Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Awal pembalasan dendam.


Nampak Sastro sangat terkejut, ketika dia mengetahui, jika sepasang lelaki dan perempuan yang tengah memadu kasih itu adalah Rudi bersama anak tiri juragan nya.


"Lihatlah baik-baik bukankah itu Rudi, kurang ajar dia menikmatinya seorang diri, mari kita kesana dan melakukan nya secara bergantian." tukas mereka bertiga kompak.


Lalu Satro pun menahan keinginan mereka, terdengar Sastro mengatakan, jika juragan Suripto akan marah, jika mereka berani menyentuh anak tirinya itu.


"Bukankah kita semua sudah tau, jika juragan juga ingin memiliki anak tirinya itu, kalau kita berani kurang ajar dengan nya, entah apa yang akan terjadi pada kita." jelas Sastro seraya mengusap peluh dikeningnya.


Kemudian mereka mengatakan, jika mereka tidak perduli dengan amarah juragan nya itu, mereka mengatakan jika Larasati nampak menikmati permainanan panasnya dengan Rudi tanpa paksaan.


"Bisa saja kan perempuan itu sedang membutuhkan kehangatan, jika dia saja tidak keberatan melakukan nya dengan Rudi, pasti dia juga tidak akan menolak, melakukan nya dengan kita." sahut mereka seraya berjalan menghampiri kedua orang yang tengah memadu kasih itu.


Dipertengahan permainan panasnya, nampak hentakan demi hentakan membuat Larasati merintih, menahan sesuatu yang akan segera keluar dari dalam dirinya, sampai akhirnya Rudi memekik dan mengejang, karena miliknya sudah terpuaskan, keduanya saling mengecup dengan nafas tersengal-sengal, tapi tiba-tiba ketiga anak buah juragan Suripto mendekati keduanya, nampak Sastro berjalan dibelakang ketiganya, mereka semua nampak tersenyum licik, dan mengatakan pada Larasati, jika dia juga harus melayani hasrat mereka bertiga.


"Jika mbak Larasati tidak memuaskan hasrat kami, maka kami akan menyebarkan video ini." seru salah satu lelaki itu, seraya memperlihatkan handphone, yang berisi video panasnya dengan Rudi.


Nampak Larasati berdiri, dengan badan yang setengah polos, terlihat dia membulatkan kedua matanya, gadis itu melangkahkan kakinya perlahan, tiba-tiba Larasati mendapatkan penglihatan didalam batin nya, jika mereka semua yang ada disana, adalah penjahat yang pernah menodainya.


Jadi kalian semua adalah penjahat-penjahat itu, kalian belum puas setelah merenggut kehormatanku, baiklah akan ku puaskan kejantananmu, batin Larasati dengan tersenyum licik.


Setelah itu Larasati melepas semua pakaian nya, dia berjalan mendekati semua lelaki itu, nampak ketiga lelaki itu mengelilingi Larasati, dengan tatapan mata yang buas, dengan kasar salah satu dari mereka menarik lengan Laras, hingga tubuhnya menempel didada lelaki itu, nampak lelaki itu mengeluarkan miliknya, dan meminta Larasati untuk memuaskan nya, lalu kedua tangan Larasati menyentuh milik lelaki itu, terdengar suara anehnya, yang merintih menahan sesuatu, sedangkan kedua lelaki lain nya, tengah berdiri menunggu giliran, sementara Rudi yang kelelahan akhirnya terlelap dibawah pohon besar, lain hal nya dengan Sastro yang ketakutan, dia takut jika juragan Suripto mengetahui semua ini, karena nyawanya bisa terancam.


Aaarrggh...


"Sialan lepaskan aku, toloong lepaskan perempuan gila ini dariku." pekik Gito dengan membulatkan kedua matanya.


Nampak kedua lelaki lain nya, berusaha melihat apa yang sebenarnya terjadi, nampak Larasati yang sedang berjongkok dibawah sana tengah menggigit milik Gito hingga berdarah.


Tapi sebelah tangan Larasati masih memegangi milik Gito, sampai akhirnya terdengar suara "Kraaks" seperti ada yang patah, nampak milik Gito tertunduk kebawah, dengan darah yang menetes ke tanah, terdengar suara teriakan Gito, dia menggelepar kesakitan, dengan memegangi miliknya, terlihat Larasati tersenyum lebar, dengan mulutnya yang penuh darah, nampak Sastro semakin ketakutan, dia berlari meninggalkan semua teman-teman nya, sementara kedua lelaki yang tengah berdiri mematung dihadapan Laras, hanya bisa membulatkan kedua matanya, mereka berjalan mundur dan ingin pergi dari sana, tapi kaki mereka seakan terpaku disana, tiba-tiba tubuh Larasati yang molek itu, berubah menjadi sosok perempuan tua menyeramkan, nampak wujudnya berubah menjadi perempuan tua, yang mengenekan kain merah yang menutupi wajah dan tubuhnya, terpaan angin membuat wajah menyeramkan perempuan itu, terpampang jelas dihadapam kedua lelaki itu.


"Tolong tolong." teriak keduanya berlari tak tentu arah.


Nampak Larasati telah berubah wujud, raganya telah berubah menjadi sosok Kanjeng Ratu Ageng Sedo, lalu dia menengadahkan kedua tangan nya, terdengar dia membaca mantra-mantra, kemudian datanglah angin kencang, pohon-pohon bergoyang dan menimbulkan suara gaduh, dari kejauhan datanglah seekor macan loreng, binatang buas itu mendatangi sosok menyeramkan itu, terdengar perintah untuk memangsa kedua lelaki yang melarikan diri itu, dan dengan cepat macam loreng itu mengejar dua mangsanya, kedua lelaki itu ketakutan dan berusaha berdoa meminta pertolongan pada Tuhan, nampak seekor macan loreng sudah berdiri tepat dihadapan mereka, gigi runcingnya, dan suara auman nya membuat kedua gemetaran, nampak mereka berlutut memohon ampunan pada Allah, tapi tiba-tiba Kanjeng Ratu Ageng Sedo melesat ke sebelah macan loreng itu.


"Hahaha kalian berdoa pada Tuhan, ingatkah perbuatan keji kalian, aku akan memuaskan rasa lapar si loreng, kalian akan menjadi santapan nya, karena Tuhan tidak akan mendengarkan doa manusia laknat seperti kalian." seru nya seraya memerintahkan macan loreng itu untuk memangsa keduanya.


Dengan cepat macan loreng menerkam keduanya, kuku-kuku panjang dan gigi runcing si loreng membuat tubuh kedua lelaki itu terkoyak, nampak keduanya masih menghembuskan nafas, ketika macan loreng itu mancabik-cabik bagian tubuh mereka, sampai akhirnya keduanya tewas ditangan si loreng, nampak Kanjeng Ratu Ageng Sedo tertawa puas, dia telah memuaskan balas dendam Larasati.


Aku sudah membalaskan dendammu, meski semua penjahat itu, masih bebas berkeliaran di luar sana, kau tenang saja, dan lakukan perintahku, maka aku akan menemukan mereka semua, carilah sembilan belas lelaki perjaka yang lain nya, di bulan purnama yang akan datang, lakukanlah ritual seperti malam ini, aku akan datang menemuimu di goa ngerogo sukmo, dan kau harus menyiapkan lelaki perjaka untukku, ucap Kanjeng Ratu Ageng Sedo didalam batin nya.


Setelah itu perempuan gaib itu keluar dari raga Larasati, dia mengirimkan guna-guna pada Rudi dan juga Sastro.


"Nduk cah ayu, kedua lelaki yang lain nya tidak melecehkanmu, tapi mereka tetap terlibat kejahatan itu, aku hanya akan membuat akal sehat keduanya hilang, mereka akan seperti orang yang tidak waras, dan tujuh hari setelah ini, mereka semua tidak akan ditemukan, dan setelah mereka ditemukan, hanya ada jazad dan kedua manusia yang kehilangan akal sehatnya itu, aku akan kembali ke alamku, dan nikmatilah waktumu bersama lelaki manapun, karena kesucianmu telah kembali, meski kau berhubungan dengan lelaki manapun, kau akan kembali menjadi perawanan lagi." cetus Kanjeng Ratu Ageng Sedo, yang telah menjelma menjadi sosok perempuan yang sangat cantik dan anggun.


*


*


...Berikan Vote dan hadiahnya yuk kak, doakan Author supaya sehat terus, supaya lancar up bab baru, dan merevisi naskah Desa Rawa Belatung, salam sayang untuk kalian semua 😉...


...Bersambung....