
Akhirnya Karsiti memutuskan untuk pergi dari rumah itu, dia berjalan gontai dengan air mata yang membasahi wajahnya, nampak juragan Suripto berusaha memapah Karsiti, tapi dia menepis tangan juragan Suripto, hati Karsiti begitu terluka karena hari itu bukan hanya anaknya saja yang dihina, tapi harga dirinya juga seakan tercemar.
"Tolong mas mulai hari ini jangan datang ke rumah ku lagi, keluarga ku sudah hina dimata semua orang, ditambah kedekatan kita membuat semua orang memandang hina diriku, terima kasih untuk semua bantuanmu pada keluargaku." ucap Karsiti berderai air mata seraya berjalan tertatih kembali ke rumahnya.
Sialan karena ucapan orang-orang itu, Karsiti memutuskan untuk menjauhiku, apa yang harus aku lakukan, aku tidak mungkin nekat mendatanginya lagi, aku tidak ingin membuatnya marah dan membenciku, batin juragan Suripto dengan mendengus kesal.
Sementara itu di dalam rumah Adinata, nampak ibu nya terus mendesak Adinata untuk mengakhiri hubungan nya dengan Larasati, sang ayah yang saat itu menjabat sebagai seorang kepala desa, hanya bisa menyarankan Adinata untuk mengambil keputusan nya sendiri, pak Tirto agung adalah kepala desa yang sangat berwibawa, beliau tidak mementingkan kehormatan nya, namun dia hanya menginginkan kebahagiaan untuk anak lelaki itu.
"Bapak tidak bisa memaksakanmu untuk meninggalkan Larasati, semua pilihan ada ditanganmu Le, bapak yang meminta semua orang untuk tidak mengatakan segalanya padamu, biarlah kau mengetahui segalanya saat kau kembali kesini, karena ketika kau berada di negara asing, dan kau mendengar semua berita buruk ini, bapak yakin kau tidak akan bisa bangkit sendiri, kau akan terpuruk menerima cobaan ini, tapi sekarang kau sudah bersama keluargamu Le, lepaskanlah semua beban yang ada dihatimu, katakanlah apa kau bisa menerima kondisi Larasati atau tidak, bapak tidak akan mendesakmu, ini adalah masa depanmu, kau lah yang berhak memutuskan nya." tukas pak Tirto dengan menepuk pundak Adinata.
"Tidak pak, aku tidak setuju dengan pendapatmu, Adinata harus mengakhiri hubungan nya dengan perempuan itu, dia sudah tidak suci lagi, apa yang akan didapatkan Adinata dengan menikahinya, hanya aib saja yang akan diberikan nya pada keluarga kita, apa kata semua orang nanti jika bapak kepala desa, memiliki seorang mantu korban pelecehan, dan anakku ini adalah pemuda yang sangat tampan dan berpendidikan, dia memiliki penghasilan yang banyak dari luar negeri, kenapa kita harus menikahkan nya dengan perempuan macam itu pak, banyak gadis diluar sana yang lebih dari segalanya, daripada Larasati itu." seru Lasmini mendengus kesal.
Sementara Adinata hanya terdiam mendengar ucapan kedua orang tua nya, hati Adinata masih terluka dan belum bisa menerima kenyataan yang ada.
Apakah semua ini nyata, aku harap semua ini hanya mimpi, batin Adinata dengan meneteskan air mata nya.
"Ibu bapak tolong berikan aku waktu untuk mengambil keputusan, aku tidak mungkin memutuskan hubunganku begitu saja dengan Laras, aku sangat mencintainya bu pak, aku harus memikirkan segalanya, tolong jangan paksa aku untuk meninggalkan Laras, biarkan aku berbicara empat mata dengan nya dulu." tukas Adinata dengan mengusap rambut nya kasar.
"Apalagi yang akan kau bicarakan dengan nya Le, kau harus menuruti perkataan ibu, Larasati itu bukan perempuan baik-baik, kau harus melupakan nya dan memulai hidupmu dengan perempuan yang jauh lebih baik, jika kau tetap mempertahankan hubunganmu dengan nya, ibu tidak akan mau lagi berbicara denganmu." pekik Lasmini dengan membulatkan kedua mata nya.
"Sudah to bu jangan memojokan anakmu seperti itu, kasihan dia pasti sangat terluka hati nya, biarkan Adinata menyembuhkan luka dihati nya, anakmu itu sudah dewasa bu, dia bisa menentukan masa depan nya sendiri, kita sebagai orang tua hanya bisa menasehati nya, tapi kita tidak boleh memaksakan keinginan kita, karena dia berhak menentukan masa depan nya sendiri." ucap pak Tirto menasehati istri nya.
"Sudahlah bu aku mohon berikan aku waktu sendiri, ini masa depanku biarkan aku yang memutuskan segalanya, dan aku minta jangan ada yang masuk ke dalam kamarku." cetus Adinata seraya melangkahkan kaki nya.
Nampak Lasmini mendengus kesal, karena anak lelaki nya tidak mau menuruti ucapan nya, Lasmini mengatakan pada suami nya, jika dia harus mendukung keputusan nya, untuk memisahkan Adinata dari Larasati.
"Maaf bu bukan nya bapak tidak mau mendukung ibu, tapi bapak hanya ingin Adinata bahagia dengan pilihan nya sendiri, bagaimanapun dia sudah dewasa dan bisa menentukan masa depan nya sendiri, dia bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk, percayalah padanya bu, jangan memaksakan kehendakmu seperti itu." tukas pak Tirto menasehati istri nya.
"Tidak pak pokoknya ibu tidak sudi memiliki menantu seperti perempuan itu, lebih baik ibu tiada jika harus menerima kenyataan, jika perempuan itu akan menjadi istri dari anakku." pekik Lasmini dengan membulatkan kedua matanya.
"Nyebut bu jangan bicara seperti itu, apapun yang menjadi pilihan Adinata, kita harus bisa menerimanya." seru pak Tirto dengan mengkerutkan kening nya.
*
*
...Apa yang akan terjadi dengan hubungan cinta antara Larasati dengan Adinata, ditunggu dengan sabar ya kak 😂...
...Bersambung....