Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Nasib Buruk Widuri.


Beberapa hari setelah Karsiti kembali ke rumahnya, sang suami belum juga pulang bahkan ponselnya juga susah untuk dihubungi, nampak Karsiti semakin mencemaskan suaminya, dia meminta seseorang untuk mencari tau dimana keberadaan suaminya, dan Larasati hanya bisa menenangkan ibunya.


"Ibu tidak boleh terlalu cemas seperti itu, Laras tidak ingin kandungan ibu kenapa-kenapa, mungkin bapak sedang sangat sibuk atau ponselnya rusak, sehingga dia tidak bisa memberikan kabar".


"Semoga saja ya nduk, ibu trauma dengan kejadian yang pernah kau alami bersama almarhum ayahmu, ibu tidak ingin hal yang sama terjadi pada bapak tirimu, kasihan adikmu yang ada didalam perut ibu nduk", seru Karsiti terisak.


Sementara di lereng gunung sana, juragan Suripto telah berhasil merebut hati warga desa, dia menawarkan sejumlah uang dengan beberapa hewan ternak dan juga sepetak tanah untuk warga yang mau menikahkan anak perawan nya dengan nya, ternyata banyak warga yang ber antusias menerima tawaran nya, apalagi setiap hari rentenir selalu datang menagih hutang mereka, nampak adik ipar Umar berhasil menjalankan tugasnya, dan juragan Suripto pun sangat senang karena pekerjaan nya di desa itu tidak akan lama.


Meski banyak gadis muda yang masih perawan, kenapa aku tidak tertarik sama sekali, justru aku hanya memikirkan Larasati terus, padahal aku sudah merenggut kehormatan nya, tapi tetap saja dia selalu nampak menggoda dan menggairahkan, seakan hanya dengan memilikinya saja, aku tidak butuh perempuan mana pun lagi, tapi dengan kehamilan Karsiti, rencanaku jadi berantakan, batin juragan Suripto dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Lalu juragan Suripto memerintahkan Umar untuk memilih satu gadis yang paling cantik dan molek di antara gadis yang lain nya, karena dia tidak terlalu tertarik memandangi gadis di desa itu, jaringan ponsel di daerah itu sangat buruk, sehingga dia tidak bisa menghubungi siapapun darisana, lalu dia pun teringat jika sudah dua hari tidak memberikan kabar pada istrinya yang sedang hamil.


Semoga Karsiti tidak mencariku ke kota, jika tidak dia akan tau kalau aku tidak ada disana, gumamnua cemas.


Tapi kecemasan nya percuma, karena Karsiti sudah memerintahkan sopirnya untuk mencari tau dimana keberadaan suaminya, dan setelah mencari ke kota Parjo tidak dapat menemukan suami juragan nya itu, menurut pegawai di gudang penyimpanan barang juragan Suripto tidak ada disana, dan pengiriman barang tidak mengalami kendala sama sekali, lalu Parjo kembali ke rumah juragan nya dan memberikan informasi itu, terlihat wajah Karsiti semakin cemas, dia kalut memikirkan dimana keberadaan suaminya.


Terdengar oleh Larasati jika ibunya tengah menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya, kemudian dia bergegas menghampiri ibunya dan memeluknya.


"Sudah ya bu, mungkin bapak sedang ada urusan lain, dan tidak bisa memberi kabar dulu, setelah ini aku dan pak Parjo akan mencarinya di tempat usaha miliknya yang ada di kota sebelah, mungkin yang dia urusi adalah pengiriman barang darin perkebunan nya sendiri".


"Mungkin kau benar nduk, tapi bukanlah kau ada kelas hari ini".


"Setelah kelasku selesai, aku akan meminta pak Parjo menjemputku di kampus, dan kami akan langsung mencari bapak di gudang miliknya".


Setelah itu Larasati bergegas pergi ke kampusnya, sementara Karsiti hanya bisa duduk termenung di dalam kamar dengan menanti kabar dari suaminya, sementara itu juragan Suripto sedang menyelesaikan urusan nya dengan warga desa yang anak gadisnya akan dibawanya ke kota, dan tejadi sedikit beda pendapat di antara mereka, sang ayah dari gadis yang akan dibawanya pulang, menginginkan anak gadisnya dinikahkan dengan juragan Suripto berdasarkan adat yang ada di desa itu, tapi juragan Suripto menolak nya karena yang dia inginkan hanyalah gadis itu menjadi istri muda sang dukun langganan nya, dan juragan Suripto mengatakan pada keluarga gadis itu, jika dia akan menyelenggarakan pernikahan nya di kota.


"Bukan maksudku begitu juragan, tapi dia adalah anak gadisku satu-satu nya, jadi aku ingin menikahkannya secara langsung disini, supaya leluhur kami dapat melihatnya", jawab ayah dari gadis itu.


Tapi juragan Suripto bersikeras hanya ingin melakukan prosesi pernikahan di kota saja, karena dia tidak mungkin menikahi gadis yang akan diserahkan nya untuk mbah Warno, dan ayah dari gadis itu terpaksa menerima keinginan juragan tanah itu, lalu dia mengatakan pada sang juragan jika di hari pernikahan anak gadisnya nanti, dia beserta keluarganya akan datang ke kota untuk menyaksikan pernikahan anak gadisnya itu.


"Baiklah jika itu maumu, aku akan memerintahkan ajudan ku untuk menjemput kalian semua, tapi saat ini aku harus membawa anak gadismu ke kota bersamaku, aku harus mengenalkan nya dengan keluargaku", ucapnya dengan tersenyum licik.


Setelah aku berhasil membawa gadis ini ke kota bersamaku, aku akan langsung menyerahkan nya pada mbah Warno, supaya rencanaku untuk memiliki Larasati dapat segera terlaksana, batin juragan Suripto.


Setelah itu juragan Suripto membawa gadis itu pergi bersama nya ke kota, nampak kesedihan diwajah keluarga gadis itu, sementara Widuri sang gadis yang akan beranjak pergi meninggalkan keluarga dan tanah kelahiran nya nampak berkurang durja, dia sangat berat harus berpisah dengan keluarganya, tapi semua dia lakukan demi kesejahteraan keluarganya yang selalu ditagih hutang oleh rentenir, dan setelah mereka mengucapkan salam perpisahan, Widuri mengikuti juragan tanah itu masuk ke dalam sebuah mobil mewah, nampak juragan Suripto sangat bahagia karena dia dengan mudah mendapatkan gadis perawan untuk sang dukun, dan di setelah mobil itu berjalan pergi meninggalkan desa yang ada di lereng gunung itu, juragan Suripto menatap tajam tubuh gadis yang bersama nya itu.


Sialan udara di lereng gunung sangat dingin, membuatku sedikit berhasrat melihat lekuk tubuh gadis ini, tapi aku tidak bisa berbuat apapun, dia adalah calon istri untuk mbah Warno, jika aku menyentuhnya bisa-bisa dukun itu memintaku mencari gadis perawan yang lain nya, dan itu akan semakin menyita waktu saja, batin nya sangat resah.


Kemudian juragan Suripto memintanya untuk mengantarkan nya ke sebuah club malam jika sudah sampai di kota, dan Umar harus membawa Widuri ke rumah mbah Warno setelahnya, lalu Umar bertanya apalagi yang harus dilakukan nya setelah itu, dan juragan Suripto hanya menghembuskan nafasnya panjang.


"Setelah turun dari lereng gunung itu, dan melihat gadis perawan ini, hasratku untuk bercinta timbul, dan di rumah sana hanya ada istri tua ku saja yang sedang hamil muda, dan Larasati belum bisa ku miliki", ucapnya dengan mengusap rambutnya kasar.


Nampaknya juragan Suripto mengatakan semua itu dengan mudahnya, karena mengira Widuri sedang terlelap di dalam mobil, padahal gadis itu mendengar semua ucapan juragan tanah itu, lalu munculah pertanyaan didalam hati Widuri, ketika lelaki yang dia tau adalah calon suaminya mengatakan jika ada istri tuanya yang sedang hamil tua.


Apakah aku akan dijadikan istri kedua, kenapa bapak tidak bertanya lebih dulu sebelum menerima pinangan juragan ini, batin Widuri kalut didalam hatinya.


...Berikan Vote dan hadiahnya yuk kak, terus dukung Author dengan memberikan bunga atau kopi nya jika tidak merepotkan, Terima kasih semuanya 🤗...


...Bersambung....