
"Hey... Oma ada di sini!" hardik Nani melihat ke arah titik pandang Elrick, dia tengah menatap Raya! Nani tersenyum, tapi mengingat sesuatu senyumnya hilang.
"Beb," tegur Mey menyikut tangan Elrick, menarik pria itu kembali ke alam nyata.
"Hah? apa?"
"Itu, Oma manggil," ucapnya kini mengalihkan tatapannya pada sosok Raya, menebak siapa dia hingga berada bersama Nani.
"Kau seperti melihat setan saja. Sudah lama sampai di sini?" tanya Nani gembira. Dia begitu bahagia jika Elrick, cucu nya datang mengunjunginya. Dia tahu bagaimana sibuknya Elrick. Pria itu juga menutup diri dan susah diajak bicara, jadi jika melihat kehadirannya di rumah ini tentu saja sesuatu hal yang sangat membahagiakan bagi Nani.
Bukan bermaksud membedakan, tapi Elrick memang mempunyai tempat khusus di hatinya.
"Lebih dari satu jam. Oma dari mana?" Pertanyaan itu belum sempat dijawab Oma, karena sapaan keras seorang pria yang ikut dari belakang Nani.
"Wow, tumben rumah ini ramai, biasanya hanya Miss universe aku temui di sini," ucap Dipa dari parkiran. Sebenarnya Dia sudah sejak tadi sampai di rumah itu, walau jadwalnya berkunjung bukan hari ini, tapi karena rengekan Nani yang ingin bertemu Raya, dan memintanya untuk mengantar, Dipa pun datang ke rumah Omanya.
Elrick mendengus, tanpa menoleh pada pemilik suara itu, pria itu sudah tahu siapa dia. Mimik wajahnya jelas menandakan kebencian, Raya melihat hal itu. Walau masih malu bertemu pandang dengan Elrick, tapi pada menit kesekian, dia mengangkat wajahnya dan melihat mimik jengah di wajah tampan itu.
"Berhubung kalian ada di sini, Oma ingin kita semua makan malam bersama. Minten... Juminten..." teriaknya memanggil pelayan yang biasa melayani hal pribadinya.
Gadis itu tergopoh-gopoh, datang dari arah dapur. "Iya, Nyonya..."
"Sampaikan pada koki, siapkan makan malam yang enak, para cucuku akan menemaniku makan malam."
***
"Oma, aku bawakan ini," ucap Mey membawa goodie bag ke hadapan Nani saat semua orang sedang duduk di ruang keluarga, berbincang sembari menunggu makan malam terhidang.
"Oh, kau baik sekali. Terima kasih," ucap Oma tersenyum segaris. Dipa yang menyaksikan gelagat itu, hanya tersenyum kecut. Dia tahu apa yang ada dalam pikiran wanita tua itu.
Sejak dulu, saat pertama kali Elrick membawanya kehadapan Oma, wanita itu sudah tidak suka. Tapi demi Elrick, agar cucunya itu tetap mau datang ke rumah itu, Oma pun mau menerima Meyra.
"Oma, aku pamit dulu ya. Aku pulang saja. Kasihan Nana sendiri," ucap Raya pelan. Dia canggung. Bagaimana tidak, setiap gerak geriknya selalu diperhatikan Elrick.
"Kenapa pulang? jangan pulang. Kau sudah janjikan mau temani Oma."
"Tapi Oma, di sini juga udah banyak yang menemani. Besok aku akan datang lagi menemani Oma." Raya coba mencari alasan. Jujur, keberadaannya di sini tidak tepat untuk saat ini, dia tahu ada dua orang di tempat ini tidak suka padanya.
"Oma mohon, tinggallah sebentar lagi. Oh, iya, Oma belum memperkenalkan mu pada Elrick, cucu Oma. Kalau Dipa dari putri Oma, Elrick dari anak laki-laki Oma. Hanya dua anak Oma, tapi keduanya sudah tiada." Terdengar suara helaan napas yang berat.
"Raya bukan orang lain. Dia sudah Oma anggap sebagai cucu Oma. Bahkan Oma mulai mempertimbangkan mengangkatnya jadi cucu Oma, gimana menurut kalian?"
"Aku gak setuju!"
"Aku gak setuju!"
Elrick dan Dipa kompak membantah ucapan Nani. Baru kali ini keduanya tampak sepakat."Tumben banget, kalian berdua bisa sehati begitu?" Nani tersenyum geli. Kedua cucunya itu sejak dulu sudah seperti tokoh kartun Tom dan Jerry. Tidak pernah akur.
Demi menjaga ketertiban dan juga kestabilan jantung Nani, maka kedua anak manusia itu membuat jadwal untuk bergantian mengunjungi Nani walau tanpa janjian sebelumnya.
"Makanya, Miss universe jangan aneh-aneh deh," ucap Dipa mencubit gemas pipi neneknya.
"Kau menolak karena aku tahu isi pikiranmu. Jangan coba-coba menggoda Raya!" seru Nani tegas. Sisa senyum Dipa di wajahnya menghilang seketika.
"Lagi pula, untuk apa kau mendekati istri orang yang saat ini tengah hamil?" Kalimat Elrick yang dia ucapkan tanpa mengangkat wajah sudah berhasil mengejutkan seisi ruangan. Tampak wajah terkejut, tidak terkecuali Raya, bahkan dia hampir saja pingsan pria itu tiba-tiba membuka masa lalunya di depan semua orang, terlebih di depan Nani.
"Apa yang kau bicarakan? jangan suka mengada-ada, El. Ini tidak lucu! Lihat hasil becandaanmu dengan hal seperti itu, sudah membuat Raya tersentak kaget. Hargai Raya!" hardik Nani setelah mendapatkan kesadarannya.
"Aku serius,Miss universe. Dia memang wanita yang sudah menikah, dan saat ini sedang mengandung," ucapnya dengan melayangkan tatapan jijik dari wajah Raya dan berakhir di perut wanita itu. "Aku bertemu dengannya di rumah sakit, saat menghantarkan Mey saat periksa ke dokter kandungan saat itu. Kalau Miss universe tidak percaya, coba tanya saja padanya," seru Elrick tenang. Dari awal melihat keberadaan Raya di dekat neneknya sudah memberi penilaian tersendiri terhadap gadis itu. Bagi Elrick, jenis manusi seperti Raya ini banyak. Mereka mendekati Nani yang tahu adalah orang kaya dan ingin menjilat padanya.
Elrick tentu saja tidak akan membiarkan wanita itu berusaha mengambil keuntungan dari neneknya apalagi menjadi benalu di keluarga Diraja.
Kini Nani sudah mengubah duduknya, menyerong menghadap Raya yang duduk di dekatnya. "Raya... katakan pada lord devil ini kalau yang dia katakan itu hanya karangannya saja," pinta Nani.
Raya diam, meremas jemarinya, gugup dan ada rasa malu yang terpancar di wajahnya dan Nani bisa tebak kalau apa yang disampaikan Elrick mungkin saja benar.
Tubuhnya merosot ke sandaran kursi. Pupus sudah niatnya untuk menjodohkan Raya dengan Dipa, cucunya yang paling baik. Kalau ternyata Raya sudah punya suami dan sedang mengandung, tidak mungkin bisa menjadi salah satu mantu keluarga ini, menjadi wanita yang bisa memberikan keturunan bagi keluarga Diraja.
"Iya, benar. Aku baru ingat. Pantas saja aku seolah pernah bertemu dengan wanita ini. Benar, kau kan yang pingsan di pelukan El?" ucap Meyra yang sejak tadi diam. Rupanya dia mengingat sosok Raya dari cerita Elrick. Setelah menemukan memorinya, dia baru buka suara.
Wajah Raya memucat. Dia seperti disidang. Memang apa salahnya? apa untuk berteman dengannya, dia tidak boleh seorang wanita yang sudah menikah? kenapa dia seolah jadi penipu? Bukankah yang ingin dekat dengannya bukankah keluarga Diraja? Dia tidak pernah berniat menyembunyikan status jandanya!
***
Hai, hari ini aku akan crazy up, bagi hadiah dong 😅