Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Misteri sosok gaib?


Tepat satu minggu Adinata dirawat di rumah sakit, dokter mengatakan pada semua keluarganya, jika kondisinya sudah tidak memungkinkan, Adinata hanya bisa bertahan dengan bantuan alat-alat kedokteran, semrntara Larasati yang tidak tau apa-apa tentang kondisi Adinata, masih sibuk menjalankan tugas untuk mencari lelaki perjaka.


Nampak Larasati tidak sengaja berkenalan dengan seorang mahasiswa kedokteran, yang masih magang di rumah sakit tempat Adinata dirawat, keduanya sering bertemu dan berbagi cerita, karena bulan purnama akan hadir malam itu, Larasati membuat mahasiswa itu tergoda padanya, nampak Lasmini melihat kedekatan mantan kekasih anaknya itu, dengan mahasiswa kedokteran yang magang disana, Lasmini sangat heran kenapa Larasati sangat dekat dengan lelaki itu.


Dasar tidak tau malu, gadis itu sengaja memakai pakaian ketat, untuk menggoda lelaki itu, batin Lasmini mendengus kesal.


Tidak lama setelah itu, Larasati berjalan melewati Lasmini tanpa menghiraukan nya, gadis itu berjalan dengan bergandengan tangan bersama mahasiswa magang itu, nampak Lasmini sangat kesal, karena Larasati mengacuhkan nya begitu saja, dia tidak pernah tau, jika yang dilihatnya malam itu, bukanlah Larasati yang sebenarnya, karena raga gadis itu sudah dikuasai oleh Kanjeng Ratu Ageng Sedo, mereka berlalu pergi ke suatu tempat, terjadi penyatuan di antara keduanya, sudah kedua kalinya raga Larasati digunakan untuk berhubungan dengan lelaki yang masih perjaka, malam itu menjadi malam yang sangat panas untuk Larasati, karena dia juga ikut merasakan setiap kenikmatan yang dirasakan perempuan gaib yang meminjam raganya, tubuhnya tersentak lemas, setelah permainan panasnya dengan lelaki yang sudah menghabiskan malam dengan nya, tubuh lelaki itu terbaring lemas tak berdaya, sementara jiwa Kanjeng Ratu Ageng Sedo keluar dari raga Larasati, nampak dia menjelma menjadi sosok perempuan yang sangat cantik jelita, lalu Larasati mengutarakan keinginan nya, supaya Adinata dapat segera sembuh, dan sehat seperti semula, tapi Kanjeng Ratu Ageng Sedo mengatakan sesuatu yang membuat Larasati berpikir kembali.


"Perjanjian kita diluar itu semua, jika kau ingin lelaki itu kembali hidup, kau harus melakukan sesuatu untukku, setelah semua dendammu terbalaskan, bersediakah kau menukar hidupmu dengan nyawa kekasihmu itu?", tanya nya dengan membulatkan kedua matanya.


Nampak Larasati menundukan kepalanya, dengan nafas yang masih tersengal-sengal, gadis itu nampak ragu dengan syarat yang diberikan, tapi dia meminta waktu untuk berpikir dan mengambil keputusan, tapi perempuan gaib itu mengatakan jika dia harus menjawabnya sekarang juga.


"Kau tau jiwa lelaki itu sudah mengembara jauh, dia tidak berada di alamnya lagi, jika kau semakin lama memberikan keputusan, jiwa nya akan semakin terpisah jauh dari raganya, dan akan membutuhkan raga yang baru untuk tempatnya bersemayam, karena raga yang telah ditinggalkan oleh jiwa, tidak akan bisa bertahan lama, waktumu hanya sampai tiga hari setelah ini, tentukan pilihanmu, aku harus pergi sekarang," jelas Kanjeng Ratu Ageng Sedo seraya melesat pergi.


Terlihat Larasati bimbang dengan pilihan yang harus diambilnya, dia melangkahkan kaki nya pergi, tapi lelaki yang menghabiskan malam dengan nya, menarik tangan nya ke pelukan lelaki itu, nampak Larasati sangat terkejut dan berusaha melepaskan dirinya.


"Kau mau kemana sayang, apakah kau sangat menikmati permainan tadi, jika kau mau aku masih bisa memuaskanmu," ucap lelaki itu menggoda Larasati.


"Tolong lepaskan aku, biarkan aku pergi."


"Kau tidak ingin mengulangi permainan kita tadi sayang."


"Sudah cukup, kau istirahat saja disini, aku ada urusan sebentar," jelas Larasati seraya melangkahkan kaki nya pergi.


Jadi benar jiwa mas Adi sudah keluar dari dalam raganya, batin Larasati dengan mata berkaca-kaca.


"Mas kenapa kau berada disini, kembalilah ke ragamu," seru Larasati berderai air mata.


Nampak Adinata berusaha mengusap air mata Larasati, tapi tangan nya selalu menembus wajah cantik perempuan itu, lalu Adinata menjelaskan jika selama ini, dia berada dalam pengaruh sihir yang ibu nya berikan, sehingga secara tidak sadar, Adinata sangat membenci Larasati.


"Lebih baik aku tiada Ras, supaya aku dapat selalu mencintaimu, aku tidak ingin kembali ke kehidupanku yang sekarang, karena aku sudah cukup menderita berada jauh darimu, meski jarak kita dekat, tapi jarak diantara kita terasa sangat jauh, aku ikhlas tiada supaya kita dapat bersatu kembali," tukas Adinata dengan wajah sendu.


"Tidak mas, kau harus melanjutkan kehidupanmu, kau pantas berbahagia dengan perempuan yabg jauh lebih baik, sekarang kembalilah ke dalam ragamu, aku mohon mas," pinta Larasati terisak.


Namun jiwa Adinata sudah terbelenggu oleh sosok gaib yang lebih berkuasa di suatu tempat, dan Adinata mengatakan jika ada sosok lain yang menghalanginya kembali masuk ke dalam raganya.


"Sebenarnya aku tidak dapat kembali memasuki ragaku, karena ada sosok gaib yang menghalangiku kembali, tapi aku bersyukur karena jiwaku tidak dapat kembali, aku dapat melihat kejadian yang sebenarnya, jika ibuku telah membuatku membencimu, maafkan aku Ras, aku tidak tahan jika terus membencimu," ucap Adinata dengan menundukan kepalanya.


Lalu Larasati berusaha mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, disaat dia melihat melalui batin nya, ternyata benar apa gang dikatakan Adinata, jika ada sosok gaib yang berada di dekat raga Adinata, dia sengaja membuat Adinata mati perlahan, karena jiwanya tidak akan bisa memasuki raganya.


*


*


...Bersambung....