
Sementara di alam gaib sana, Ageng Sedo sedang berduka karena kesehatan romo nya menurun, sehingga dia mengabaikan semuanya, termasuk Adinata yang sudah tidak berada di alamnya lagi.
Ageng Sedo memerintahkan pelayan istana, untuk memanggil sang Raja yang baru naik tahta. Tapi pelayan itu tidak dapat menemukan keberadaan Raja nya, dia kembali tanpa hasil dengan raut wajah ketakutan.
"Maaf Kanjeng Ratu, Yang Mulia Raja tidak ada di istana, kami tidak bisa menemukan nya di manapun."
Nampak aura kekejaman muncul diwajah Ageng Sedo, dia menutup kedua matanya guna mencari tau keberadaan Adinata. Tapi dia tidak dapat menemukan satu petunjuk pun, karena usahanya mencari Adinata tidak membuahkan hasil. Ageng Sedo murka dan menghancurkan sebuah gubuk di tengah taman, hanya dengan satu kibasan tangan saja.
Kemana kau kangmas, aku merasa jika kau telah menghianati ku, mungkinkah kau kembali ke alam manusia dan menemui Larasati, batin Ageng Sedo dengan membulatkan kedua matanya.
Ageng Sedo berpamitan pada Romo nya untuk mengurus suatu hal, dia melesat ke Goa Malih Sukmo. Ditatap nya dengan sinis seorang perempuan berjubah merah, perempuan itu sedang bertapa di kegelapan. Cahaya suar keemasan menerobos masuk pertahanan perempuan itu.
Bruugh...
Tubuh Larasati terhempas jatuh di bibir Goa, perempuan itu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya. Larasati meringis kesakitan dengan memegangi dadanya, seperti ada luka dalam yang dirasakan nya. Larasati mendongakan kepalanya ke atas, dia mengernyit berusaha memikirkan apa yang sebenarnya terjadi.
"Kau benar-benar manusia tidak tau diri, aku sudah menolong mu menemukan penjahat itu. Aku berikan sebagian kekuatanku supaya kau lebih mudah mencelakai nya, tapi kau tidak bisa membalas budi padaku." Ageng Sedo melotot dengan sorot mata bengis, dan Larasati masih mengerang terkapar di bibir Goa itu.
"Maaf Kanjeng Ratu, apa kesalahan ku?" Tanya Larasati menahan kesakitan.
Tertunduk Larasati berusaha memikirkan ucapan Ageng Sedo, tapi dia benar-benar tidak mengerti, ataupun tau dengan maksud ucapan makhluk gaib itu.
"Meski aku tidak bisa melupakan mas Adinata, aku tidak pernah melakukan apapun Kangjeng, sudah beberapa hari aku bertapa di Goa ini, jika kau tidak percaya gunakanlah kesaktian mu untuk mengetahui kebenaran ucapanku." Jelas Larasati berusaha bangkit berdiri.
Kau memang benar, karena terlalu murka aku tidak mencari tau yang sebenarnya, tapi jika aku melihat sesuatu yang mencurigakan dengan dirimu, aku akan menghabisi semua manusia yang kau sayangi, batin Ageng Sedo.
Dengan menggunakan ilmu batinnya, Ageng Sedo melihat semua yang terjadi di Goa itu. Terlihat jelas jika Larasati terus berdiam di dalam Goa, dia tengah bermeditasi sesuai petunjuknya. Karena Ageng Sedo menjanjikan sebuah kesaktian untuk Larasati, ketika dia berhasil melakukan prosesi tapa itu. Tapi kini sia-sia karena pertapaan itu berakhir sebelum waktunya. Ageng Sedo tersenyum miring dengan tatapan sinis.
"Aku akan terus mengawasi mu, jika kau terlibat dalam hilangnya suamiku, aku tidak akan mengampuni mu, meski kau adalah pengikutku!." Ancam nya seraya melesat pergi.
Larasati terduduk di atas baru besar, dia berusaha mengumpulkan energinya kembali. Dia menghembuskan nafas panjang, seakan ada beban berat di pundaknya.
Dimana kau mas, kenapa kau melakukan semua ini sebelum aku berhasil menyelesaikan pertapaan ku, batin Larasati dengan mengerutkan keningnya.
...Bersambung....