Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Bersekutu dengan sosok buto.


"Apa yang dilakukan pak Suripto, kenapa dia berbicara dengan lelaki yang memiliki aura gelap," gumam Larasati pada dirinya sendiri.


Setelah itu Larasati melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamarnya, lalu lelaki yang bersama Suripto menyadari, jika ada aura negatif yang sangat kuat didekatnya.


Siapa pemilik aura besar ini, kenapa aku merasakan amarah yang sangat besar, batin mbah Sapto, dukun yang di ajak juragan Suripto ke rumah.


Nampak juragan Suripto memperhatikan gelagat aneh sang dukun, lalu dia bertanya tentang apa yang mengganggu pikiran dukun itu.


"Aku merasakan ada kekuatan gaib di rumah ini, mungkin saja kau akan celaka, jika terus berada disini, aku mengetahui segala perbuatanmu di masa lalu, apa ada yang tidak kau katakan padaku, karena jika terjadi ssesuatu padamu, aku tidak dapat langsung membantumu, jika kau saja tidak menceritakan segalanya padaku," tukas mbah Sapto dengan, mengkerutkan keningnya.


"Seperti yang mbah katakan, ada sesuatu yang belum ku katakan, tapi aku tidak bisa mengatakan nya disini."


"Baiklah aku mengerti, kau tidak perlu mengatakan segalanya padaku, karena aku sudah tau semuanya, aku hanya butuh pengakuan darimu, setelah ini aku akan mencari tau, kekuatan apa yang berada di sekitar rumah ini, hanya untuk berjaga-jaga saja, supaya tidak ada hal yang buruk menimpamu," jelas mbah Sapto dengan memandang ke segala arah.


Kemudian mbah Sapto pergi dari rumah itu, ternyata kedatangan dukun itu ke rumah Karsiti, hanya untuk memberikan pelet untuk juragan Suripto, supaya Karsiti mau menyerahkan semua aset milik almarhum juragan Darman, karena jika juragan Suripto meminta secara terang-terangan pada istrinya itu, dia takut jika Karsiti mencurigai niat busuknya, yang ingin mengambil semua harta benda nya.


Nampak mbah Sapto masuk ke dalam sebuah kamar khusus, dia duduk bersila dengan membakar dupa yang ada dihadapan nya, terlihat asap tebal memenuhi ruangan itu, dan kepulan asap itu membentuk sesosok bayangan hitam besar, sosok itu adalah buto sesembahan mbah Sapto, nampak dukun itu mempersembahkan bunga tujuh rupa, beserta sesajen yang tertata rapi di atas nampan, makhluk gaib itu nampak menikmati sesajen yang dihidangkan untuknya, tidak lama setelah itu mbah Sapto terlihat bersimpuh dibawah kaki buto itu, lelaki itu meminta petunjuk dari sang buto, perihal kekuatan gaib yang berada di rumah juragan Suripto, lalu buto itu menyarankan pada dukun itu, untuk tidak ikut campur dalam masalah yang terjadi di rumah itu.


"Tapi dia sudah percaya padaku, tidak mungkin jika aku lepas tangan begitu saja, nama baik ku bisa tercemar yai," ucap mbah Sapto tertunduk gelisah.


"Apa resikonya sangat besar yai, sehingga kau tidak ingin membantu pengikutmu ini."


"Ya, karena kau akan ikut campur dengan urusan kerabat jauhku, dia adalah tuan puteri dari kerajaan besar di alamku, ada manusia yang telah membuat perjanjian dengan nya, dan jika kau ingin membantu manusia yang telah membayarmu, kau akan berurusan dengan nya," jelas buto itu.


Nampak mbah Sapto terdiam, lalu dia meminta ajian dari sang buto, untuk melindungi nyawa nya, supaya dapat selamat dari murka Kanjeng Ratu Ageng Sedo, jika dia sampai ketahuan membantu juragan Suripto.


"Baiklah, aku hanya bisa membantumu sebatas ini saja, akan ku berikan kau ajian malih sukmo, jika Ageng Sedo sampai murka dan ingin melenyapkanmu, kau baca saja mantra yang pernah ku berikan untuk mengubah ragamu itu, ketika kau membacanya, kau akan berubah wujud seperti bangsa buto, sehingga Ageng Sedo akan mengampunimu, karena dia memiliki perjanjian dengan bangsa buto, jika dia tidak akan pernah melenyapkan semua keturunan buto, tapi untuk manusia yang berusaha kau lindungi nyawa nya itu, aku tidak mau menyelamatkan nya, karena aku tidak mau ikut campur terlalu dalam lagi," ucap buto itu seraya melesat pergi.


Kemudian mbah Sapto bangkit berdiri, dia mendongakan kepalanya ke atas, lelaki tua itu tengah menerka-nerka siapa manusia yang melakukan perjanjian dengan makhluk gaib, yang begitu disegani oleh buto sesembahan nya.


Jika aku mengurungkan niatku, untuk membantu Suripto, nama baikku akan tercemar, tapi jika aku nekat membantunya, nyawaku bisa terancam, batin mbah Sapto resah didalam hatinya.


Setelah itu mbah Sapto memutuskan untuk bertapa, dia ingin meminta bantuan dari makhluk gaib lain nya, bagaimanapun mbah Sapto adalah manusia yang serakah, dan haus akan ketenaran, dia tidak ingin nama nya yang sudah tersohor, sebagai dukun yang sakti tercoreng, karena dia tidak mampu membantu juragan Suripto, lalu lelaki tua itu melakukan tapa pendem, sebuah ritual yang mengharuskan dirinya dikubur hidup-hidup di dalam tanah.


...Yuk berikan Vote dan hadiahnya kak, berikan dukungan kalian pada author 😉...


...Bersambung....