Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Rencana merebut harta benda.


Nampak Karsiti hanyut dalam perasaan sedihnya, tapi Larasati terus membujuk ibunya, dia meyakinkan ibunya untuk menyetujui keinginan nya, lalu Karsiti berusaha menguatkan hatinya, untuk jauh dari anaknya.


"Apakah kau yakin dengan keputusanmu nduk?." tanya Karsiti menatap sendu wajah anaknya.


"Iya bu, Laras yakin ingin melanjutkan pendidikan kembali, ibu percaya kan jika Laras akan baik-baik saja di kota," jawab Larasati.


Setelah itu Karsiti meminta anaknya untuk istirahat, karena dia akan membicarakan semuanya dengan juragan Suripto, lalu Larasati melangkahkan kakinya ke kamar, dia duduk termenung di depan jendela kamarnya, dilihatnya foto Adinata yang masih tersimpan diponselnya, nampak Larasati berderai air mata, hatinya pilu harus merelakan lelaki yang dicintainya bersanding dengan orang lain, dia menangis sampai terlelap di depan jendela itu, lalu dia bermimpi bertemu dengan sosok simbah Gayatri.


"Ada apa nduk cah ayu, kenapa wajahmu sendu seperti itu, bukankah dendammu sudah mulai terbalaskan," ucap simbah Gayatri seraya mendongakan dagu Larasati ke atas.


"Aku hanya bersedih karena kehilangan lelaki yang sangat ku cintai mbah."


"Untuk apa kau bersedih untuknya, bukankah dia sudah melupakanmu nduk, lagipula kau bisa mendapatkan lelaki manapun yang kau mau, karena sebagian jiwa Kanjeng Ratu Ageng Sedo, masih bersemayam didalam dirimu, kesaktian nya bisa kau gunakan untuk memikat lelaki manapun," jelas simbah Gayatri dengan menyunggingkan senyumnya.


Nampak Larasati tertunduk pilu didalam mimpinya, sebenarnya Larasati ingin melupakan Adinata, tetapi dia tidak rela melihat lelaki yang dicintainya itu berdampingan dengan perempuan lain, lalu simbah Gayatri mengatakan pada Laras, tentang Lasmini yang pergi ke seorang dukun, untuk membuat Adinata membenci dirinya.


"Jika kau mau, kau bisa membuat lelaki itu kembali mencintaimu, karena sejatinya dia memang sangat mencintaimu, tapi karena pengaruh ilmu hitamlah, yang membuatnya membencimu," ucap simbah Gayatri dengan mengaitkan kedua alis matanya.


"Biarlah mbah ku tutup pintu hatiku untuknya, aku akan fokus untuk membalaskan dendamku saja."


"Jika memang begitu keputusanmu, aku akan memberikanmu mantra, untuk menjaga dirimu dari pandangan mata dukun-dukun ilmu hitam, karena bisa saja, mereka mengirimkan santet padamu," cetus simbah Gayatri seraya membisikan rapalan mantra ditelinga Larasati.


Tidak lama setelah itu, Larasati terbangun karena ibunya membangunkan nya dari tidur.


"Semalaman kau tidur disini to nduk, ayo bangun sholat subuh dulu," seru Karsiti seraya berjalan keluar.


Nampak Larasati bangkit dari duduknya, mengambil air wudhu dan bersiap untuk sholat, tiba-tiba terdengar suara perempuan tua, yang memperingatkan Larasati, untuk tidak melanjutkan ibadahnya.


"Jika kau masih menginginkan pembalasan dendam, jangan pernah lagi kau melakukan ibadahmu, karena Kanjeng Ratu Ageng Sedo, tidak mau jika raga yang menjadi tempatnya bersemayam, melakukan ibadah pada Tuhan Nya," ucap simbah Gayatri tanpa terlihat.


Terlihat Larasati memandang ke segala arah, mencari darimana suara itu berasal.


Jadi aku tidak bisa melakukan ibadahku lagi, baiklah semua sudah terlanjur, aku akan mengikuti perintah simbah Gayatri, batin Larasati didalam hatinya.


Kemudian Larasati merapikan kembali mukena nya, tapi tiba-tiba seluruh tubuhnya terasa panas, karena dia mendengar sang ibu sedang membaca ayat-ayat suci, nampak dia menutup kedua telinganya dengan tangan, tapi bacaan ayat suci itu, sangat membuatnya tersiksa, lalu Larasati melangkahkan kaki nya pergi, terlihat juragan Suripto melihat kepergian gadis itu.


Ternyata Larasati pergi ke pondokan yang ada dibelakang rumahnya, gadis itu tengah tertunduk dengan berlinang air mata, dia teringat masa-masa bersama ayahnya, mereka sering menghabiskan waktunya di pondokan itu.


Ayah maafkan Laras huhuhu, Laras harus menempuh jalan ini, meski ayah tidak akan menyukai pilihan yang Laras tempuh, gumam Laras pada dirinya sendiri.


Tanpa Larasati sadari, ternyata juragan Suripto tengah mengikuti dirinya, lelaki itu ingin tau apa yang dilakukan anak tirinya itu.


"Mas kau sedang apa disana, aku mencarimu, karena dari tadi ponselmu terus berbunyi," seru Karsiti mengejutkan juragan Suripto.


Nampak Larasati terkejut mendengar suara ibunya, dia melangkahkan kakinya menghampiri ayah tirinya, yang sedang berdiri mematung ke arahnya.


"Loh bapak sama ibu ngapain disini?." tanya Larasati dengan mengkerutkan keningnya.


Kemudian juragan Suripto mencari alasan, jika dia menghawatirkan Larasati, yang tiba-tiba keluar dari rumah, dan Larasati menjelaskan jika dia hanya ingin mencari udara segar saja.


"Nduk kalau ingin kemana-mana ijin dulu pada ibu, kami semua sangat menghawatirkanmu," tukas Karsiti.


Kemudian mereka semua kembali masuk ke rumah, nampak Larasati bersiap dan menyiapkan berkas yang akan dibawanya, untuk mendaftarkan diri ke Universitas, sementara itu juragan Suripto mengambil sertifikat berharga milik almarhum juragan Darman, nampak dia mengatakan pada Karsiti, jika berbahaya menyimpan surat-surat penting dan berharga di dalam rumah.


"Aku akan menyimpan nya di bank, jadi semua berkas penting ini akan aman, karena disana kita bisa mendapatkan asuransi," jelas juragan Suripto dengan tersenyum licik.


Pertama-tama aku akan merebut semua milik keluargamu, dan aku akan membuatmu menanda tangani surat peralihan nama, batin juragan Suriptp dengan liciknya.


Kemudian Karsiti mengatakan pada suaminya itu, selain surat berharga emas dan berlian yang dia punya juga disimpan nya di rumah, lalu juragan Suripto menawarkan pada Karsiti, supaya semua harta bendanya disimpan saja di bank.


"Kau bisa menyimpan nya disana dengan namamu sendiri, dengan begitu kau akan merasa aman, aku tidak mau jika kau mencurigai saranku, karena itulah lebih baik disimpan saja dengan namamu, setelah ini kita akan pergi ke kota, untuk mengantar Larasati, dan juga menyimpan semua ini di bank," cetus juragan Suripto dengan senyum liciknya.


*


*


...Dukung Author dengan memberikan Vote dan hadiahnya kak, terima kasih 🙏...


...Bersambung....