
Hari itu Larasati sudah sampai di Universitas yang ada di kota, dia bergegas melakukan pendaftaran, sementara juragan Suripto bersama Karsiti tengah pergi ke bank, untuk menyimpan harta benda peninggalan pesaing bisnis nya itu.
Nampak Umar memberikan saran pada juragan Suripto, untuk membawa Karsiti ke dukun langganan nya, supaya perempuan itu, mau menandatangani surat peralihan nama, tapi juragan Suripto mengatakan, jika dia tidak ingin buru-buru, karena bisa saja Larasati menyadari niat buruknya.
"Aku akan melakukan semua itu perlahan, supaya tidak ada yang curiga padaku, biarkan Karsiti melakukan semua nya tanpa sadar," bisik juragam Suripto.
Terlihat Karsiti memandang suaminya itu, dia mengira jika suaminya sedang membicarakan bisnisnya, sementara itu Larasati yang berada di kampus nya, berkenalan dengan beberapa lelaki, yang sangat tertarik padanya, dan ada seorang perempuan yang menarik perhatian Larasati, dia adalah gadis yang dijodohkan dengan Adinata, ternyata gadis itu berkukiah di tempat yang sama dengan nya, gadis itu sedang berada di dalam mobil, dengan lelaki yang sangat dirindukan nya.
Mas Adinata, kenapa kau selalu hadir didalam kehidupanku, bagaimana caranya aku melupakanmu, batin Larasati didalam hatinya.
Kemudian Larasati berlagak acuh, di depan Adinata dan juga Susanti, Larasati berdekatan dengan seorang lelaki yang sangat tampan di kampus itu, nampak Adinata memperhatikan sikap mantan kekasihnya itu.
"Ada apa mas, kau bisa pulang sekarang, aku harus masuk ke dalam kelas setelah ini," tukas Susanti dengan mengkerutkan keningnya.
Nampak Adinata memandang ke arah Larasati, yang sedang berbincang dengan seorang lelaki, terlihat Susanti kesal melihat Adinata memperhatikan Larasati, karena Susanti tau jika perempuan yang menarik perhatian Adinata, adalah mantan kekasihnya.
Kenapa aku sangat kesal melihatnya dekat dengan lelaki lain, padahal hubungan kami sudah selesai, dan dia bukanlah perempuan baik-baik, untuk apa aku masih memperdulikan nya, batin Adinata dengan menghembuskan nafasnya panjang.
Kemudian Susanti menarik lengan Adinata, dan memintanya untuk menatap dirinya seorang.
"Kenapa kau masih memperhatikan nya mas, kalian kan sudah putus, lagipula dia tidak pantas untukmu, dia sudah hina mas, apa kau lupa yang dikatakan ibumu," seru Susanti seraya menggenggam tangan Adinata.
Nampak Larasati kesal karena Susanti mengatakan hal-hal buruk tentang dirinya, lalu Larasati memberi pelajaran pada Susanti, dia menggunakan kesaktian Kanjeng Ratu Ageng Sedo, dibuatnya Susanti jatuh terpeleset dihadapan semua orang, nampak Susanti meringis kesakitan, lalu Adinata berusaha menolongnya, tapi Larasati kembali menarik perhatian nya, karena Larasati memegang tangan lelaki yang ada dihadapan nya, dan membuat Adinata mendengus kesal, lalu Adinata pergi tanpa menolong Susanti.
Dasar perempuan bodoh, kau berusaha membuatku hina dimata mas Adinata, tapi dia tetap memperhatikanku, karena memang dia masih sangat mencintaiku, dan jika aku mau, aku bisa merebutnya kembali, tapi aku sadar jika dia lebih pantas dengan perempuan lain, tapi jika dia harus bersamamu, aku tidak akan rela, batin Larasati dengan tersenyum licik.
Setelah itu Adinata pergi dari kampus itu, dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dan tanpa sadar ada mobil yang berlawanan arah dengan nya, yang sudah menghidupkan lampu send ke kiri, karena Adinata tidak fokus, dan pikiran nya dipenuhi dengan Larasati yang membuatnya kesal, mobil yang dikemudikan nya menabrak mobil yang akan berbelok itu.
Braak braak...
Terdengar suara benturan yang sangat keras, kedua mobil itu ringsek dibagian depan nya, nampak arus lalu lintas tersendat seketika, dan kemacetan panjang terjadi, sampai di depan kampus, nampak Larasati mengkerutkan keningnya, melihat kemacetan yang tidak biasa terjadi, perasaan nya tidak enak, entah apa yang dia rasakan saat itu.
"Ras kita ke cafe nya nanti saja ya, daripada kita terjebak kemacetan," ucap Doni, lelaki tampan di kampus itu.
"Ehmm baiklah Don, lagipula perasaanku sedang tidak enak, aku ingin pulang saja," jelas Larasati seraya meraih ponselnya, dan menghubungi ibu nya.
"Aku pulang duluan ya Don, ibuku sudah menjemput," jelas Larasati.
"Baiklah hati-hati di jalan, semoga sudah tidak macet lagi jalan nya," sahut Doni seraya melambaikan tangan nya.
Setelah itu Larasati menghampiri ibu nya, dia masuk ke dalam mobil yang dikemudikan Umar, tangan kanan ayah tirinya.
"Loh bapak kemana bu?," tanya Larasati dengan mengaitkan kedua alis matanya.
"Bapakmu sedang ada pertemuan dengan pembeli, ada yang ingin membeli tanah miliknya."
Kemudian Umar ikut bicara, dan mengatakan jika juragan nya itu, juga menawarkan tanah milik almarhum juragan Darman, tapi pembeli lebih tertarik dengan tanah milik juragan nya, dan Larasati menanggapinya dengan santai, dia mengatakan jika itu sudah rejekinya juragan Suripto, tapi di tengah-tengah perjalanan, mobil yang mereka tumpangi terjebak kemacetan, karena ada kecelakaan di depan sana, nampak kedua mata Larasati membulat sempurna, ketika dia melihat plat mobil milik Adinata, yang tercecer di jalanan, lalu Larasati meminta Umar menghentikan mobil itu, dan dia bergegas turun dari mobil, Laras melangkahkan kakinya gontai, di ambilnya plat mobil itu, dan dia membalikan tubuhnya, seraya memandang ke segala arah, nampak mobil berwarna hitam, dengan plat mobil yang sama seperti yang dipegangnya, tengah ringsek dan menabrak pohon di tepi jalanan.
Tidak mungkin, apakah itu benar-benar mobil mas Adinata, batin Larasati dengan mata berkaca-kaca.
Lalu Larasati melangkahkan kakinya, menghampiri mobil yang ringsek itu, nampak beberapa polisi dan warga sekitar, tengah berusaha menyelamatkan korban yang terjepit badan mobil, dan ketika Larasati membungkukan tubuhnya, dia melihat tubuh Adinata sedang terjepit, dengan darah dimana-mana, seketika Larasati menangis dan berteriak histeris, karena mendengar teriakan anak perempuan nya, Karsiti bergegas turun dari mobil, disusul dengan Umar yang ikut panik, dan menyusul istri juragan nya itu.
"Toloong selamatkan dia huhuhu, mas Adinata kau harus selamat," pekik Larasati berderai air mata.
Terlihat Karsiti sangat terkejut, ternyata korban kecelakaan disana adalah Adinata, lelaki yang masih sangat dicintai anaknya itu.
"Sudah nduk sabar dulu ya, mereka sedang berusaha menyelamatkan nya," ucap Karsiti seraya memeluk anaknya.
Nampak Umar memberi kabar pada juragan Suripto melalui ponselnya, dan juragan nya itu memintanya untuk membawa pulang Karsiti dan juga Larasati, tapi Larasati menolak dan bersikeras ingin bersama Adinata, dan memastikan keadaan nya baik-baik saja, karena badan mobil yang saling bertubrukan, tubuh Adinata sangat sulit dikeluarkan dari sana, lalu Larasati berusaha menggunakan kesaktian yang bersemayam didalam dirinya, lalu tiba-tiba badan mobil itu terbelah dengan sendirinya, sehingga tubuh Adinata bisa di evakuasi secepatnya.
*
*
...Dukung Author dengan memberikan Vote dan hadiahnya ya, sedang banyak kesibukan sehingga semangat nulis agak kendor, semoga kalian semua sehat selalu ya 😊...
...Bersambung....