
Dilihatnya sosok yang selalu dirindukan nya, dia adalah sosok Adinata yang mengetahui jika malam nanti Larasati harus melakukan ritual untuk istri gaib nya, nampak Adinata menatap sendu wajah cantik perempuan yang masih sangat dicintai nya itu, sementara Larasati hanya bisa berdiri terpaku dengan mata yang berkaca-kaca, lidah nya seakan kelu tidak mampu berkata-kata, setengah hatinya sangat bahagia bisa berjumpa dengan pujaan hatinya, tapi disisi lain dia takut jika Kanjeng Ratu Ageng Sedo mengetahui pertemuan keduanya.
"Kau tidak perlu hawatir Ras, Ageng Sedo tidak akan mengetahui pertemuan kita, karena disetiap malam bulan purnama, dia sedang bersemedi di suatu tempat, karena itulah aku datang kesini untuk menemuimu, karena aku juga tau jika nanti malam kau harus menyiapkan tumbal seorang lelaki perjaka, entah kenapa hatiku kalut mengetahuinya, meski bukan kau yang secara langsung melakukan hubungan itu, tapi perempuan gaib itu menggunakan tubuhmu sebagai perantara, aku tidak rela jika tubuhmu dijamah lelaki manapun, jika aku mampu dan bisa, aku pasti menghentikan ritualmu nanti malam", seru Adinata pilu.
"Untuk apa mas, tidak ada gunanya kau melakukan semua itu, aku ini sudah hina, tubuhku sudah ternoda dan tidak suci lagi, jadi tidak masalah untukku meminjamkan ragaku pada Kanjeng Ratu, karena tubuhku akan menjadi perawan lagi meski tubuhku digunakan untuk berhubungan dengan lelaki manapun, jadi tidak ada ruginya untukku, asal aku bisa membalaskan dendam ku, untuk membunuh pelaku kejahatan itu, hanya tinggal tiga kali ritual saja, maka aku akan menemukan semua penjahat itu, setelah ku balaskan dendam ku, aku akan pergi jauh dari desa ini, dan kau bisa hidup berbahagia dengan Kanjeng Ratu", ucap Larasati.
"Apa maksudmu pergi jauh dari sini Ras, kau tau bukan aku hanya mencintaimu, apakah kau tidak ingin memperjuangkan hubungan kita kembali, aku rela hidup ditubuh orang lain asal aku bisa bersamamu lagi, untuk masalah Kanjeng Ratu Ageng Sedo, kita bisa meminta saran dari simbah Gayatri, bukankah dia sendiri yang mengatakan akan memberitau kita sebuah cara".
Aku memang mengingat simbah Gayatri mengatakan itu, tapi apakah mungkin pengikut setia Kanjeng Ratu akan mendukungku, batin Larasati didalam hatinya gelisah.
"Apakah kau yakin mas dengan yang dikatakan simbah Gayatri, beliau adalah pengikut setia Kanjeng Ratu, jika dia memberi kita petunjuk, bukankah itu sama artinya dengan beliau menghianati sesembahan nya".
"Kau tidak perlu meragukan simbah Gayatri, meski beliau makhluk gaib, tapin dulunya dia juga seorang manusia, berbeda dengan Kanjeng Ratu yang sedari dulu adalah makhluk gaib, simbah Gayatri masih memiliki belas kasih untuk kita, percayalah beliau akan baik-baik saja".
Tok tok tok...
"Laras nduk cah ayu, bisakah kau antar ibu ke puskesmas nduk, kepala ibu tiba-tiba pusing sekali nduk", seru Karsiti dibalik pintu.
Setelah itu Adinata memutuskan untuk kembali ke alam gaib, dan meminta Larasati untuk berhati-hati, karena setelah dendam nya terbalas, dia akan segera meminta petunjuk pada simbah Gayatri, lalu Laras pun menyunggingkan senyumnya dengan air mata yang membasahi wajah cantiknya, tidak lama setelah itu Adinata melesat pergi, dan dia pun bergegas membuka pintu kamarnya.
Cekleek...
"Apa yang terjadi padamu bu, astaga tubuh ibu panas sekali, kenapa tidak pergi dengan bapak saja bu, pasti sudah dari semalam ibu tidak enak badan kan", seru Larasati cemas.
"Ibu pikir dengan istirahat badan ibu bisa pulih kembali, tapi ternyata pagi ini kepalaku semakin pusing nduk, dan bapakmu sudah pergi dari pagi tadi, karena kau tak kunjung bangun dan kepala ibu semakin sakit, ibu terpaksa mengetuk pintu kamarmu, maafkan ibu ya nduk".
"Ibu tidak usah meminta maaf padaku, aku bersiap dulu ya bu, setelah ini kita langsung ke Klinik saja, supaya ibu cepat ditangani".
"Ambilah ini, bawalah uang ini untuk keperluan mu di desa itu, dan berikan uang ini untuk warga desa yang terlilit hutangnya, buat mereka tergiur dengan uang kau tawarkan, dan mereka akan tergiur untuk menikahkan anak gadisnya denganku, pilihlah dengan benar, ingat aku hanya menginginkan seorang gadis belia untuk ku jadikan istri, dan jika warga itu hanya memiliki anak lelaki, jangan berikan sepeserpun uang pada mereka, mengerti kau", cetus juragan Suripto dengan mengkerut kan kening nya.
Kemudian adik ipar Umar bergegas pergi ke desa yang akan ditujunya, nampak juragan Suripto menghembuskan nafasnya panjang, karena dia merasa lega, satu masalah nya akan segera teratasi, dan dia bisa memiliki Larasati secepatnya.
Dret dret dret...
Ponsel juragan Suripto tiba-tiba berdering, ternyata itu adalah panggilan telepon dari anak tiri yang sangat didambakan nya, dengan tersenyum bahagia lelaki itu menerima panggilan telepon itu, dan ternyata Larasati memberitau jika ibunya berada di klinik, dan menurut dokter ada masalah dengan kesehatan ibunya, dan ibunya harus dirujuk ke Rumah sakit, dan membutuhkan persetujuan juragan Suripto sebagai suami dari ibu nya, lalu dia menutup panggilan telepon itu dan mendengus kesal.
Bukankah lebih baik jika Karsiti mati saja, kenapa aku harus mengantarnya ke Rumah Sakit, tapi jika aku tidak datang kesana Laras akan mencurigai ku, batin juragan Suripto didalam hatinya.
Setelah itu dia bergegas pergi ke klinik itu, dan menemui dokter yang memeriksa kesehatan Karsiti, lalu dokter itu mengatakan sesuatu yang membuatnya sangat terkejut.
"Dengan berat hati saya harus mengatakan ini pak, tapi sebelumnya saya akan mengucapkan selamat kepada bapak, karena istri bapak sedang mengandung anak bapak, tapi di usia ibu yang sekarang, sangat berbahaya sekali menjaga kehamilan nya, karena disini peralatan kami kurang memadai, jadi saya akan merujuk ibu ke Rumah Sakit besar yang ada di kota, untuk mengetahui apakah kehamilan di usia ibu yang sekarang tidak akan berpengaruh untuk kesehatan nya, jika bapak menyetujuinya silahkan tanda tangan berkas ini pak", jelas seorang dokter muda.
Nampak juragan Suripto tercengang mendengar penjelasan dokter itu, dia seakan tidak percaya jika Karsiti bisa hamil di usia nya yang sudah berumur, kemudian dokter itu menyadarkan lelaki itu dari lamunan nya, dan juragan Suripto hanya bisa mengusap peluh di kening nya.
"Apa apakah dokter tidak salah memeriksa istri saya, di usia kami yang seperti ini kami harus mempunyai seorang bayi dok?", tanya nya dengan menelan ludahnya kasar.
"Hal semacam ini sering terjadi pak, dan tidak ada yang tidak mungkin, tadi istri bapak juga sama terkejutnya, jika bapak sudah menanda tangani berkas ini, bapak bisa membawa istri bapak sekarang juga ke Rumah Sakit yang ada di kota", jawab Dokter itu seraya bangkit dari duduknya.
Terlihat Larasati sedang berjalan mondar-mandir di depan ruang pemeriksaan, dia sama sekali belum tau jika ibunya ternyata sedang mengandung benih dari bapak tirinya.
...Apa yang akan terjadi jika Larasati mengetahui kalau ibunya sedang hamil anak dari bapak tirinya, padahal bapak tirinya adalah dalang dari kejahatan yang selama ini dia cari, yuk simak kelanjutan nya dan jangan lupa dukung Author dengan memberikan Like Vote dan hadiahnya ya 😉...
...Bersambung....