
Ki Barata sengaja menumpahkan darah Larasati sebagai pengikut istimewa Kanjeng Ratu Ageng Sedo. Beberapa saat kemudian hembusan angin besar datang. Terdengar suara-suara binatang malam bersahutan, seakan menyambut kedatangan sosok yang paling berkuasa. Ki Barata tersenyum miring seraya mengucapkan selamat datang, pada sosok yang belum terlihat disana.
Hembusan angin menyadarkan Larasati, ia membuka kedua matanya mengawasi sekeliling nya dengan waspada dan hawatir. Larasati berada di sebuah ruangan yang serba hitam. Ruangan itu terlihat sangat megah, padahal seingatnya gubuk yang ada di atas bukit itu tak sebegitu besarnya. Disisi kanan dan kirinya terdapat sutra keemasan yang melilit tiang penyangga. Di altar yang paling atas terlihat mustika milik Kanjeng Ratu Ageng Sedo, nampak pula pedang naga berwarna merah di samping mustika keramat Kanjeng Ratu. Larasati mengenali mustika milik sesembahan nya itu, karena Adinata pernah memberikan mustika itu padanya. Tapi ada yang mengganjal didalam hatinya, bagaimana mustika itu bisa ada di tangan Ki Barata.
Larasati berusaha bangkit berdiri, tapi belenggu yang mengikatnya membuat nya kesusahan untuk berdiri. Tiba-tiba sesosok perempuan berjubah merah, dengan rambut yang menjuntai panjang melesat ke altar. Kanjeng Ratu Ageng Sedo mendongakan kepalanya ke atas, aura wibawanya membuat tubuh Larasati bergetar. Wajahnya semakin cantik dan berseri, dengan susah payah Larasati berusaha berlutut untuk memberikan salam pada makhluk sesembahan nya.
"Salam Kanjeng Ratu Ageng Sedo." Ucapnya dengan nafas yang berderu kencang.
Perempuan gaib itu hanya menyunggingkan senyumnya membalas sapaan pengikutnya. Kanjeng Ratu Ageng Sedo melangkahkan kakinya yang mengambang, ia melangkahi undakan tangga menuju ke altar. Perempuan gaib itu membelakangi Larasati, ia mengambil mustika miliknya. Ageng Sedo mengaitkan kedua alis matanya, menatap penuh tanya bagaimana mustika agung miliknya ada di luar istana nya. Terdengar suara tawa Ki Barata, ia menghampiri Ageng Sedo dan menyunggingkan senyumnya. Entah apa rencana Ki Barata dengan mengundang sosok gaib itu datang ke tempat nya.
"Ageng Sedo perempuan idamanku, akhirnya kau datang ke atas singgasana ku. Aku ingin mengembalikan mustika milikmu, apakah kau tau bagaimana caranya mustika itu bisa sampai disini? Kau adalah sosok agung yang di anugerahi keabadian, pesona mu tak akan bisa ku lupakan. Sosok manusia yang kau pilih menjadi pendamping mu sekali lagi telah menghianati mu. Dia meninggalkan mu demi bersama perempuan yang dicintainya. Ya perempuan itu adalah pengikut istimewa mu. Larasati yang kau percaya telah berusaha merebut Adinata, lelaki itu telah merasuk ke dalam raga manusia, sehingga kau tak dapat menemukannya." Ki Barata mengatakan semua yang tak diketahui Ageng Sedo, membuat perempuan gaib itu murka dan mengeluarkan aura membunuh.
Dengan sekuat tenaga Larasati berusaha berdiri, ia memundurkan langkahnya dengan sorot mata waspada. Larasati menggelengkan kepalanya bermaksud memberitahu Ageng Sedo, bahwa dirinya tak tau menau tentang rencana Adinata itu. Tapi Kanjeng Ratu Ageng Sedo sudah termakan hasutan Ki Barata. Perempuan gaib itu semakin mendekat dengan sorot mata yang membuat Larasati gemetar ketakutan.
"Larasati... Kau pasti ingin tau kenapa aku tak langsung melukaimu? Karena sejatinya kita adalah satu." Ucapnya penuh teka-teki yang tak bisa Larasati temukan jawaban nya.
Larasati mengerutkan keningnya penuh pertanyaan, tiba-tiba belenggu gaib yang mengikatnya terlepas. Larasati menghembuskan nafas lega, ia masih waspada dengan sosok gaib yang ada di depan nya.
"Aku akan memberikan ingatan lamaku padamu. Ketika kau dapat mengingat semuanya, semua ingatan di masa laluku akan menjadi milikmu. Sama halnya dengan kekuatan yang bersemayam dalam diriku, sepenuhnya akan menjadi milikmu juga. Anggap saja itu adalah hadiah untukmu, karena kau telah menjadi titisan ku." Ucap Kanjeng Ratu Ageng Sedo, kedua bola matanya menatap tajam ke arah Larasati, membuat nyalinya menciut tak dapat mencerna ucapan penguasa gaib itu.
Apa hubungannya Larasati dengan Kanjeng Ratu Ageng Sedo? Siapa yang penasaran? Yuk ikuti terus ceritanya, jangan lupa berikan dukungan Gift dan Vote nya, supaya aku terus bersemangat melanjutkan cerita ini. Terima kasih semua pembaca tercinta 😘💕
Bersambung.