Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Cara Duan Du Membuat Keluarga Harmonis


Woaaahh..!!


Wajah Du Jian, Meng Chen, Bai Ha, Bai Hu, bahkan Chen Long pun ikut terkesima saat melihat api keluar tanpa Duan Du menggunakan energi maupun Hukum Apinya.


“Haha,, luar biasa bukan,” ucap Duan Du sambil melirik anggota keluarganya satu persatu.


Terlihat mereka semua mengangguk-angguk di sertai wajah penuh kekaguman.


Tap tap..!!


“Sini, biar aku yang mencobanya,” ucap Meng Chen yang terlihat akan menyambar benda aneh yang Duan Du pegang.


Pletak..!!


Namun sebelum tangan Meng Chen sampai, Du Jian lebih dulu memukulnya.


“Enak saja, aku yang seharusnya lebih dulu mencobanya, karena ingin melihat bukti.” Teriak Du Jian terlihat tidak ingin ada yang mendahuluinya.


“Heh heh,, perasaan kau yang selalu meragukan apa yang Tuan Duan keluarkan tadi, seharusnya kau yang belakangan mencobanya.” Tak mau kalah, terdengar suara dari Bai Hu yang maju sambil berdengus ke arah Du Jian.


“Hoo,, kalian semua salah, aku yang selalu diamlah seharunya mencobanya, karena aku tidak pernah meragukan ucapan Tuan Duan,” balas Bai Ha kini ikut maju dan tak ingin kalah dengan yang lain.


Di saat Du Jian, Meng Chen, Bai Ha dan Bai Hu berdebat. Chen Long terlihat diam-diam mendekati Duan Du.


Tap tap..!!


Setelah Chen Long meminta secara diam-diam dan Duan Du dengan santai memberikannya. Dan saat Chen Long hendak menyalakan benda aneh yang ada di tangannya.


Wung..!! Wung..!!


Seketika suara dengungan terdengar dari 4 arah yang berbeda.


Pandangan Chen Long pun mengarah ke keempat keluarganya, yang kini mengepung dirinya dan hendak merebut benda asing yang ada di tangannya saat ini.


“Heh,, enak saja kau bertindak semaumu sialan,” teriak Du Jian sambil mendengus.


Dret..!!


Dengan cepat tangan kanan Du Jian hendak menyentuh benda yang Chen Long genggam.


Sret..!!


Namun dengan cepat pula Chen Long menarik tangannya ke arah samping untuk menghindar.


Bersamaan dengan itu, terlihat tangan Meng Chen dan Bai Ha berebutan ingin mengambil benda yang Chen Long genggam.


Wung..!!


Tap..!!


“Aku dapat,” teriak Meng Chen dengan wajah bahagia.


Bam..!!


Tepat saat Meng Chen akan mencoba menyalakannya. Bai Hu langsung menendang tangan Meng Chen hingga benda asing atau Korek Api tersebut melayang ke udara.


Melihat Korek Api tersebut melayang, pandangan kelimanya pun mengarah ke atas, setelah itu mereka saling menatap satu sama lain.


“Siapa yang lebih cepat menyentuhnya, maka dialah yang berhak lebih dulu mencobanya,” ucap Meng Chen.


Dret..!!


Mereka berlima, seketika melesat serempak ke arah Korek Api.


...


Di tempat Duan Du, ia yang melihat kelakuan kelima orang tua tersebut terlihat bertepuk tangan sambil memasang senyuman bahagia.


“Ayo, kalian pasti bisa,” teriak Duan Du sesekali menyemangati kelimanya yang bertarung di udara.


“Haha,, beginilah seharusnya anggota keluarga terjalin, tidak ada ketegangan dan harus ceria,” ucap Duan Du dalam hati.


Duan Du sengaja memancing mereka dengan hal kecil, agar beban mereka semua lebih bebas dan ia juga bosan lantaran tidak ada keributan saat ia melakukan perjalanan bersama mereka.


Dengan adanya sedikit keributan seperti ini, bisa membuat Duan Du merasa jauh lebih nyaman dan tenang. Tidak seperti sebelumnya yang selalu terjadi ketegangan dan kekhawatiran.


...


“Haha,, aku dapat lebih dulu, jadi aku-”


Duaarr..!!


Pfftt...!!


Hahaha..!! Hahaha..!!


Seketika gelak tawa pun terdengar dari Duan Du dan yang lainnya.


Du Jian yang kini dengan wajah gosongnya, hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat benda aneh meledak di tangannya hingga membuat seluruh tubuhnya gosong.


Pandangan Du Jian pun mengarah ke Duan Du, karena mengira Duan Du pasti telah mengerjainya.


“Dasar bocah sialan, ini pasti akal-akalanmu,” teriak Du Jian tidak terima.


“Hahaha,, maafkan aku paman, aku lupa menjelaskan jika benda tersebut cukup rentan, karena Hawa pertarungan kalian yang melonjak, itu bisa membuat Korek Api ini meledak.” Ucap Duan Du sambil memasang wajah polos dan merasa tidak bersalah sama sekali.


Tidak puas akan jawaban Duan Du, dan masih penasaran dengan Korek Api yang bisa menyala tanpa menggunakan Energi maupun Hukum Alam. Du Jian pun langsung menerjang ke arah Duan Du untuk meminta pengganti.


Bukan hanya Du Jian saja, kini Meng Chen, Chen Long, Bai Ha dan Bai Hu pun ikut menerjang ke arah Duan Du.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


...


Sadar hal seperti ini akan terjadi, Duan Du yang telah mempersiapkan jalan kabur pun langsung tersenyum lebar.


“Hehe,, ayo kejar aku jika kalian bisa,” ejek Duan Du langsung berubah menjadi bayangan.


Dret..!!


Tap tap..!!


Saat Duan Du menghilang, terlihat Duan Du muncul cukup jauh dari kelima anggota keluarganya.


Merasa Duan Du sudah mengerjainya, hingga telah mempersiapkan jalan kabur. Wajah kelimanya pun langsung berubah memerah.


“Dasar sialan, jangan lari kau bocah kurang ajar,” teriak Du Jian dan Meng Chen.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


Kejar mengejar pun terjadi.


Terlihat saat mereka mengejar Duan Du, tidak ada lagi jejak ketegangan maupun kekhawatiran. Duan Du pun ikut merasa lega saat menyadari hal tersebut. Ia juga kini tersenyum bahagia saat anggota keluarganya menikmati kejar-kejaran ini.


“Huuf,, akhirnya satu masalah selesai,” gumam Duan Du dalam hati, sambil terus melesat ke tujuan awalnya.


...


Jauh di atas Duan Du dan anggota keluarganya, terlihat sosok anak kecil yang tak lain Jie Long ikut tersenyum akan kehebatan Duan Du dalam mengatur anggota keluarga yang ia pimpin.


“Luar biasa, aku rasa ingin cepat-cepat mendekati mereka. Tapi-” Pandangan Jie Long langsung mengarah ke Selatan. Dimana sosok Ze Lang dan bawahannya mengawasi Duan Du dan anggota keluarganya.


“Dia memang berbahaya, walau jauh lebih lemah dariku, tapi ia memiliki banyak bawahan yang telah ayahnya berikan, maupun telah ia kumpulkan.” Gumam Jie Long.


Jie Long tentu sangat ingin turun tangan, tapi ia masih mengingat ucapan Xiu Bai jika ia tidak boleh ikut campur, kecuali mereka semua dalam keadaan hidup dan mati.


“Hais,, setelah sekian lama, aku akhirnya bisa keluar dari tempat itu, namun saat ini aku merasa masih terkekang lantaran tidak bisa ikut bersenang-senang seperti yang mereka lakukan,” gumam Jie Long menghela nafas berat.


Wung..!! Tap tap..!!


“Hoho,, bocah Jenius tapi idiot,” ejek sosok yang tiba-tiba muncul.


“Mengapa kau tidak ikuti saja aku, jika kau ikuti aku, kita akan puas bersenang-senang,” ajak Long Qiu terlihat menaik-naikan kedua alisnya secara bergantian.


“Huuh,, Paman Qiu, aku bukan idiot, tapi aku tidak ingin seperti dirimu yang selalu melawan perintah Leluhur Asura,” dengus Jie Long cemberut.


“Heh heh,, dia tidak akan tahu jika kita pergi bersenang-senang di satu atau dua wilayah kecil ini. Jadi ayolah, aku kini sudah bosan,” ajak Long Qiu berusaha membujuk Jie Long.


“Tidak, pergi saja kau sendiri sana, berapa kalipun kau memancingku, aku tidak akan pernah mau mengikutimu yang selalu membuat kekacauan dimana-dimana, sama seperti di masa lalu.” Ucap Jie Long.


“Aku juga penasaran, kenapa Leluhur Asura menjadikan bawahan seperti dirimu yang sedikit miring ini menjadi bawahan utamanya ya.” Sambung Jie Long dengan nada polos di sertai memiringkan kepalanya.


“Heh heh,, bocah idiot seperti mu sangat mirip dengan Gurumu yah, saking miripnya, aku sampai ingin memakanmu hidup-hidup,” ucap Long Qiu yang terlihat berusaha menahan kesal.


“Tentu saja, ajaran Guruku jauh lebih baik dari pada kau,” ejek Jie Long.


“Lihatlah keturunan dari Guruku yang jauh lebih cerdas dari pada kau,” sambung Jie Long menunjuk Duan Du. Namun dengan cepat Jie Long menarik tangannya karena telah melakukan kesalahan.