Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Jiwa tanpa raga Adinata.


Nampak Larasati memejamkan kedua matanya, dia melihat sesosok bayangan hitam besar berada didekat tubuh Adinata, yang tengah terbaring di atas ranjang, sosok itu adalah raja buto, yang selama ini berada didekat Susanti, semenjak Susanti dekat dengan Adinata, gadis itu lebih sering menghabiskan waktunya bersama Adinata, dan karena itulah buto marah, dan mencelakai Adinata di perjalanan sepulang dari kampus, karena buto itu sangat mencintai Susanti, dia ingin mengambil alih raga Adinata.


Disaat jiwa Adinata mengembara keluar dari dalam raganya, buto itu menunggu saat-saat terakhir nafas Adinata berhembus, sehingga buto itu bisa mengambil alih raganya, dan merasuki tubuhnya, dan buto itu dapat menghabiskan waktu bersama Susanti, perempuan yang dicintai buto itu.


Tidak lama setelah itu, Larasati membuka kedua matanya, dipandangnya jiwa Adinata yang nampak lemah, karena jiwa nya berada di antara dua dunia, sehingga energi nya terkuras habis, lalu Larasati memberikan sedikit energi yang dimilikinya untuk lelaki yang dicintainya itu.


Terlihat jiwa Adinata sangat terkejut, ketika dia mengetahui, jika Larasati memiliki kekuatan supranatural, yang sebelumnya tidak dia miliki.


"Mas ragamu sudah dikuasai makhluk gaib itu, perempuan yang ibumu jodohkan denganmu, adalah perempuan yang sangat dicintai makhluk itu, karena itulah makhluk itu berusaha mengambil alih ragamu, dan sebelum semua terlambat, kau harus segera masuk ke dalam ragamu," jelas Larasati dengan wajah cemas.


"Tapi jika aku kembali ke dalam tubuh itu, apakah aku masih bisa mengingat cintaku padamu Ras?," tanya Adinata menatap sendu wajah Larasati.


"Entahlah mas, yang terpenting adalah kau bisa kembali ke tubuhmu," jawab Larasati meyakinkan Adinata.


Tapi ketika Larasati berusaha melawan buto itu, jiwanya terpanggil oleh suara perempuan tua yang tidak asing untuknya, suara itu adalah suara simbah Gayatri, yang melarang Larasati berurusan dengan buto itu, karena buto itu masih memiliki hubungan dengan Kanjeng Raru Ageng Sedo, sehingga dia tidak boleh melawan nya.


Terlihat Adinata menyunggingkan senyumnya, seraya berkata jika dia rela menjadi jiwa tanpa raga, demi bisa bersama Larasati kembali, lalu simbah Gayatri menyarankan pada Adinata, jika lebih baik dia ikut bersama simbah Gayatri, hidup di alamnya, supaya energinya tidak semakin melemah, kemudian Adinata menatap sendu wajah perempuan yang sangat dicintainya itu, tapi Larasati malah menundukan kepalanya, nampak dia merasa tidak pantas, dicintai oleh Adinata sebesar itu.


"Kenapa kau tidak mau memandangku Ras? aku tau banyak duka yang kau alami, ketika aku berada jauh darimu, aku pun merasa bersalah karena tidak bisa menjagamu dengan baik, setelah ini aku akan kembali berjuang demi cinta kita, aku rela menempati raga manusia lain, asal kita bisa bersama lagi, " cetus Adinata menyunggingkan senyumnya.


Setelah itu jiwa Adinata melesat pergi bersama bayangan berwarna hitam, nampak Larasati hanya bisa menghembuskan nafasnya panjang, dia harus menerima kenyataan, jika kekasihnya harus memulai hidupnya, di alam gaib, sebagai jiwa tanpa raga.


Lalu dia melangkahkan kakinya, kembali ke rumah, disana dia melihat juragan Suripto tengah berbicara dengan seorang lelaki tua, yang memakai baju jubah berwarna hitam.


*


*


...Bersambung....