
Malam itu simbah Gayatri pergi ke rumah Larasati, nampak gadis itu tengah terlelap di atas ranjang nya, lalu simbah Gayatri memasuki alam mimpi Paras, dan mengajaknya pergi ke alam gaib.
"Nduk cah ayu, ayo ikutlah bersamaku, Kanjeng Ratu mengundangmu ke Istana nya, tapi satu pesanku kuatkanlah hatimu, terimalah kenyataan jika lelaki yang kau cintai akan bersanding dengan perempuan lain, dan kau harus menelan kepahitan itu sekali lagi, Adinata rela menerima pinangan Kanjeng Ratu hanya karenamu nduk, dia tidak ingin hidupmu celaka, apalagi kau memiliki perjanjian gaib dengan makhluk gaib, karena itulah Adinata rela menikahi Kanjeng Ratu supaya kau aman dan bisa membalaskan dendammu", jelas simbah Gayatri didalam mimpi Larasati.
Terlihat Laras tertunduk pilu, hatinya tersayat sekali lagi, karena dia harus merelakan lelaki yang sangat dicintainya, menikah dengan sesembahan nya, meski terluka Larasati berusaha menguatkan diri, untuk menerima kabar buruk itu, dia mengingat kembali dendamnya pada semua penjahat yang masih belum ditemukan nya, kemudian dia berkata pada simbah Gayatri, jika dia akan datang ke pernikahan itu, dan siap membuang cintanya pada Adinata.
"Mari mbah kita bergegas ke pernikahan Kanjeng Ratu, aku sudah rela jika memang ini takdirku, mungkin kisahku dengan mas Adinata harus benar-benar selesai sampai disini", ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Setelah itu simbah Gayatri melesat pergi bersama Laras ke alam gaib, nampak negeri antah berantah itu tengah ramai dengan berbagai pertunjukan, banyak dalang dan sinden dan beberapa penari yang tengahel menghibur para warga gaib, terdengar alunan gamelan Jawa mengiringi gerakan tari penari-penari.
Terlihat simbah Gayatri memberikan salam pada Kanjeng Ratu Ageng Sedo, dia mengatakan pada sesembahan nya itu, jika dia berhasil membawa Larasati, tidak lama setelah itu Larasati melesat ke hadapan Kanjeng Ratu, Laras membungkukan tubuhnya dan memberi salam, nampak matanya berkaca-kaca, seakan air mata nya siap tumpah saat itu juga, dihadapan nya berdirilah Ageng Sedo bersama Adinata, tanpa mendongakan kepalanya ke atas, bulir-bulir air mata gadis itu terjatuh, nampak simbah Gayatri trenyuh dan mengusap air mata gadis itu, perempuan tua itu menepuk pundak Larasati seakan memberikan kekuatan batin, dan Laras pun memberanikan diri mendongakan kepala nya dan memandang sepasang pengantin di atas altar singgasana.
Maafkan aku Laras, aku terpaksa melakukan semua ini, demi keselamatan mu dan juga semua orang yang ku sayangi, dengan begini Kanjeng Ratu akan tetap membantumu untuk membalaskan dendammu, semoga kau bisa menerima semuanya, dan akan ada seseorang yang bisa menjagamu kelak, batin Adinata didalam hatinya.
Tanpa menunggu lama ketua adat alam gaib segera mengesahkan pernikahan keduanya, nampak Kanjeng Ratu Ageng Sedo tersenyum bahagia, karena prosesi pernikahan nya sudah selesai, dan dia sudah resmi menjadi istri dari Adinata, jelmaan kekasihnya pada masa lampau, Ageng Sedo memeluk Adinata dan mengecup bibir lelaki itu, nampak Adinata hanya bisa pasrah dengan perlakuan perempuan gaib itu, sedangkan Larasati yang melihat itu semua nampak sesak didalam dadanya, dia meminta simbah Gayatri untuk memulangkan jiwanya kembali ke alam manusia, lalu perempuan tua itu melesat pergi membawa jiwa Laras kembali ke rumahnya, di perjalanan antara dua dimensi itu, simbah Gayatri berpesan jika Laras harus segera membalaskan dendam nya, jika dia ingin bersama Adinata kembali.
"Apa maksudmu mbah, jika kami nekat bersama apa yang akan terjadi pada kami berdua, Kanjeng Ratu Ageng Sedo terlalu kuat untuk dijadikan lawan, aku tidak berani berhianat darinya", seru Larasati.
"Suatu hari nanti kau akan menemukan jawaban dari pertanyaan mu ini, dan kau bisa menemukan kebahagiaanmu kembali, kau hanya perlu bersabar nduk, sekarang jalanilah hidupmu dengan seharusnya, bapaskan dendam kematian ayahmu, setelah itu jalanmu akan terbuka dengan sendirinya, percayalah padaku, meski aku pengikut setia Kanjeng Ratu Ageng Sedo, entah kenapa hatiku pilu melihat penderitaanmu, lekaslah masuk ke dalam ragamu, aku harus kembali ke alam gaib untuk menemui Kanjeng Ratu", jelas simbah Gayatri seraya melesat pergi.
"Nduk cah ayu bangunlah, bapakmu ingin mengajakmu ke perkebunan, ada sedikit masalah dengan hasil jual beli perkebunan nduk", seru Karsiti dengan menggoncang-goncangkan tubuh anaknya.
Akhirnya Larasati membuka kedua matanya, dilihatnya sang ibu sedang duduk dengan wajah cemas, lalu dia bangkit dari tidurnya dan bertanya pada ibunya, apa yang membuatnya murung di pagi hari.
"Ini sudah siang lho nduk, bapakmu menunggumu dari pagi, tapi kau tak kunjung keluar dari kamar, karena cemas bapakmu menelepon ibu, padahal ibu masih membeli kebutuhan untuk perkebunan, apakah kau sedang sakit nduk, tidak biasanya kau bangun sesiang ini", ucap Karsiti dengan mengkerutkan keningnya.
Oh iya aku lupa, tadi aku pergi ke alam gaib, dan ada perbedaan waktu antara dua dimensi itu, batin Larasati dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Laras baik-baik saja bu, mungkin Laras hanya sedikit kelelahan karena semalaman bergadang membuat tugas kampus", sahutnya berbohong.
Kemudian Larasati bergegas mandi dan bersiap pergi bersama bapak tirinya, nampak diluar sana juragan Suripto tengah menanti nya di teras, mereka akan pergi ke perkebunan kelapa yang tidak jauh dari rumahnya, disepanjang perjalanan juragan Suripto hanya bisa menelan ludahnya kasar, karena melihat kemolekan tubuh anak tirinya itu.
Soal semakin hari tubuhnya semakin menggoda, kenapa aku tidak menikahinya saja dari awal, tapi itu tidak mungkin terjadi jika Karsiti masih hidup, aku bisa memikat Larasati dengan ilmu pelet, supaya dia mau menjadi istriku, tapi sebelum itu terjadi aku harus mengakhiri hidup Karsiti, batin juragan Suripto menyusun rencana.
...Dear semua pembaca, maaf ya Author lama update, sedang dalam fase lelah menulis, karena pembaca agak menurun dan dukungan yang berkurang, InsyaAlloh akan rutin up jika pembaca naik beserta dukungan Vote dan hadiahnya, dan akan ada giveaway lagi, mohon bersabar menunggu ya, makasi 🙏🙏🙏...
...Bersambung. ...