
Melihat Tu Long mengeluarkan kekuatannya yang tersisa, wajah Iblis Assasint dan Iblis Palu langsung mundur 2 langkah untuk menjaga jarak dan langsung mengeluakan seluruh kekuatan mereka yang tersisa juga, agar bisa mengahiri ini.
Blush blush..!!
“Jika kau ingin cepat mati, maka baiklah, akan kami kabulkan permintaanmu,” ucap Iblis Assasint dan Iblis palu serempak.
Terlihat aura mereka meledak hingga membuat ruangan tersebut berguncang.
Tu Long yang merasakan energi musuh jauh lebih banyak darin sebelumnya langsung sadar jika mereka membakar esensi darah mereka.
Tapi Tu Long terlihat tenang-tenang saja, ia bisa tenang karena beberapa detik yang lalu, ia mendengar suara telepati dari Cen Tian jika ia harus memancing musuh untuk mengeluarkan seluruh kekuatan mereka.
Tu Long pun langsung menuruti perintah Cen Tian, karena ia yakin Cen Tian memiliki rencana hebat.
...
Saat ini Tu Long yang terlihat jauh lebih tenang dari biasanya kembali mendengar suara telepati dari Cen Tian jika ia harus berpusat untuk menyerang Iblis yang memegang Dagger saja, sisanya ia akan membunuhnya.
Mendengar itu, Tu Long pun seketika tersenyum lebar.
“Jadi begitu, ia ingin melihat sampai mana batas kekuatan musuh, apakah ia mampu membunuhnya atau tidak. Sungguh ide yang sederhana tapi mematikan,” gumam Tu Long dalam hati.
Dret..!!
Tanpa basa basi, Tu Long yang sudah bersiap dari awal pun langsung mengencangkan pijakannya dan langsung melesat ke arah Iblis Assasint.
Wuss..!!
Iblis Assasint yang mengira jika Tu Long akan bar-bar dengan cara menunggu mereka berdua menyerang lebih dulu dan berfokus untuk bertahan, seketika melebarkan matanya saat melihat Tu Long menuju ke arahnya.
“Sialan, cepat bantu aku,” teriak Iblis Assasint meneriaki rekannya.
Iblis Assasint juga langsung menggerakkan ekor di perutnya ke arah Tu Long dan tangannya yang tersisa langsung menyilang untuk bertahan.
“Percuma saja kau bertahan dan menggerakkan ekormu itu,” ucap Tu Long yang dengan santai berputar di udara untuk menghindar dan terus melesat.
Tepat di saat Tu Long sudah berjarak 1 meter di depan musuhnya, ia langsung mengayunkan tangan kirinya ke arah dada musuh.
Slash..!!
Bersamaan dengan itu, lutut Tu Long juga ikut bergerak ke arah kepala musuh.
Trank..!!
Bam..!!
Duar..!!
Mata Iblis Assasint melotot tak percaya sebelum kepalanya terkena hantaman lutut Tu Long. Ia tidak percaya jika serangan pertama hanya pengalihan saja.
Tu Long yang melihat musuhnya menabrak dinding di belakangnya, tidak tinggal diam, ia kembali bergerak dan mengayunkan tangan kirinya di saat melihat celah terbuka lebar.
Crash..!!
Bruk..!!
Kepala Iblis Assasint langsung terpisah dari tubuhnya.
Dan terlihat saat ini kepala Iblis Assasint mengeluarkan senyuman bahagia, karena merasa bangga bisa mati di tangan musuh yang kuat juga. Ia juga bahagia karena mati tidak merasakan rasa sakit.
...
Di waktu yang bersamaan saat Tu Long menyerang Iblis Assasint.
Iblis Palu yang mendengar teriakan rekannya pun langsung bergerak ke arah Tu Long.
Bruk..!!
Tapi belum selangkah ia bergerak, keempat kakinya sudah terpotong tanpa ia sadari.
“I..Ini,” gumam Iblis Palu saat melihat keempat kakinya terpotong tanpa rasa sakit.
Dan pada saat yang sama, samar-samar ia melihat sebuah Siluet muncul di depannya dan langsung mengayunkan senjatanya ke arah lehernya.
Crash..!! Bruk..!!
Terlihat jika mata Iblis Palu melotot, lantaran sampai detik sebelum ia mati, ia tidak tahu siapa yang telah membunuhnya.
Tap tap..!!
“Woo,, aku tak menyangka kau mampu bertahan melawan kedua musuh yang sangat kuat ini, terlebih lagi ruangan ini telah perkuat dengan perisai, sehingga tidak mungkin bagi mereka yang ada di dalam sini untuk bisa keluar.” Ucap Cen Tian dengan nada bangga.
“Hehe,, tentu saja, siapa dulu dong Tu-”
“Otak idiot gitu loh,” ucap Duan Du muncul dan memotong ucapan Tu Long di sertai senyuman lebar.
Tu Long yang ucapannya di potong, serta di ejek, langsung menatap ke arah Duan Du dengan wajah kesal.
Tapi, ia seketika tersenyum lebar saat melihat kondisi Duan Du.
“Buahaha,, siapa yang idiot kali ini, kau atau aku, lihatlah kondisimu seperti anak ayam kedinginan dan di kejar-kejar Beruang Salju,” teriak Tu Long dengan tawa bahagia melihat Duan Du yang kini berpakaian compang camping di sertai tubuh mengigil karena basah kuyup.
Bukan hanya itu saja, tubuh Duan Du juga memiliki banyak luka sayatan dan energi yang tersisa 5% lagi.
Duan Du yang di balas dengan ejekan dan tawaan, langsung cemberut.
“Huh,, begitulah seorang otak idiot berplilaku, tidak bisa berpikir jernih, ia hanya berpikir tanpa tujuan yang jelas,” dengus Duan Du yang terdengar berusaha memprovokasi Tu Long.
Tapi bukannya terprovokasi, Duan Du malah semakin kesal, lantaran provokasinya di balas dengan tawa bahagia dari Tu Long. Bahkan tawanya mirip seperti orang gila, lantaran ia tidak berhenti tertawa.