Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Berawal dari Provokasi, Berujung ke Pertarungan Fisik


“Dari mana kau memungut bocah-bocah ini Tuan muda?” Tanya Du Jian sambil mendengus ke arah Duan Du dan Tu Long.


“Bocah?” Dahi Tu Long seketika berkerut sesaat, lalu kembali melanjutkan. “Bocah ya,, otak mu itu yang bocah, dasar kerdil,” dengus Tu Long langsung menampilkan tubuh dan ototnya dengan bangga.


Brak..!!


Du Jian seketika menggbrak meja saat di panggil kerdil, mungkin dalam bentuk manusia, ia memang seperti kerdil dengan tubuh gumpal. Tapi jika Du Jian memperlihatkan tubuh aslinya, maka mungkin ia yang tertinggi ketiga di Klan Asura. Bahkan Meng Chen terlihat kecil jika Du Jian berdiri di dekatnya dengan wujud aslinya juga.


“Apa kau bilang hah, kerdir? Kau bosan hidup rupanya bocah gelandangan,” teriak Du Jian langsung bangkit, terlihat ia ingin menuju Tu Long lalu menghajarnya.


Tapi Xiu Bai terdengar menghela nafas berat, yang langsung membuat Du Jian kembali duduk ke tempat.


Huuff..!!


“Apakah kalian tidak bisa membiarkanku sedikit merasakan ketenangan,” ucap Xiu Bai melirik ketiga pamannya, lalu melirik Duan Du dan terahir Tu Long yang terlihat sedang mengejek Du Jian.


“Hais, namamu Tu Long bukan?” Tanya Xiu Bai.


Tu Long yang ketangkap basah mengejek Du Jian hanya cengengesan dengan tangan menggaruk kepalanya di sertai anggukan saat Xiu Bai bertanya.


“Baiklah, sepertinya kau terlihat sangat ingin bertarung dengan paman Jian, jadi aku berikan kau kesempatan, jika kau bisa bertahan melawan paman Jian selama 10 detik saja, maka aku akan mengakui kau bawahanku,” ucap Xiu Bai.


Wajah Du Jian seketika menyeringai lebar dan merasa penuh kemenangan, berbeda dengan Han Liu yang terlihat penuh iba terhadap Tu Long saat mendengar itu.


Sementara Tu Long seketika cemberut karena merasa di remehkan, ia saat ini belum sadar jika lawannya ini dapat di anggap Monster Tua yang sangat mengerikan.


Untuk Duan Du yang diam sejak mendengar ucapan yang ia yakini kakaknya langsung mengamati situasi. Setelah mendapat apa yang ia lihat selama beberapa detik, ia sadar jika ketiga orang yang bersama kakaknya saat ini sangatlah kuat, bahkan sekuat apapun ia mencoba untuk melihat tingkat kultivasi dan tingkat kekuatan ketiganya, ia masih tidak dapat menebak secara kasar ada di tingkat berapa ketiganya saat ini.


Tentu selama 10 tahun di dalam Tambang yang layaknya sebuah penjara baginya, ia tahu banyak tentang tempatnya saat ini, yaitu Alam yang jauh lebih tinggi dari alam tempatnya berada dulu, ia juga mengetahui tingkatan kultivasi di Alam Celesatial ini.


“Hemm..!! Hei idiot, ku sarankan kau mengerahkan seluruh kekuatanmu, jangan lengah sedikitpun atau kau akan tumbang dalam hitungan tiga detik, bahkan mungkin satu detik, dan coba provokasi dia, karena ia terlihat sama idiotnya denganmu,” ucap Duan Du melalui telepati.


Tu Long yang awalnya kecewa, seketika berubah menjadi bersemangat dan sedikit kesal karena dikatakan idiot.


Tapi yang lebih penting saat ini, Tu Long yakin jika saat ini orang yang akan ia lawan sangatlah kuat, bahkan lebih kuat dari yang ia bayangkan. Dan inilah keinginnanya dari dulu.


Krak krak..!!


“Hehe,, apa kau siap menderita bocah?” Ejek Du Jian melangkah sambil melemaskan jari-jarinya.


Tap tap..!!


“Heh heh,, jangan terlalu bermimpi kau kerdil, apa kau hanya berani terhadap orang yang lebih lemah darimu? Sungguh tak tahu malu,” ejek Tu Long ikut mendekatkan wajahnya saat Du Jian mendekatkan wajahnya.


Kini kening keduanya bersentuhan dan terlihat mereka saling menatap dengan seringai lebar.


“Hoho,, tenang saja, aku akan sedikit melunak kepadamu, karena aku sadar kau adalah semut kecil yang sekali injak langsung mati,” balas Du Jian dengan nada angkuh.


Saat Tu Long ingin membalas ucapan Du Jian, Xiu Bai yang kini memijit keningnya langsung menengahi.


“Cukup, jika kalian berdua memang benar ingin bertarung maka, gunakan kekuatan fisik saja tanpa menggunakan energi. Jika ada sedikit saja keluar energi dari kalian berdua sebelum 10 detik berlalu, maka ia akan di nyatakan kalah.” Ucap Xiu Bai kini bangkit lalu melangkah keluar.


Dengan cepat Du Jian dan Tu Long langsung mengikuti Xiu Bai dengan saling mendorong satu sama lain layaknya anak kecil yang memperebutkan mainan.


Sementara di belakang, kini Meng Chen yang terus menatap Duan Du sadar jika Duan Du sangatlah licik dan cukup cerdas, dapat ia yakini saat ia melihat tatapan Duan Du melihat dirinya, Du Jian dan Han Liu tadi dan mengamati dirinya selama beberapa saat.


Ia juga sadar jika Duan Du memberikan arahan kepada Tu Long melalui telepati.


Wajah Duan Du seketika tersenyum tipis. “Lakukan jika kau bisa gendut jelek,” balas Duan Du melalui telepati.


Krak..!!


Seketika terdengar suara tulang-tulang jari Meng Chen saat ia mengepalkan tangannya.


“Sabar Chen, dia hanya bocah, jangan sampai termakan trik murahannya,” gumam Meng Chen langsung mencoba untuk menahan diri.


Duan Du yang melirik Meng Chen pun semakin tersenyum tipis. “Sudah ku duga jika orang tua gendut ini cukup cerdas juga,” gumam Duan Du sambil melirik ke arah Han Liu yang terlihat tenang dengan wajah dingin.


Entah mengapa Duan Du saat ini masih tidak bisa menebak sifat dari Han Liu, terlebih Han Liu selalu mengubah-ubah ekspresinya, dari yang awalnya menyeringai, berubah sedih, berubah iba, kini berubah dingin.


“Apa dia mempunyai kepribadian ganda?” Gumam Duan Du, tapi tak lama ia langsung menggelengkan kepalanya.


...


Tap tap..!!


Setelah menjauhi kota Xin.


Kini Xiu Bai berhenti di sebuah puncak gunung dan atas puncak gunung, ada sebuah lembah yang cocok untuk tempat bertarung, lantaran gunung yang Xiu Bai datangi sudah tidak memiliki api aktip di bawahnya. Artinya tempat tersebut telah berubah menjadi lebih padat dan tidak berbahaya.


“Baiklah, apa kalian siap?” Tanya Xiu Bai melirik ke arah Du Jian dan Tu Long.


“Tentu, aku sudah tidak sabar dari tadi,” secara bersamaan dan kebetulan keduanya menjawab dengan kata yang sama.


Xiu Bai pun tersenyum tipis saat mendengar itu.


Duan Du yang melihat senyum Xiu Bai seketika mengingat senyum tersebut dahulu. “Hemm..!! Kenapa aku kini iri terhadap si otak dongol ini ya, seandainya tadi aku tidak memperingatinya,” gumam Duan Du seketika cemberut saat tersadar arti senyuman Xiu Bai.


...


“Baiklah, aku suka semangat kalian. Jika begitu mulai.”


Wuss..!!


Tepat sebelum Xiu Bai selesai bicara, kini Tu Long langsung melesat ke arah Du Jian tanpa rasa takut sama sekali.


“Hahaha,, aku ingin melihat sekuat apa dirimu kerdil tua,” teriak Tu Long sambil tertawa terbahak-bahak.


Dret..!!


Dengan wajah bahagia, Tu Long langsung mengayunkan tinjunya.


Wung..!!


Terlihat dari cara Tu Long yang mengayunkan tinjunya hingga menyebabkan bunyi dengungan keras. Tu Long saat ini tidak sedang bercanda, ia murni melakukan pertarungan demi menunjukkan bahwa ia adalah bawahan Tuan mudanya yang selalu berada di sisinya dan menjadi perisai untuk Tuan mudanya.


Bom..!!


Duaarrr..!!


Suara ledakan di sertai guncangan seketika terdengar dan membuat puncak gunung tersebut sedikit bergoyang layaknya ada gempa bumi, hanya akibat bentrokan kekuatan fisik semata.