Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Rencana besar Awan dan Adinata.


"Apa maksud mu, aku ini tidak dapat kembali ke alam manusia, jika aku tidak menemukan tubuh pengganti, karena ragaku sudah dikuasai oleh sosok buto, jadi aku terperangkap di alam gelap ini." Adinata tertunduk.


"Karena itulah aku datang ke alam kegelapan ini, aku ingin menawarkan tubuhku untukmu, setelah ajal menjemputku, dan kau melihat malaikat maut datang mengambil nyawaku, segeralah masuk ke dalam ragaku, sebelum semua organ ku berhenti total, dan tubuhku kaku. Kau harus segera memasuki tubuhku, jadilah diriku dan miliki identitas ku, tapi satu pintaku, gunakanlah tubuhku dengan sebaik-baiknya, lakukan shalat lima waktu dan jauhi segala keburukkan. Rawatlah Ibuku seperti Ibumu sendiri, dan jelaskan pada Larasati kalau aku sudah pergi selamanya, ucapkan permintaan maaf ku padanya, bimbinglah dia ke jalan yang benar, karena saat ini dia berada dalam jalan yang sesat, demi membalaskan dendam Larasati bersekutu dengan iblis."


"Ta tapi apakah aku bisa merasuki tubuhmu begitu saja, dan kenapa kau seyakin itu padaku, kau memberiku kepercayaan yang begitu besar." Adinata terkejut dengan membulatkan kedua matanya.


"Tentu saja aku percaya padamu, Larasati sudah pernah menjelaskan padaku, jika kau adalah orang yang tekun beribadah dan penyayang, dan disaat ajal segera menjemput ku, aku memilih mu untuk meneruskan semua tanggung jawab ku di dunia, mari ikutlah bersamaku ke alam manusia." Pintar Awan dengan menyunggingkan senyumnya.


"Tunggu dulu, ada sesuatu yang harus ku ambil, itu sangat penting demi keselamatan Larasati, karena saat ini dia sedang bertapa demi mendapatkan sebagian kesaktian Ageng Sedo, jika setelah aku menghilang dari alam gaib ini, dan Ageng Sedo tidak dapat menemukan keberadaan ku, pasti dia akan sangat murka pada Larasati, dan mengira jika aki sedang bersembunyi di suatu tempat untuk menemuinya."


"Kau tidak perlu cemas Adinata, setelah kau mengambil alih ragaku, jiwamu yang sesungguhnya akan tersamarkan, dan makhluk gaib itu tidak akan bisa menemukanmu, karena jiwaku yang sesungguhnya akan kembali ke alam keabadian, dan kau sebagai jiwa baru yang telah menempati ragaku, tidak akan ada yang tau fakta itu, kecuali kau sendiri yang mengatakan nya."


Adinata mengernyit mendengar penjelasan Awan, dia meminta Awan untuk menunggu, karena ada sesuatu yang harus diambilnya. Mustika Candra Kenanga, adalah tempat dimana sebagian kesaktian Ageng Sedo yang bersemayam. Adinata ingin membawanya pergi untuk diberikan pada Larasati, supaya dikemudian hari, Ageng Sedo tidak akan mencelakai Larasati.


Dayang-dayang di istana itu memanggilnya, Adinata terkejut dan melihat mereka semua. "Maaf yang Mulia Raja, Kanjeng Ratu sedang menunggu kedatangan Raja di singgasana." Ucap salah satu Datang dengan hormatnya.


Setelah itu Adinata melesat ke sebuah kamar yang mewah, pilar-pilar tinggi dengan hiasan emas menyangga atap kamar itu. Adinata membuka sebuah peti kuno yang didalamnya terdapat berbagai perhiasan, dia sibuk mengamati satu persatu perhiasan itu.


Yang mana satu Mustika Candra Kenanga, batin Adinata kebingungan.


Dan di atas singgasana nya, Kanjeng Ratu Ageng Sedo mendapatkan kabar tentang sangat Raja yang sedang sibuk melakukan sesuatu, karena penasaran dengan apa yang dilakukan Adinata, Ageng Sedo turun dari singgasananya, ingin melihat apa yang sedang dilakukan Adinata.


Whuust...


Secepat kilat Ageng Sedo melesat menyusuri istana megahnya, dia sedang mencari keberadaan sang suami, yang tidak biasanya meninggalkan dirinya begitu lama di atas singgasana. Padahal Adinata selalu berada disamping nya ketika ada acara besar seperti itu.


...Bersambung....