Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Permainan panas setelah ritual.


"Bukalah matamu Ras, aku sudah datang untukmu, duduklah dan biarkan sebagian jiwaku memasuki ragamu kembali".


Wuushh...


Sekelebatan cahaya suar kemerahan melesat masuk ke dalam tubuh Larasati, nampak tubuh gadis itu bergetar sangat hebat, sampai akhirnya dia membuka kedua matanya dan bangkit berdiri, terlihat dia tersenyum dengan membulatkan kedua matanya.


Sekarang aku sudah memasuki ragamu, pergilah dan bawa jiwaku bersamamu untuk menemui calon tumbalmu, ucap Kanjeng Ratu didalam tubuh Larasati.


Setelah itu Larasati melangkahkan kakinya kembali pulang, dengan memakai jubah merah dan tudung kepala yang menutupi wajahnya, Larasati berjalan gontai keluar dari dalam hutan Larangan yang gelap itu, sorot cahaya dari lentera nya mengagetkan warga desa yang sedang patroli keliling desa, beberapa dari warga ketakutan melihat cahaya lentera yang dibawanya, dan terdengar oleh Larasati jika warga itu mengira dia adalah orang yang bersekutu dengan iblis untuk membuat sial wilayah desa, kemudian mereka berlari masuk ke dalam hutan itu dan mengejar Larasati, nampak Larasati panik jika warga desa sampai mengetahuu jika dirinyalah yang masuk ke dalam hutan Larangan dimalam hari seperti itu.


Kau tidak usah risau Ras, teruslah melangkah karena penduduk desa itu berniat mengusikmu, aku akan panggilkan si maung untuk menelan mereka hidup-hidup, ucap Kanjeng Ratu dengan senyum liciknya.


Terlihat Larasati sempat meminta Kanjeng Ratu untuk membiarkan warga desa itu, tapi perempuan gaib itu benar-benar tidak perduli, menurutnya siapapun yang ingin menghalanginya ataupun pengikutnya, orang itu berhak mati, karena itulah fia memanggil peliharaan nya si maung untuk mencelakai warga desa yang ingin menangkap Larasati malam itu.


Sesampainya di rumahnya, Laras bergegas berpakaian rapi dan menggoda, supaya calon tumbalnya benar-benar tergoda padanya, tidak membutuhkan waktu lama menuju hotel, Kanjeng Ratu Ageng Sedo mengambil alih raga Larasati, nampak dia menggoda Guntur yang tengah merebahkan tubuhnya di ranjang, jari jemarinya dengan lihai memainkan milik Guntur yang masih tertidur di sarangnya, seketika kejantanan Guntur terbangun dan diapun membuka kedua matanya seraya mengecup bibir mungil Larasati, terdengar nafas keduanya tersengal-sengal, Kanjeng Ratu Ageng Sedo sedang menikmati permainan panasnya dengan lelaki perjaka yang membuatnya sangat bergairah malam itu, terdengar suara-suara aneh yang mengisi kekosongan ruang hampa di dalam kamar hotel itu, permainan panas itu berlangsung hampir satu jam lamanya, sampai akhirnya Guntur terbaring lemas tak berdaya, karena gairah Larasati yang sudah dirasuki Kanjeng Ratu begitu besar, sehingga tenaga Guntur sebagai manusia biasa kehabisan, dia tergeletak dengan tubuh yang mengejang merasakan kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, sampai akhirnya Kanjeng Ratu Ageng Sedo keluar dari dalam raga Larasati dengan wujud yang lebih cantik dari sebelumnya.


"Terima kasih Larasati, tumbalmu kali ini begitu memuaskan hasratku, meski wajahnya tidak rupawan tenaga nya sangat besar, dan bisa mengimbangi permainanku, sebagai gantinya malam ini juga akan ku seret dua lelaki yang telah menodai mu ke hutan Larangan, kau bisa membunuhnya di depan goa malih suami, dengan begitu jazad mereka tidak akan ditemukan, dan hanya dua kali ritual lagi, kau akan mendapatkan pembalasan dendam yang sempurna, dan aku akan mendapatkan kecantikan alami untuk beberapa puluh tahun lamanya, tengah malam nanti kembali lah ke goa tadi, akan ku bawakan dua penjahat itu", serunya seraya melesat masuk pergi.


Aah tubuhku lelah sekali, rasanya tulangku sakit semua, meski bukan diriku yang melakukan permainan itu, tapi aku juga yang merasakan sakitnya, gumam Laras dengan meregangkan otot-otot ditubuhnya.


Dipandang tubuh polos Guntur yang terbaring di ranjang, nampak Larasati hanya menghembuskan nafasnya panjang, dia masih tidak menyangka jika tubuhnya sudah berkali-kali digunakan untuk bermain dengan para lelaki perjaka yang tidak pernah sama sekali dia kenal sebelumnya, dan setiap kali tubuhnya merasakan sensasi setelah bercinta, dirinya pun merasakan lelah yang luar biasa, kemudian Laras menghubungi Ardi melalui ponselnya, dan memintanya datang ke hotel itu secepatnya, karena tengah malam nanti dia akan menemui penjahat yang telah menodai nya, tidak lama setelah itu Ardi datang dan membangunkan Guntur dari tidurnya sementara Larasati sedang merapikan diri di depan kaca, nampak Guntur terbangun dan sangat terkejut melihat Ardi yang ada didepan matanya, lalu dia memandang ke segala arah mencari keberadaan gadis yang telah memadu kasih dengan nya, terlihat lelaki itu tersenyum puas melihat Larasati masih ada disana, kemudian dia bangkit berdiri dan langsung memeluk Laras dari belakang.


Kemudian Larasati melepaskan pelukan lelaki itu, dan tersenyum simpul tanpa menjawab apapun, setelah itu Ardi memintanya untuk berpakaian karena dia akan mengantarnya kembali ke desa malam itu juga, lalu Guntur menolak dan beralasan masih ingin bersama Larasati disana, namun Laras mengatakan jika dia harus kembali ke rumah nya sekarang, dan Guntur pun bersikeras ingin ikut bersama Laras ke rumahnya, sehingga Ardi pun memberi alasan pada Guntur jika ibu Laras sedang sakit sehingga Laras harus menamani ibunya dan kebersamaan mereka hanya bisa sampai disitu saja.


"Tapi Di kau tidak tau sedekat apa aku dengan Laras sekarang, apakah kita masih bisa bertemu kembali Ras?", tanya Guntur dengan wajah gelisah.


"Tentu saja kau bisa meminta Ardi menjemputmu dan kita akan bertemu kembali dan bersenang-senang kembali", jawab Larasati dengan menyunggingkan wajahnya.


Dengan sangat terpaksa Guntur menuruti perintah perempuan yang baru saja memadu kasih dengan nya, diapun merapikan dirinya dan berniat kembali ke desa bersama Ardi, sementara Larasati mengucapkan terimakasih pada Ardi dan memeluknya, jika bukan karena Ardi entah apa yang akan terjadi dengan nya malam itu, lalu ketika Paras akan melangkahkan kakinya pergi, terasa bagian pribadinya agak sakit, dan diapun meringis kesakitan di depan pintu kamar hotel, kemudian Ardi pun menyusul Laras dan bertanya apa yang terjadi dengan nya, namun Larasati hanya menggeleng kan kepalanya tidak mengatakan yang sebenarnya pada teman lelaki nya itu, dan dibelakang keduanya ada Guntur yang membulatkan kedua matanya menatap kaget keduanya sedang saling berpegangan tangan.


Kenapa Ardi menyentuh Larasati seperti itu, mungkin dia tidak tau jika kami baru saja bercinta, sehingga Ardi masih saja berdekatan dengan Laras, setelah ini aku akan memberitau nya supaya dia tidak dekat-dekat lagi dengan Larasati, batin Guntur di dalam hatinya dengan mendengus kesal.


"Kau kenapa Ras, apakah kau masih lelah setelah permainan kita tadi", seru Guntur seraya mendorong Ardi menjauh dari Laras.


"Aah aku tidak apa-apa Tur, aku harus pergi sekarang juga, kau bisa pulang bersama Ardi, Terima kasih untuk malam ini ya", ucap Laras dengan senyum kecil diwajahnya.


...Sampai sini dulu ya kak, lanjut esok lagi terus berikan dukungan pada Author ya, Love u all pembaca setia 🤗...


...Bersambung. ...