
Nampak Umar mengemudikan mobil ke suatu tempat, sampai akhirnya mobil itu berhenti di depan rumah tua yang nampak menyeramkan, lalu juragan Suripto melangkahkan kaki nya ke dalam rumah itu, terlihat ada beberapa tamu yang sudah menunggu di teras rumah, tapi juragan Suripto langsung masuk begitu saja ke dalam rumah itu.
Kreeaak...
Terdengar suara pintu sebuah ruangan terbuka dengan sendirinya, dan ada seorang lelaki tua tengah duduk dengan menyilangkan kedua kaki nya, dia adalah seorang dukun ilmu hitam yang sangat terkenal dengan kesaktiannya, banyak tamu dari kota-kota sekitar datang ke rumahnya, dengan berbagai tujuan, tapi karena juragan Suripto adalah tamu yang sangat spesial, dukun itu tau jika tamu pentingnya itu akan datang kesana, sehingga dia berpesan pada juragan Suripto, jika dia ingin datang menemuinya langsung masuk saja ke dalam ruangan khususnya, karena dukun itu sedang menunggu kedatangan nya, dan benar saja ketika juragan Suripto datang ke rumah nya, dukun itu selalu mengosongkan jam operasionalnya, sehingga sebelum juragan Suripto datang semua tamu yang sudah antri harus tetap menunggu sampai dia menyelesaikan pekerjaan nya.
"Ada yang mengganjal didalam pikiranku, jika biasanya aku tau kau akan datang beserta tujuanmu untuk apa, berbeda dengan kedatanganmu kali ini, aku tidak dapat mengetahui maksud tujuanmu datang ke rumahku ini, apa yang kau inginkan kali ini?", tanya mbah Warno dengan mengkerutkan keningnya.
"Aah mbah Warno bergurau saja, seperti biasanya kan mbah langsung memberikanku syarat yang akan ku gunakan", jawab juragan Suripto tidak percaya.
"Kau tau aku selalu menyediakan uborampe sebelum kau datang, tapi kali ini aku tidak bisa membaca isi hatimu, karena itulah aku tidak menyiapkan apapun, sebenarnya apa yang kau inginkan kali ini", seru mbah Warno dengan memejamkan kedua matanya.
Disaat lelaki tua itu memejamkan kedua matanya, terlintas sosok Kanjeng Ratu Ageng Sedo yang memerintahkan nya untuk tidak mengganggu Larasati, gadis yang menjadi incaran tamu nya itu, nampak Kanjeng Ratu mengatakan jika dia tetap mengganggu Larasati maka dukun itu akan berurusan dengan nya, setelah mendengar ucapan perempuan gaib itu, mbah Warno membuka kedua matanya, dan menatap tajam pada juragan Suripto.
"Apakah kau kesini dengan tujuan untuk mencelakai seorang gadis yang bernama Larasati?", tanya mbah Warno dengan mengkerutkan keningnya.
"Aku tidak bermaksud menyakitinya mbah, aku hanya ingin memilikinya, berikanlah aku ilmu pemikat untuk menaklukkan hati gadis itu, dia adalah anak tiriku, untuk mendapatkan harta kekayaan almarhum ayahnya, aku juga harus mendapatkan hatinya, setelah itu aku akan melenyapkan ibu nya, yang saat ini masih berstatus sebagai istri ku", jawab juragan Suripto tersenyum licik.
"Aku mendapatkan penglihatan gaib, jika gadis itu dilindungi oleh sesosok perempuan sakti dari alam gaib, jika aku nekat membantumu untuk menjalankan niat burukmu itu, resiko nya akan sangat besar, karena nyawaku sendiri bisa terancam mati".
"Tolonglah mbah, hanya kau satu-satunya dukun sakti yang pernah aku temui, dukun selain kau tidak ada yang bisa melakukan semua pekerjaan dengan benar, mereka hanya menginginkan uang tanpa menjalankan tugas yang aku berikan dengan benar, aku bisa saja mencari dukun yang lain, tapi aku tidak yakin jika ada yang lebih sakti darimu", seru juragan Suripto memuji-muji mbah Warno.
Karena tamak dan haus dengan kehormatan, mbah Warno tersenyum bahagia mendengar pengakuan dari juragan Suripto, dia merasa sangat sakti karena pujian yang didengarnya, sehingga tanpa ragu dia langsung menyetujui keinginan tamunya itu.
"Aku akan memberikanmu imbalan yang pantas mbah, satu unit rumah di kota dan uang tunai yang cukup untuk kau nikmati dimasa tuamu", jelasnya.
"Tidak hanya itu, aku ingin seorang gadis yang masih perawan untuk meningkatkan stamina dan gairahku, karena aku ingin menjadi awet muda kembali, dengan begitu aku harus memiliki istri yang masih muda dan perawan, tapi karena kesohoran namaku di dunia perdukunan, aku tidak bisa meminang sembarangan gadis, karena aku takut namaku tercoreng, karena itulah aku memintamu untuk mempersiapkan seorang gadis muda yang masih perawan, kau bisa mencari di pelosok daerah supaya keluarga gadis itu tidak bisa menemukan nya di daerah sini", perintah dukun itu.
Terlihat juragan Suripto hanya bisa menelan ludahnya kasar, karena permintaan dukun itu tidak seperti biasanya, dia tidak tau bagaimana caranya mendapatkan seorang gadis yang masih perawan untuk dijadikan istri lelaki tua itu.
"Kau tidak usah ragu untuk menjalankan tugasmu, karena apa yang akan kau dapat sebanding dengan apa yang akan kau lakukan, asal kau tau gadis yang bernama Larasati itu bukanlah manusia biasa, dia dilindungi oleh sosok yang sangat sakti, bahkan sangat beresiko untuk diriku maupun dirimu, tapi aku berani mengambil resiko itu, jadi kau tidak perlu ragu menjalankan perintah ku, segeralah pergi ke arah selatan desa ini, dibalik gunung sana banyak penduduk yang masih banyak bercocok tanam untukencukupi kebutuhan hidupnya, datanglah kesana dan pinang lah seorang gadis untukmu, lalu kau bisa membawanya kesini untuk ku peristri, aku akan memberikanmu uborampe yang harus kau gunakan ketika kau sampai disana, semua penduduk desa itu akan terkesan padamu, dan akan menuruti semua ucapanmu", jelas mbah Warno dengan membakar dupa yang ada dihadapannya.
Terdengar mbah Warno membaca rapalan mantra, tangan nya tengah sibuk meracik sesuatu yang akan diberikan nya pada juragan Suripto, segelas air yang sudah dibacakan nya mantra beserta bunga tujuh rupa didalamnya, kemudian air itu dimasukan kedalam botol kayu yang diluarnya dibungkus kain putih berwarna lusuh.
"Ini minumlah ketika kau sampai di depan desa itu, setelah meminumnya kau akan dengan mudah menemukan gadis perawan yang akan kau berikan padaku", ucap mbah Warno seraya menyerahkan bungkusan botol itu.
Kemudian juragan Suripto menerima pemberian dukun itu, nampak dadanya berdetak sangat kencang, untuk mendapatkan Larasati dia harus memberikan seorang gadis perawan untuk dukun tua itu, didalam batin juragan Suripto sangat terpaksa menerima syarat itu, tapi dia terlanjur menyanggupi persyaratan yang diberikan, lalu dia melangkahkan kakinya gontai menemui Umar, lelaki yang menjadi kepercayaan nya sejak lama, terlihat Umar mengkerutkan keningnya, menatap bingung wajah juragan nya.
Apa yang sebenarnya terjadi, tidak biasanya juragan keluar dari ruangan khusus mbah Warno dengan wajah kalut seperti itu, batin Umar dengan wajah cemas.
...Ditunggu kelanjutan nya kak, maklum Author tidak hanya menulis cerita ini saja, jika lupa cerita dibaca ulang lagi ya, giveaway yang akan datang berhubungan dengan cerita novel ini loh, semoga sehat selalu ya kalian semua, Love u all 🤗❤...
...Bersambung. ...