
"Apakah kau sangat ingin tau, siapa diriku yang sebenarnya?", tanya Ardi menatap tajam pada Larasati.
Nampak Larasati mengkerutkan keningnya, dia menerka-nerka siapa Ardi yang sebenarnya.
" Jika kau ingin tau jati diriku yang sebenarnya, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya Ras", tukas Ardi dengan senyum kecil di wajahnya.
"Baiklah katakan padaku, siapa kau sebenarnya", ucap Larasati dengan jantung yang berdegup kencang.
"Aku ini sama sepertimu Ras, karena itulah aku tau, jika kau sedang mencari lelaki perjaka, untuk kau berikan pada sesembahanmu, aku juga mencari gadis perawan untuk ku tumbal kan pada sesembahanmu", jelas Ardi pada Laras.
" Apakah kau pengikut Kanjeng Ratu Ageng Sedo juga?", tanya Laras penasaran.
"Bukan, aku adalah pengikut Raja buto, dia selalu menginginkan darah dari seorang gadis yang masih perawan, karena itulah aku sempat mendekatimu, tapi Raja buto melarangku, karena kau adalah pengikut sesama bangsa gaib".
Terlihat Larasati menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia ingin tau kenapa Ardi menjadi budak buto itu, lalu dia memberanikan diri untuk bertanya, dan Ardi menjelaskan, jika dia memiliki dendam pada seseorang.
"Aku ingin membalaskan dendam, pada seseorang yang telah menelantarkan ku dan juga ibuku, lelaki laknat yang sama sekali belum pernah ku temui, karena dia lah ibuku menjadi tidak waras, dan kehilangan akal sehatnya setelah melahirkanku, aku ingin tau seperti apa wajah lelaki itu, aku ingin membuatnya merasakan penderitaan yang aku dan ibuku rasakan", jelas Ardi dengan membukatkan kedua matanya.
"Apakah dia adalah bapak kandungmu?", tanya Larasati dengan menelan ludahnya kasar.
"Entahlah, dia pantas disebut sebagai bapak atau tidak, jika dia memiliki hati nurani, dia tidak akan melakukan semua itu pada ibuku, dia mencampakan ibuku setelah tau jika ibuku sudah hamil, dan menurut perkataan bude ku, lelaki itu memaksa ibuku untuk menggugurkan kandungan nya, tapi ibuku bersikeras mempertahankan kandungan nya, sampai akhirnya dia melahirkanku, dan lelaki itu benar-benar meninggalkan ibuku, sejak itulah ibuku jadi frustasi, bahkan dia tidak pernah mengenaliku, bayi yang dilahirkan nya sendiri", seru Ardi dengan wajah sendu.
Astaga, siapakah lelaki laknat itu, kenapa dia begitu tega meninggalkan bayi nya sendiri, batin Larasati dengan menghembuskan nafasnya panjang.
"Maafkan aku Ardi, aku sempat mengira kau yang bukan-bukan, ternyata kau menyimpan kepahitan sejak kau lahir di dunia ini, apakah Raja Buto sudah memberitaumu, siapakah lelaku itu?", tanya Larasati dengan mengkerut kan keningnya.
"Raja Buto belum memberitaumu siapa lelaki itu, karena aku masih terikat perjanjian dengan nya, jika aku berhasil melakukan ritual persembahan untuknya, tidak hanya kematian lelaki itu yang aku dapatkan, tetapi kesembuhan mental ibuku", jawab Ardi dengan menundukan kepalanya.
"Ternyata hatimu begitu mulia Di, kau masih memikirkan ibumu, aku harap keinginanmu lekas tercapai".
Terlihat Larasati tercekat mendengar pertanyaan Ardi, gadis itu menghembuskan nafasnya panjang, dan menceritakan segala kepahitan yang terjadi didalam hidupnya, nampak Ardi membukatkan kedua matanya, ketika dia mendengar semua tragedi kelam yang di alaminya bersama almarhum ayahnya.
"Apakah pihak polisi tidak dapat menemukan penjahat itu?".
"Polisi sudah melakukan segalanya, sepertinya pelaku kejahatan itu sudah profesional, dia menghilangkan segala bukti, bahkan tidak ada saksi sama sekali, mungkin jika hanya aku yang menjadi korban kebejatan penjahat itu, aku akan ikhlas menerima nasib yang aku alami, tapi mereka telah membunuh ayahku, tepat dihadapanku", jelas Larasati dengan mata berkaca-kaca.
"Kau harus bersabar Ras, mungkin apa yang terjadi dihidupmu sudah ditakdirkan seperti itu, mulai sekarang kita bisa berteman dan saling membantu, bukankah kau harus mendapatkan beberapa lelaki perjaka untuk sesembahanmu, dan aku juga harus mencari beberapa gadis perawan, bagaimana kalau kita saling bertukar informasi, bukankah itu akan lebih memudahkan kita", seru Ardi dengan penuh semangat.
Kemudian Larasati menganggukan kepalanya, seraya berjabat tangan dengan Ardi, keduanya sudah saling setuju, jika mereka akan saling membantu, dalam menjalankan ritual masing-masing, dan dikejauhan sana, ada Susanti yang menatap benci pada Larasati, entah apa yang ada dipikiran gadis itu, dia berpikir jika Laras masih mengincar Adinata, tanpa dia tau jika Adinata yang bersamanya adalah sosok gaib, yang selama ini mengincarnya.
Aku tidak akan membiarkanmu memiliki mas Adinata, dasar perempuan murahan, batin Susanti mendengus kesal.
Tidak lama setelah itu, Susanti berjalan menghampiri Larasati, gadis itu menegur Laras untuk menjauhi Adinata, dan dengan santai Larasati menjawab, jika dia sudah tidak perduli lagi dengan lelaki itu.
"Jika kau mau ambil saja, aku sudah tidak menginginkan nya, mas Adinata yang aku cinta sudah berada ditempat lain, dia bukanlah lelaki yang ku cintai", seru Larasati dengan senyum kecil diwajahnya.
Kenapa dia berkata seperti itu, aku tidak mengerti dengan apa yang dia katakan, batin Susanti dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah itu Larasati mengajak Ardi pergi dari sana, nampak Ardi bertanya tentang lelaki yang mereka perdebatkan, lalu Larasati hanya menyunggingkan senyumnya, dan berkata jika lelaki itu adalah bagian terpenting didalam hidupnya.
"Tapi saat ini, raga nya telah ditempati oleh makhluk gaib, yang menyukai gadis itu, buto itu mengambil paksa raga lelaki yang ku cintai, sehingga kini dia menjadi jiwa tanpa raga, karena itulah, meski raga mas Adinata ada dihadapanku, aku bisa mengacuhkan nya, karena aku tau jika yang bersemayam didalam raganya bukanlah dirinya lagi, melainkan buto yang mencintai perempuan itu", jelas Larasati dengan menundukan kepalanya.
...Jangan lupa berikan dukungan kalian, dengan memberikan Vote dan hadiahnya, maaf jika lama update nya, Author sedang banyak kesibukan di dunia nyata, doakan semoga semua lancar dan selesai secepatnya, Terima kasih 😘💕...
...Bersambung....