Dendam Perempuan Berjubah Merah

Dendam Perempuan Berjubah Merah
Adinata Koma.


Kemudian Larasati membawa Adinata ke Rumah sakit, tidak lama setelah itu keluarga Adinata datang, nampak Lasmini mendengus kesal melihat Larasati ada disana, dia mengatakan pada Larasati jika dia bisa meninggalkan tempat itu.


"Terima kasih sudah menolong anakku, tapi lebih baik kau pergi saja dari sini, aku tidak ingin anakku menjadi sial, karena kau ada disini," seru Lasmini mendengus kesal.


Terlihat Larasati hanya menghembuskan nafasnya panjang, dia tidak bisa berkata apapun, nampak matanya berkaca-kaca, lalu Karsiti yang melihat kesedihan anak perempuan nya, angkat bicara dan mengatakan pada Lasmini, jika dia tidak perlu berbicara kasar seperti itu.


"Kau harusnya berterima kasih pada anakku, jika tidak ada dia, entah apa yang akan terjadi pada Adinata, tapi cara bicaramu sama sekali tidak menghargai bantuan nya, kau harus bisa menjaga perasaan orang lain, jangan seenakmu saja berbicara seperti itu," pekik Karsiti dengan berkacak pinggang.


"Terserah kau mau berkata apa, tolong bawa pergi anakmu itu, dan tidak perlu ikut campur dengan kehidupan anakku lagi, dia sudah ku jodohkan dengan perempuan baik-baik, jadi jangan usik kehidupan nya lagi."


Kemudian Karsiti menarik paksa lengan Larasati, di ajaknya pulang anaknya itu, nampak Larasati berderai air mata pilu, dia tidak pernah menyangka jika hubungan nya dengan lelaki yang sangat dicintainya, akan kandas dengan cara seperti itu, dan di tengah-tengah perjalanan nya, Larasati berpas-pasan dengan Susanti, nampak gadid itu sedang berjalam tergesa-gesa, dia membuang muka ketika bertatapan muka dengan Larasati.


"Dasar perempuan tidak tau malu, berani sekali dia bersikap seperti itu padamu nduk," tukas Karsiti kesal.


Setelah itu Larasati kembali ke rumahnya, nampak juragan Suripto sangat kesal, karena dia menemui Adinata.


"Bukankah sudah ku bilang, jangan menemuinya lagi, keluarganya sudah sangat merendahkanmu Ras, aku tidak mau kau terluka lagi," cetus juragan Suripto dengan mengkerutkan keningnya.


"Iya nduk, benar apa yang dikatakan bapakmu, lihat saja sikap Lasmini padamu, dia sangat kasar padamu nduk, bahkan dia melakukan nya didepan ibumu sendiri, dia pikir, tidak ada lagi lelaki yang mau menerimamu, ibu akan membuktikan padanya, jika kau juga pantas mendapatkan lelaki yang lebih baik dari anaknya itu," seru Karsiti dengan menghembuskan nafasnya panjang.


Nampak Larasati memeluk erat ibunya, dia menenangkan amarah ibunya itu, dia mengatakan pada ibunya, jika dia tidak merasa sedih, dengan apa yang dikatakan Lasmini padanya.


"Ibu jangan tersinggung ya, wajar saja jika ibunya mas Adinata bersikap seperti itu, dia hanya hawatir saja dengan keadaan anaknya, karena itulah dia bersikap seperti itu," ucap Larasati pada ibunya.


Kemudian Larasati melangkahkan kakinya ke kamar, dia sangat cemas dengan kondisi Adinata, dia berusaha dengan keras meminta bantuan teman-teman nya, untuk mencari tau bagaimana kondisi Adinata di rumah sakit, lalu salah satu teman dekatnya memberi tau jika kondisi Adinata sedang kritis, dia tidak sadarkan diri dengan kondisi koma, nampak Larasati meratapi nasib lelaki yang sangat dicintainya itu, dia tidak pernah menyangka jika Adinata akan mengalami nasib buruk seperti itu.


"Tolong bu ijinkan saya untuk melihat kondisi mas Adi, sebentar saja bu, saya mohon," pinta Larasati dengan wajah sendu.


"Gara-gara kau mas Adi jadi celaka, dan kau masih berani menampakan wajahmu dihadapan kami," seru Susanti dengan membulatkan kedua matanya.


"Apa maksudmu hah, aku yang telah membawanya ke rumah sakit, aku menemukan nya di perjalanan pulang, dengan keadaan nya yang sudah seperti itu, kau jangan asal bicara ya," tukas Larasati menatap tajam pada Susanti.


Kemudian Lasmini mendorong Larasati, dia mengatakan jika yang dikatakan Susanti itu benar.


"Seandainya Adinata tidak pernah mengenalmu, hidupnya akan baik-baik saja, lebih baik kau pergi saja, dan jangan pernah datang kesini lagi," cetus Lasmini dengan membulatkan kedua matanya.


Tapi tiba-tiba terjddi kegaduhan disana, terlihat beberapa perawat berlarian dan berteriak memanggil dokter, mereka semua berlari masuk ke dalam ruang perawatan Adinata, nampak semua orang yang ada disana seketika panik, mereka bertanya pada salah satu perawat, dan dia menjelaskan jika pasien sedang dalam keadaan kritis, karena terjadi pembekuan darah didalam otaknya, setelah mendengar itu Larasati tertunduk lesu, dia tidak bisa berkata apapun lagi, sementara Lasmini jatuh pingsan di lorong Rumah sakit itu, kemudian mereka membopong Lasmini ke kursi dan memberinya minum, lalu ayah dari Adinata, meminta Larasati untuk pulang terlebih dulu, karena keadaan di Rumah sakit itu sedang kacau


"Nduk kau pulang dulu ya, aku tidak ingin jika ibunya Adinata kembali marah jika melihatmu masih ada disini, aku tau kau masih sangat mencintai anakku itu, tapi mengertilah kondisinya sekarang tidak baik, aku yang akan memberimu kabar tentang kondisi Adinata selanjutnya," jelas ayah Adinata dengan wajah sendu.


Terlihat Larasati menganggukan kepalanya, dia terpaksa pergi dari sana, lalu dia berjalan tertatih dengan hatinya yang sangat terluka.


*


*


...Maaf ya jika lama up nya, sedang ada acara keluarga dan banyak kegiatan di luar sana, mohon pengertian nya ya semua pembaca tercinta....


...Bersambung....