Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Trik Kecil Xiu Bai Dalam Menundukkan Penguasa Dinasty Kuno


“Eeh,, ada apa dengan wajah kalian bertiga?” Tanya Duan Du langsung pura-pura bertanya sambil mendekati Xiu Bai untuk berlindung.


Tepat saat Duan Du sudah berada di balik punggung Xiu Bai, terlihat jelas Duan Du kini tersenyum mengejek ke arah ketiganya.


Hal tersebut membuat ketiganya mencoba menahan amarah, hingga asap muncul dari telinga dan rambut mereka.


Xiu Bai yang melihat adiknya sudah memancing amarah ketiganya pun tersenyum kecil.


“Apa kalian tidak ingin menyambut mereka bertiga?” Tanya Xiu Bai dengan seutas senyum tipis. “Pergilah sambut mereka dengan hangat.” Sambung Xiu Bai.


Dret..!!


Dengan cepat Du Jian, Meng Chen dan Tu Long melesat ke arah Penguasa Dinasty Kuno dan kedua putranya.


Wuss wuss..!!


...


Sementara Penguasa Dinasty Kuno, Jing We dan kedua putranya Jing Chen dan Jing Lujie yang kini tersenyum bahagia, lantaran merasakan kehadiran sosok Iblis yang mereka yakini Xiu Bai, terlihat sudah bersiap menunggu kedatangannya.


Wuss..!!


Tapi saat mereka bertiga melihat yang muncul bukan Xiu Bai, melainkan 2 klan Asura dan 1 manusia. Wajah mereka pun terlihat kecewa.


Wung..!!


Di saat memasang wajah kecewa, seketika wajah mereka berubah menjadi jelek saat Du Jian dan Tu Long melayangkan tinju murni kekuatan fisik.


Dret..!!


Jing Chen dan Jing Lujie pun langsung menggerakkan tangan mereka untuk mencoba menahan tinju Du Jian dan Tu Long.


Bom..!!


Krak krak..!!


Argh..!!


Karena meremehkan kekuatan pisik Tu Long dan Du Jian, alhasil kini terdengar suara patah tulang dari lengan Jing Chen dan Jing Lujie.


Hal tersebut membuat Jing We langsung bangkit untuk mencoba membantu kedua putranya yang terlihat cukup mengenaskan.


Wuss..!!


Tepat saat Jing We akan bergerak, Meng Chen pun muncul dari sisi kiri Jing We. Terlihat Meng Chen kini tersenyum tipis sambil menggerakkan tangannya.


Dret..!!


Sret..!!


Dalam sekejap tubuh Jing We pun terikat benang energi.


Urgh..!!


“I..Ini,” gumam Jing We mencoba untuk melepaskan benang energi yang mengikatnya, tapi semakin ia berusaha, semakin pula benang energi mengekang Jing We dengan kuat.


Tap tap..!!


Tepat setelah Du Jian, Tu Long dan Meng Chen berhasil melampiaskan amarah mereka dengan memukul dan mengikat Penguasa Dinasty Kuno serta kedua putranya.


Xiu Bai, Duan Du, Xiu Tian, Han Liu, Pang Hei dan kelima Iblis Pembantai langsung muncul dari balik Hutan Tanpa Batas.


Tap tap..!!


“Aku suruh menyambut mereka dengan baik, kenapa kalian malah memperlakukan mereka seperti ini?” Tanya Xiu Bai langsung mengerutkan keningnya. Tapi dalam hati, ia tersenyum tipis setelah memberi kode kepada Du Jian, Tu Long dan Meng Chen.


Sementara Du Jian, Meng Chen dan Tu Long yang mendengar pertanyaan Xiu Bai, langsung menjawab.


“Mereka menyerang kami lebih dulu,” jawab ketiganya serempak.


“Karena berusaha melindungi diri, jadi kami terpaksa melumpuhkan mereka,” sambung Meng Chen.


“Benar, apalagi dia,” tunjuk Tu Long ke arah Jing Chen. “Saat aku muncul, ia langsung melayangkan tinjunya, padahal aku datang dengan niat baik,” dengus Tu Long sambil menginjak kakinya ke arah tangan Jing Chen yang remuk.


Argh..!!


“Eeh,, maaf, aku tidak sengaja,” ucap Tu Long dengan senyum canggung di sertai menggaruk kepalanya.


Emm emm..!!


Terlihat saat Tu Long yang sengaja menginjak tangan putranya, Jing We yang di sumpal mulutnya langsung mengganas.


Melihat Jing We meronta, Xiu Bai pun mendekatinya.


“Hemm..!! Apa yang kalian katakan ternyata benar, lihatlah, ia bahkan mengarahkan niat membunuhnya,” ucap Xiu Bai.


“Enaknya kita apakan mereka paman? Apakah kita bawa ke klan lalu beritahu yang sebenarnya tentang kejadian ini dan di masa lalu?” Tanya Xiu Bai melirik Meng Chen.


“Hemm..!! Aku rasa kita bawa saja mereka bertiga Tuan muda, mereka ini hanya meminta maaf bohongan 18 tahun yang lalu. Itu penghinaan besar bagi klan yang sudah mempercayai permintaan maaf mereka.” Ucap Meng Chen.


Mata Jing We, Jing Chen dan Jing Lujie seketika melotot saat mendengar ucapan Xiu Bai dan Meng Chen.


Bahkan terlihat jelas saat ini Jing We meneteskan air mata, ingin sekali ia bicara di depan Xiu Bai, namun karena mulutnya di sumpal, energinya di segel, ia pun tidak bisa melakukan apa-apa selain mencoba memberikan isyarat.


Tapi Xiu Bai dengan sengaja mengalihkan pandangannya.


“Hemm..!! Aku akan menghubungi ayah ku jika begitu,” ucap Xiu Bai.


Em em..!!


“Eeh kakak, sepertinya ia ingin mengatakan sesuatu,” tunjuk Duan Du.


Xiu Bai pun melirik ke arah Jing We.


“Siapa yang menyumpal mulutnya dan menyegel energinya? Kalian ini sungguh tak berperasaan,” dengus Xiu Bai melirik ke arah kedua pamannya dan Tu Long.


Tapi mereka bertiga dengan sengaja mengalihkan pandangan.


Sret..!!


Ah..!!


Tepat saat Xiu Bai membuka segel energi dan mulutnya, Jing We menghela nafas lega.


“Tu..Tuan muda, ampuni kami, kami mengaku salah, mohon luangkan hidup orang tua dan kedua berandalan nakal ini,” ucap Jing We langsung menundukkan kepalanya.


“Saya juga mohon jangan bawa saya ke klan Asura,” sambung Jing We.


Xiu Bai pun langsung tersenyum tipis, bersama dengan kelompoknya.


“Hemm..!! Apa yang aku dapat jika aku tidak melapor ke klan? Dan juga apa yang aku dapat jika mengampuni kalian bertiga yang sudah sengaja menyerang kedua paman dan rekanku?” Tanya Xiu Bai kini melirik Jing We.


“I..Itu-” Jing We seketika membisu, karena ia tidak tahu harus menjawab apa.


Hingga 2 menit berlalu, terlihat semuanya dalam keadaan hening.


Bruk..!!


“Bi..Biarkan saya dan seluruh Dinasty Kuno menjadi bawahan anda,” ucap Jing We.


“Kau kira kami butuh orang lemah,” dengus Xiu Bai sambil mengeluarkan auranya.


Blush..!!


Urgh..!!


“I..Ini,” mata Jing We melotot saat merasakan kekuatan Xiu Bai yang ada di tingkat Kaisar Dewa Abadi ⭐ 2 Puncak. Dan ia yakin jika ini bukanlah kekuatan penuh Xiu Bai.


Blush..!!


Blush..!!


Bukan hanya Xiu Bai, semuanya pun ikut mengeluarkan aura mereka dengan sengaja dan di arahkan ke Jing We saja.


Jing We semakin melototkan matanya saat merasakan semuanya ada di tingkat yang sama seperti yang Xiu Bai keluarkan.


Wajah Jing We pun seketika murung.


Bruk..!!


“Bagaimana jika begini saja, aku akan terima kau menjadi bawahanku, tapi jangan ada orang yang tahu, hanya kau dan kedua putramu saja.” Ucap Xiu Bai tersenyum kecil.


Mata Jing We pun seketika menjadi cerah saat mendengar itu.


“Aku juga mempunyai syarat lain, suatu saat, apapun yang ku butuhkan, kau harus menurutinya, misalnya seperti pasukan yang siap bertempur. Apa kau setuju?” Tanya Xiu Bai.


Jing We pun langsung mengangguk tanpa berpikir dua kali.


Bukan karena ia ingin menjilat Xiu Bai, tapi karena ia sadar klan Asura adalah klan yang menganggap teman, maupun bawahan mereka layaknya keluarga, jika satu terkena masalah, maka mereka semua akan muncul untuk menyelesaikan masalah tersebut.


Jing We saat ini merasa beruntung di jadikan bawahan Xiu Bai yang tak lain akan menjadi penerus Pemimpin klan Asura.


“Hemm..!! Satu lagi, semua yang aku inginkan harus kau turuti,” ucap Xiu Bai kembali bersuara.


Jing We pun langsung mengangguk-angguk.


“Bagus,, jika begitu, cari semua orang ini di seluruh Alam Celestial ini, dan di mulai dari tempatmu berada,” ucap Xiu Bai langsung memberikan selembaran wajah semua anggota keluarganya yang ada di Alam Rendah.