
Dengan perasaan takut yang menghantuinya, juragan Suripto berkali-kali menolehkan kepalanya ke segala arah, memang benar dugaannya, saat itu Kanjeng Ratu Ageng Sedo sedang mencari keberadaan Larasati, karena sosok gaib itu melihat berbagai ubo rampe dan sesajen sudah siap di goa itu, tapi Larasati tidak berada disana, dengan kesaktiannya Kanjeng Ratu berhasil menemukan keberadaan pengikutnya, lalu dia menghabisi semua anak buah juragan Suripto hanya dengan sekali hempasan saja, dan Larasati yang sudah mulai mendapatkan kesadarannya itu kebingungan dengan apa yang telah terjadi.
Whusst...
Kanjeng Ratu melesat dan melepaskan semua ikatan yang menempel di tubuh Larasati, nampak gadis itu tercengang melihat sosok gaib itu datang menolongnya.
"Kau itu memang manusia yang bodoh, berkali-kali kai terjebak di keadaan yang sama, jika aku tidak membutuhkanmu, tidak akan ku selamatkan kau dari sekapan manusia jahat itu".
"Ta tapi siapa sebenarnya orang itu Kanjeng, aku dibawa kesini dalam keadaan tidak sadar, kenapa dia bisa membawaku pergi dari goa malik suami", ucap Larasati dengan mengerutkan keningnya.
"Tidak usah membahas hal yang tidak penting, segera selesaikan ritual mu, jika kau masih menginginkan balas dendammu, kau itu benar-benar manusia bodoh Ras, kau menolak tawaran ku, dan memilih jalan yang menyulitkan mu".
Terlihat Larasati hanya tertunduk mendengar ucapan Kanjeng Ratu, lalu dia bergegas pergi ke goa malih sukmo, kembali dia melakukan ritual supaya Kanjeng Ratu Ageng Sedo dapat merasuki tubuhnya lagi, setelah Kanjeng Ratu merasuki raganya dia pergi ke penginapan yang sudah dipesan Sadam, disaat Larasati pergi menuju penginapan itu nampak Awan melihat mobil yang dikemudikan nya, semua atau Awan berpikir untuk mengikuti gadis itu, tapi dia mengurungkan niatnya karena saat itu dia sedang membeli keperluan dapur untuk pondok pesantren, dan setelah membeli semua yang dibutuhkan, Awan segera pergi ke pondok pesantren, sesampainya disana Awan sibuk menghitung pengeluaran belanja, dia pun ingin memanggil Sadam untuk membantunya, tapi seorang santri mengatakan jika dia pergi dari siang tadi, bersama perempuan yang pernah berbicara dengannya.
"Perempuan yang mana dek, apa kau yakin juja Sadam belum pulang?".
"Perempuan yang membawa mobil merah kak, aku yakin kak Sadam belum pulang, karena dari tadi aku diluar dan belum melihatnya".
Tadi aku melihat mobilnya, apa mungkin mereka sedang bersama, jangan-jangan Larasati nekat menumbalkannya, batin Awan dengan wajah cemas.
Setelah itu Awan meninggalkan pondok pesantren, dia mengendarai sepeda motornya menyusuri jalan tempatnya melihat mobil Larasati, berulang kali Awan menghubungi ponsel Larasati tapi tidak ada jawaban darinya, lalu Awan terpaksa menghubungi Sadam melalui panggilan telepon, untung saja Sadam menerima panggilan itu, tapi Sadam justru tertawa bahagia dengan mengejek Awan.
"Kau mau apa lagi hah, jangan bicara omong kosong padaku, saat ini aku akan bercinta dengan Larasati di sebuah penginapan, dan jangan coba-coba menasehati ku lagi, aku dan dia saling menyukai dan kami akan melakukannya tanpa paksaan", sahut Sadam dengan angkuhnya.
"Dan yang akan menemuimu bukanlah Larasati, tapi makhluk gaib sembahannya, jika kelak kau mengalami nasib buruk seperti korbannya yang lain, jangan pernah menyesal ya, aku sudah memperingatkan mu".
Tanpa berkata Sadam mematikan ponselnya, nampak Awan semakin cemas setelah mendengar ucapan Sadam, dia memutuskan menyusuri jalanan itu dan melihat mobil berwarna merah yang terparkir, tapi usahanya tak kunjung membuahkan hasil, sementara Larasati sudah sampai di penginapan itu, Kanjeng Ratu yang sudah menguasai tubuh Larasati segera melancarkan aksinya untuk berhubungan badan dengan lelaki perjaka yang sedang menatapnya dengan hasrat memuncak, mereka melakukan permainan panasnya di ranjang panas itu, Sadam kewalahan mengimbangi gerakan Larasati yang luar biasa, keduanya mengeluarkan suara-suara anehnya, hentakan demi hentakan Sadam tujukan pada gadis yang ada dibawah tubuhnya, sampai miliknya mengeluarkan sesuatu dari dalam sana, ya lelaki itu sudah mencapai puncaknya, tubunya mengejang dengan erangan dari bibir mungil Larasati, setelah mereka selesai bercinta Kanjeng Ratu Ageng Sedo melesat pergi meninggalkan tubuhnya, dan Larasati mendapatkan kesadarannya kembali, tubuhnya terasa sangat lelah dan nafasnya tersengal-sengal, nampak lelaki disamping nya mendekap nya sangat erat, Sadam berusaha mengecup bibirnya dan tangan bermain di atas milik pribadi Larasati, tapi gadis itu bangkit berdiri dengan langkah yang gontai.
"Kita sudahi semuanya sampai disini, aku sangat lelah Dam, tidurlah aku akan mandi dan lekas pulang ke rumah."
"Kenapa kau buru-buru Ras, kita masih bisa menghabiskan waktu bersama di tempat ini, kau tau ini yang pertama untukku, dan kau begitu memuaskanku."
"Aku benar-benar harus pulang Dam, ibuku sudah menungguku di rumah, Terima kasih untuk malam ini", ucap Larasati seraya masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
Aku harus segera kembali ke tempat penyekapan tadi, aku penasaran siapa yang berusaha menyekap ku di tempat itu, batin Larasati resah.
Setelah itu dia berpamitan dengan Sadam, dan lelaki itu berniat menemani Larasati sampai bkeng rumahnya, karena Sadam tau jika saat itu dia berpisah dengan Larasati tanpa tau tempat tinggalnya, dia akan susah bertemu dengan gadis itu, tergopoh-gopoh Sadam mengejar Larasati, sampai di parkiran mobil itu nampak seorang lelaki berkopiah sedang berdiri menatap keduanya.
"Larasati kau sudah melakukannya lagi, bukankah aku memintamu untuk menyudahi semua ritual hitam itu, aku akan membantumu menyelesaikan semua nya Ras", seru Awan dengan membulatkan kedua matanya.
"Lepaskan aku Wan, apa hakmu memarahiku seperti ini, apapun yang akan ku lakukan adalah keputusan ku sendiri, kau tidak berhak melarang ku".
"Cepat lepaskan dia bodoh, berani sekali kau menyebtuhnya, sekarang dia sudah sepenuhnya menjadi milikku, kami sudah melakukan hubungan itu, dan kau tidak berhak berkata apapun padany."
"Ya aku tau itu, aku tidak memiliki hak untuk melarangmu, tapi aku perduli padamu Ras, aku ingin kau hidup normal seperti orang lainnya, jangan lakukan itu lagi, aku mohon padamu", serunya dengan menundukkan kepalanya.
"Untuk apa kau perduli padaku Wan, aku ini bukan siapa-siapa mu, aku tidak pantas untuk kau perdulikan, tolong biarkan aku pergi", cetus Larasati dengan deru nafas yang kencang.
"Aku menyayangimu Ras, aku ingin kau berubah menjadi perempuan muslimah, lupakan semua dendam itu, jalani hidupmu dengan wajar jangan bersekutu dengan iblis macam itu."
"Tutup mulutmu Wan, berani sekali kau berkata seperti padanya, hanya karena dia melakukan hubungan itu denganku, kau menuduhnya seperti itu", seru Sadam seraya melayangkan bogem mentah ke wajah Awan.
Sontak Larasati terkejut, karena pertikaian keduanya di tempat umum, lalu Larasati meminta keduanya untuk menghentikan perdebatan itu.
"Sudahlah tidak ada gunanya kalian bertengkar didepanku, aku akan melakukan apapun yang aku mau, dan kau Sadam, jangan berpikir jika setelah kita bercinta tadi, kau bisa memiliki ku, karena yang dikatakan Awan adalah benar, aku menjadikan mu alat saja, aku memang bersekutu dengan makhluk gaib, dan kau sudah ku persembahkan untuknya, selamat, karena kau sudah menyerah kan perjaka mu pada makhluk gaib sembahan ku, permisi aku harus pergi", ucap Larasati seraya masuk ke dalam mobilnya dan pergi.
...Berikan dukungan untuk author yuk, jangan lupa berikan Vote dan hadiahnya, terimakasih all 🙏...
...Bersambung....