
Setiap harinya Ageng Sedo selalu menggoda Adinata, dengan daya pikat yang dimilikinya, meski cinta Adinata hanya untuk Larasati seorang, tapi hasratnya sebagai lelaki normal tidak dapat ditahannya, hampir setiap hari Adinata selalu melayani birahi istri baiknya itu, bagi Kanjeng Ratu Ageng Sedo, Adinata adalah reinkarnasi dari lelaki yang sangat dicintainya dulu, sehingga hasratnya pada Adinata sangat menggebu-gebu, jiwa tanpa raga Adinata hampir tidak sanggup melayani nafsu sang istri gaib, sehingga Ageng Sedo selalu menggunkan kesaktiannya supaya Adinata dapat mengimbangi permainan nya di ranjang.
Malam itu adalah malam dimana sosok Ageng Sedo berubah menjadi sosok siluman ular, dan hasratnya untuk bercinta kembali memuncak, nampak Adinata dipaksa melayani keinginannya di ranjang, sangat soal bagi Adinata harus bermesraan dengan seekor ular, tapi dia tidak bisa menolaknya, jika tidak Ageng Sedo akan murka dan mencelakai keluarganya yang ada di alam manusia, terlihat Adinata sudah berbaring di atas ranjang, dan seekor ular besar tengah merayap di atas tubuhnya, meski Adinata tidak berhasrat melakukan permainan panas dengan ular itu, Ageng Sedo tetap menggunakan kesaktiannya supaya Adinata merasakan kenikmatan layaknya mereka berhubungan suami istri, nampak Adinata mengeluarkan suara anehnya, dan ular itu berdesis seakan menikmati setiap gerakan yang Adinata lakukan, hingga akhirnya tubuh Adinata mengejang diiringi suara-suara anehnya, ternyata Adinata sudah mencapai puncak kenikmatan nya, dan sosok Ageng Sedo yang menjelma menjadi ular, telah kembali ke bentuk nya semula, menjadi sosok perempuan cantik tanpa mengenakan sehelai pakaian, dipeluknya tubuh polos Adinata, dan Ageng Sedo mengecup lembut bibir tipis suaminya itu.
"Terimakasih kangmas, aku selalu puas dengan belaian mu, semoga aku bisa memberikan keturunan untukmu", ucap Ageng Sedo seraya memeluk Adinata.
Untuk sesaat Adinata mulai mendapatkan kesadarannya, selalu ada penyesalan setiap kali dia melakukan penyatuan dengan istri gaib nya itu.
Bagaimana jika perempuan gaib ini benar-benar hamil, aargh kenapa aku malah menikmati setiap sentuhan nya, dasar bodoh, batin Adinata memaki dirinya sendiri.
Terdengar jika Ageng Sedo bertanya pada Adinata, apakah dia akan bertambah bahagia, jika mereka akan memiliki keturunan, tapi Adinata hanya terdiam dengan menundukkan kepalanya, lalu Ageng Sedo pun murka dan membentaknya.
"Apakah kau masih memikirkan Larasati kangmas, kau adalah suamiku, kenapa kau memikirkan perempuan lain, jika kau masih melakukannya, setelah Larasati selesai membalaskan dendamnya, maka aku akan melenyapkan nya", seru Ageng Sedo dengan membulatkan kedua matanya.
"Tidak seperti itu istriku, aku hanya merindukan kedua orang tuaku, buto itu telah mengambil alih jiwaku, jika kau tidak keberatan bisakah kau mengembalikan ragaku padaku?", tanya Adinata dengan menundukkan kepalanya.
"Aku bisa saja mengembalikan jiwamu ke dalam ragamu yang sesungguhnya, tapi apa yang akan kau berikan untukku kangmas, bahkan cintamu saja tidak bisa kau berikan padaku", jawab Ageng Sedo seraya melesat pergi.
Nampak Adinata tertegun dengan peluh yang membasahi keningnya, hatinya semakin kalut dengan ucapan Ageng Sedo, ingin rasanya dia menuruti ucapan perempuan gaib itu, tapi benar ucapannya, jika cintanya tidak bisa dia berikan untuk perempuan lainnya.
Dan di alam nyata, Larasati sedang terlelap di atas ranjangnya, didalam mimpinya dia bertemu dengan Kanjeng Ratu Ageng Sedo, perempuan gaib itu ingin melakukan perjanjian baru dengan nya.
Nampak Larasati sangat gelisah dengan pilihan apa yang harus di ambilnya, kemudian Ageng Sedo mengatakan jika waktunya untuk berpikir hanya sampai malam sebelum bulan purnama datang, jika dia menyetujui syarat yang dikatakan nya Larasati harus membakar semua barang-barang yang berhubungan dengan Adinata dimasa lalu.
"Itu hanya sebagai simbol, jika kau menyetujui perjanjian kita, dengan begitu kangmas Adinata akan melupakan cinta nya padamu, karena aku sangat mencintainya, sehingga aku tidak bisa menyakitinya, tapi aku bisa menyakiti orang-orang yang dikasihinya, sehingga dia akan menuruti ucapanki, tapi tetap saja dia menyimpanmu didalam hatinya", ucap Ageng Sedo dengan mata memerah.
Kemudian Larasati terbangun dari tidurnya, nampak peluh membasahi keningnya, dan degup jantungnya sangat kencang.
Mimpi tadi pasti bukan sekedar mimpi biasa, apakah Kanjeng Ratu Ageng Sedo benar-benar datang didalam mimpiku, batin Larasati seraya mengusap peluh di keningnya.
Setelah itu Larasati berjalan ke arah dapur untuk mengambil air minum, nampak juragan Suripto sedang berbicara dengan seseorang melalui panggilan telepon, dia akan bertemu dengan seseorang besok, tapi juragan Suripto meminta orang itu untuk menunggu telepon darinya.
"Untuk jam dan lokasinya biar aku saja yang menentukan nya, aku akan menghubungi mu lagi", ucapnya seraya menutup panggilan telepon itu.
Dan disaat juragan Suripto membalikkan tubuhnya, betapa terkejutnya dia karena Larasati sudah ada dibelakangnya.
Kenapa gadis ini melihatku dengan tatapan seperti itu, apakah dia mendengar semua ucapanku batin juragan Suripto resah didalam hatinya.
...Berikan Like dan komentar nya ya kak, jangan lupa tekan tombol favorit untuk mendapatkan update terbaru dariku 😉...
...Bersambung....