perantara saja, untuk membuatmu segera pulang menemui ibumu." Ucap lelaki yang tidak dia tau siapa sosoknya.


Tertunduk lemas setelah mendengar bisikan gaib itu, Larasati menatap sendu wajah sang ibu. Terlihat Juragan Suripto tersenyum angkuh melihat ketidak berdayaan nya. Kemudian Larasati berjalan mendekati nya, dan mengatakan sesuatu yang membuatnya ketakutan.


"Jika kau pikir aku lemah dan tidak berdaya kau salah, kau lupa dengan rasa sakit yang ku berikan padamu. Jika sampai sesuatu terjadi pada ibuku, hidupmu juga akan berakhir saat itu juga." Larasati menatap tajam Juragan Suripto, dan lelaki itupun menundukan wajahnya ketakutan mendengar ucapan nya.


Karsiti menarik tangan Larasati dan meminta nya pergi dari sana, terlihat matanya berkaca-kaca melihat ibunya berada dalam pengaruh ilmu hitam. Tapi Larasati tidak berdaya, karena Kanjeng Ratu Ageng Sedo juga sedang murka padanya. Lalu Larasati melangkahkan kakinya gontai, dengan perasaan yang sangat kalut. Tiba-tiba terdengar bisikan yang memintanya untuk kembali ke jalan kebenaran, suara itu seperti tidak asing untuknya.


"Awan, apakah itu kau!." Seru Larasati dengan memandang ke segala arah.


...Terus dukung Author yuk kak, berikan like, hadiah atau Vote nya, supaya Author terus semangat berkarya, Terima kasih 😘💕...


...Bersambung....