
Hari berlalu dengan cepat, Larasati sudah mulai terbiasa dengan kehidupan baru yang kini dijalani nya, setiap harinya dia selalu menebar pesona kecantikan nya, dihadapan para pemuda kampus merdeka, hanya Ardi saja yang tidak terpengaruh dengan daya pikat Laras, didalam hati kecil Larasati sangat tersiksa harus merelakan tubuhnya dijamah para lelaki perjaka, yang akan memadu kasih dengan Kanjeng Ratu Ageng Sedo, melalui perantara tubuhnya.
Sampai akhirnya Larasati mengetahui kebenaran, jika Adinata berada di alam gaib karena ingin dijadikan suami oleh Kanjeng Ratu Ageng Sedo, nampak hati Laras berubah sangat kalut, dia mengetahui kebenaran itu disaat Ageng Sedo merasuki raganya, Larasati dapat melihat setiap bagian kehidupan di alam gaib sana, di tengah-tengah permainan panasnya, Kanjeng Ratu Ageng Sedo merasa jika tubuh Laras menolak menikmati setiap permainan panas yang dilakukan nya, bersama lelaki perjaka yang sudah disiapkan oleh Laras.
Apa yang terjadi dengan gadis ini, kenapa dia tidak merasakan kepuasan seperti sebelumnya, batin Ageng Sedo mendengus kesal.
Akhirnya perempuan gaib itu menghentikan hasratnya, dia keluar dari dalam raga Larasati, dan bertanya kenapa dia menghalangi kepuasan hasratnya.
Terlihat Larasati masih terdiam dengan nafas yang tersengal-sengal, sementara lelaki yang memadu kasih dengan nya, nampak tertidur lemas tak berdaya.
"Maafkan aku Kanjeng Ratu, apakah kau berniat menjadikan mas Adinata sebagai suamimu?", tanya Larasati dengan mengkerutkan keningnya.
"Untuk apa kau bertanya padaku, lelaki itu adalah suamiku dimasa lampau, aku sudah lama menunggu kehadiran nya, dan aku baru tau jika dia bereinkarnasi sebagai manusia, karena itulah aku akan menikahinya di alam ku", jawabnya menyeringai.
"Tapi dia adalah kekasihku Kanjeng, hanya dia lelaki yang ku cintai, kenapa kau melakukan semua ini padaku", seru Larasati berlinang air mata.
"Baiklah tentukan pilihanmu, apakah kau masih menginginkan pembalasan dendam untuk kematian orang tuamu, jika tidak kau bisa memiliki lelaki itu, itupun jika dia masih ingin bersamamu", sahut Ageng Sedo dengan membulatkan kedua matanya.
Aku sudah meminta Adinata untuk bersamaky, dan menolak Larasati, karena aku sudah menceritakan segalanya padanya, jika Adinata menolak menikah denganku, nyawa Laras bisa terancam, karena aku bisa mencelakai nya kapanpun itu, batin Ageng Sedo didalam hatinya.
Tidak berselang lama, perempuan gaib itu pergi, meninggalkan Larasati yang sedang berderai air mata, ingin sekali dia pergi ke alam gaib, tempat Adinata berada saat itu, lalu Larasati bergegas memakai pakaian nya kembali, dengan langkah gontai Larasati berjalan menuju rumahnya.
Terlihat juragan Suripto menelan ludahnya kasar, karena melihat Larasati pulang mengenakan pakaian mini dan ketat, sehingga lekuk tubuhnya menggoda kejantanan nya, lalu dia berpura-pura tersandung dihadapan Laras, sehingga Larasati reflek memegangi lengan juragan Suripto, nampak bagian atas Larasati sedikit menyembul keluar, dan tangan nya sengaja menyenggol kedua gundukan itu, dan dari arah belakang nampak Karsiti terkejut melihat suaminya yang hampir terjatuh.
"Astaga bapak, kalau jalan hati-hati dong, untung ada Laras, kalau tidak kepalamu bisa terbentur lantai itu", seru Karsiti seraya berlari menopang tubuh suaminya.
Sialan kenapa Karsiti harus datang disaat aku sedang menikmati kemolekan tubuh anaknya, batin juragan Suripto dengan menghembuskan nafasnya panjang.
"Ah iya bu, sepertinya aku kelelahan setelah mencari pinjaman ke bank, untuk menutup semua hutang almarhum ayah Laras", ucap juragan Suripto mengalihkan pembicaraan.
Nampak Larasati terkejut mendengar hutang yang disebut ayah tirinya itu, lalu dia menanyakan untuk apa hutang itu.
"Tidak semuanya Ras, jika semua harus ku punjamankan dari tabunganku, aku hawatir jika uang itu berhenti hanya untuk membayar upah pekerja, karena itulah aku juga harus mencari pinjaman lagi, karena sebagian tabunganku juga ku gunakan untuk usahaku sendiri", jawab juragan Suripto memberikan alasan.
Padahal aku sengaja mencari pinjaman, supaya usaha keluargamu jatuh bangkrut, dan kalian hanya akan mengandalkan kekayaan ku saja, setelah itu aku akan menceraikan Karsiti, dan menikahimu nduk cah ayu, batin juragan Suripto didalam hatinya, dengan tersenyum licik.
Terlihat Larasati memijat pangkal hidungnya, dia sedang mencerna perkataan ayah tirinya itu, dan ibu nya menjelaskan hal yang sama, jika pinjaman itu harus dilakukan demi kebaikan mereka bersama.
"Maaf Pak, bisakah aku melihat berkas pinjaman hutang itu, Laras ingin menghitung bunga dari pinjaman yang kita ambil".
"Baiklah Ras, mari ikut aku ke ruang kerjaku, dan jika kau berkenan kau bisa ikut membantuku menghitung penghasilan perkebunan bulan ini", tugas juragan Suripto seraya berjalan ke ruang kerja nya.
Nampak Laras berjalan dibelakang ayah tirinya, dia memasuki ruang kerja yang dipenuhi dengan tumpukan kertas-kertas, lalu juragan Suripto menyerahkan beberapa dokumen penting yang harus dibaca oleh Laras, tapi tiba-tiba gadis itu merasakan sakit dibagian kewanitaan nya, gadis itu meringis kesakitan dengan meremas beberapa buku yang ada dihadapan nya.
Aaah... sstts...
Terdengar suara rintihan dari bibir mungil Larasati, membuat gairah juragan Suripto terbangun, karena suara rintihan Larasati, yang terdengar seperti suara ******* ditelinga nya.
Kemudian dia membalikan tubuhnya, dan melihat Larasati tengah merintih dengan menggigit bibir bawahnya, sontak hasratnya terpanggil dan dia ingin membuka semua pakaian yang menutupi tubuh molek anak tirinya itu.
...Berikan Vote dan hadiahnya yuk kak, Author usahakan sering update buat kalian pembaca setiaku 😘...
Hai jangan lupa baca Novel othor yang berjudul Penelusuran Gaib Rania. Jika berkenan dan ingin tahu lebih rinci jalan ceritanya, bisa singgah dulu di Novel Desa Rawa Belatung. Karena ceritanya berawal dari desa tersebut, dan berlanjut ke season 2 penelusuran gaib itu. Di bawah ini dua Novel horor yang saling menyambung jalan ceritanya.
...Bersambung....