
Nampak Lasmini menyuguhkan minuman yang sudah dicampur nya, tanpa sadar Adinata meneguk habis air didalam gelas itu, terlihat Lasmini tersenyum puas melihat ramuan itu sudah habis diminum anaknya.
Baguslah Adinata sudah meminumnya, besok pagi dia pasti melupakan Larasati, dan tidak akan mengingat semua tentang nya, batin Lasmini didalam hati nya.
Sementara itu Larasati yang sedang bingung, membayar gaji para pekerja perkebunan, sedang menunggu kedatangan juragan Suripto, yang akan memberikan nya pinjaman uang, dan setelah menunggu selama dua jam, akhirnya lelaki itu datang dengan membawa beberapa orang bersamanya, nampak merela darang mengenakan baju yang rapi dan beberapa bingkisan beraneka ragam, ditenteng nya satu koper berewarna hitam, dengan penampilan juragan Suripto yang tak kalah rapi nya.
"Assalamuallaikum." seru semua orang di luar sana.
"Waalaikumsallam." sahut Larasati seraya berjalan ke depan.
Nampak Larasati membulatkan kedua mata nya, gadis itu terkejut melihat juragan Suripto datang bersama beberapa orang disana, lalu Larasati berteriak memanggil ibu nya, setelah itu Karsiti berjalan tergesa-gesa menghampiri anak gadis nya, terlihat Karsiti tidak kalah terkejutnya dengan sang anak, dia menanyakan maksud kedatangan juragan Suripto bersama banyak orang ke rumah nya.
"Begini Karsiti dengan berbagai masalah yang ada di keluargamu, aku memutuskan untuk menikahimu, jadi aku lah yang akan menanggung semua beban di keluargamu, kau tidak perlu susah payah meminjam uang dariku, aku mempersembahkan uang ini sebagai mahar pernikahan untukmu, apakah kau bersedia menjadi pendamping hidupku?." tanya juragan Suripto seraya menyerahkan satu koper penuh berisi uang berwarna merah.
"Ta tapi mas masa idah ku masih dua minggu lagi, bagaimana mungkin aku menikahimu." jawab Karsiti gugup.
"Kau hanya cukup menerima uang ini sebagai mahar untukmu, kita bisa menikah bulan depan Kar, yang terpenting sekarang kau bisa membayar tunggakan gaji para pekerja itu, dan aku datang dengan membawa keluarga ku, supaya kau bisa mengenal mereka lebih akrab lagi." jelas juragan Suripto dengan menyunggingkan senyum palsu nya.
Terlihat Karsiti sangat bingung dengan keadaan saat itu, dia memandang wajah anak perempuan nya, nampak Larasati hanya terdiam dengan menundukan kepala nya, entah apa yang ada didalam pikiran nya saat itu.
Kenapa Larasati diam saja, apakah dia tidak menyetujui hubunganku dengan ibu nya, batin juragan Suripto dengan mengkerutkan kening nya.
Setelah itu Karsiti mempersilahkan semua orang untuk masuk ke dalam, namun Larasati tetap terdiam tanpa kata, Karsiti memandang sendu anaknya, dia berjalan perlahan menghampiri Larasati seraya memeluknya.
"Nduk cah ayu kenapa kau jadi diam seperti ini, apakah kau tidak setuju dengan pernikahan ibu dengan juragan Suripto." tukas Karsiti dengan mengusap lembut rambut anaknya.
Nampak juragan Suripto mendengarkan ucapan Karsiti, dia ingin tau apa yang dibicarakan nya dengan Larasati.
"Aku tidak apa-apa bu, justru aku senang ada yang ingin menjaga ibu, juragan Suripto ingin melindungi keluarga kita, mungkin dia benar hanya dengan cara ini, semua orang di luar sana tidak akan bisa lagi memandang rendah padamu bu, aku ingin ibu bahagia dan jangan berlarut dengan kesedihan lagi." ucap Larasati seraya mengecup punggung tangan ibu nya.
"Tapi nduk bagaimana ibu bisa bahagia kembali, jika kebahagiaanmu sendiri tidak ada, ibu juga ingin melihatmu bahagia dengan Adinata nduk." ujar Karsiti dengan mata berkaca-kaca.
"InsyaAlloh Laras ikhlas bu jika mas Adinata memang tidak berjodoh denganku, setelah ini aku akan lebih fokus pada diriku sendiri, karena ada yang harus aku kerjakan bu." jelas Larasati dengan mendongakan kepalanya ke atas.
Aku harus segera mencari tau siapa saja, yang telah menghancurkan kebahagiaan keluargaku, aku akan mencari mereka semua dan membuat mereka membayar semua yang telah mereka lakukan padaku dan juga ayahku, batin Larasati dengan membulatkan kedua matanya.
"Lihatlah juragan Suripto juga ikut membantu, dia membayar beberapa orang yang akan menyelidiki dimana keberadaan mereka semua Ras." seru Karsiti dengan wajah sendu.
"Apa yang dikatakan ibumu benar Ras, orang yang ku bayar untuk menyelidiki kasus mu itu, hampir saja menemukan titik terang, sepertinya yang melakukan semua ini adalah pesaing bisnis ayahmu, jika aku berhasil menangkapnya aku akan menjebloskan nya ke penjara." cetus juragan Suripto.
Penjara tidak akan menyelesaikan deritaku, aku akan menghabisi mereka semua, dengan bantuan dari kanjeng ratu Ageng sedo, batin Larasati dengan mengaitkan kedua alis mata nya.
Hari berlalu dengan cepat masa idah Karsiti sudah selesai, nampak juragan Suripto merencanakan pernikahan yang besar dan mewah, tapi Karsiti menolaknya dengan alasan ingin menjaga perasaan anak perempuan nya.
"Kasihan Larasati mas, seharusnya dia yang akan menikah dengan Adinata, tapi setelah pertemuan kita di rumah nya, Adinata tidak pernah sekalipuna datang menemui Laras, padahal sebelumnya aku melihat Adinata masih sangat mencintai Larasati, tapi entah kenapa dia menghilang tanpa kabar, bahkan aku mendengar desas-desus dari warga desa, jika Lasmini ingin menjodohka. Adinata dengan gadis dari kota." ucap Karsiti dengan wajah sendu.
"Kau tenang saja Kar, jika Adinata akan dijodohkan dengan gadis lain, aku juga bisa mencarikan jodoh terbaik untuk Larasati, kau tidak usah mencemaskan nya, aku akan melindungi Larasati seperti anakku sendiri, dan soal pernikahan kita aku bisa menunda nya, jika kau masih mencemaskan Larasati." ujar juragan Suripto memandang wajah Karsiti.
Terlihat Larasati berjalan gontai menghampiri ibu nya, dia mengatakam jika ibu nya harus melanjutkan kehidupan nya.
"Ibu tidak perlu mencemaskanku, jika juragan Suripto ingin membuat acara yang besar dan mewah, aku sangat bahagia mendengarnya, dia memperlakukan ibu dengan sangat spesial, aku tidak akan bersedih hanya karena mas Adinata dijodohkan dengan gadis lain, percayalah bu berbahagialah dengan calon suami ibu." cetus Larasati dengan menyunggingkan senyum nya.
Setelah ibu menikah lagi, aku bisa lebih fokus membalaskan dendamku, karena ada yang akan menjaganya di rumah, batin Larasati seraya memeluk ibu nya.
"Terima kasih ya nduk kau sangat memperhatikan ibu, semoga keputusan ibu menikah dengan juragan Suripto dapat mengubah pandangan orang lain kepada keluarga kita." cetus Karsiti dengan meneteskan air mata.
Terlihat juragan Suripto tersenyum lebar, dia sangat bahagia karena Larasati mendukung rencana nya, dia sangat tidak sabar ingin merebut semua kekayaan almarhum juragan Darman.
Setelah ini aku akan mengambil satu persatu kekayaan mereka, kemudian aku akan memiliki Larasati juga, tapi aku harus menyingkirkan Karsiti terlebih dulu, batin juragan Suripto tersenyum licik.
*
*
...Maaf ya jarang update, Author kurang semangat nulis akhir-akhir ini, jika berkenan memberikan semangat dukung karya ku dengan memberikan Vote atau hadiah nya ya kak, terima kasih 😉...
...Bersambung....