
“Jika itu yang kau katakan, maka kau tidak boleh tahu, karena ini masalah perkelahian,” sambung Xiu Bai dengan seutas senyum kecil, karena menghadapi seorang gadis, Xiu Bai hanya perlu memancingnya sedikit, agar tidak bisa berkutik.
Wajah Ren Jiang semakin cemberut saat sadar ia terkena jebakan pamannya.
“Huh, dari pada di sini, lebih baik Ren'er ke dapur saja,” ucap Ren Jiang langsung melangkah dengan santai keluar dari ruangan tersebut.
...
Kini, terlihat hanya Xiu Bai dan Meng Chen yang berada di ruangan tersebut.
“Apa kau tidak bergerak Tuan?” Tanya Meng Chen yang terlihat memasang wajah penasaran, karena Xiu Bai sama sekali belum melakukan pergerakan.
“Hemm..!! Aku sudah bergerak dari tadi, tapi yang bergerak hanya klon ku saja,” jawab Xiu Bai dengan nada santai.
“Eeh,, jika klon mu yang bergerak, tugasku di sini akan menjadi sia-sia dong,” ucap Meng Chen terlihat memasang wajah cemberut.
“Tidak juga, tugasmu di sini adalah menemaniku berbincang-bincang saja,” sambung Xiu Bai dengan nada santai.
***
Wuss wuss..!!
Tap tap..!!
Sementara Klon Xiu Bai yang sudah bergerak secara bersamaan dengan anggota keluarganya, kini langsung menghentikan langkahnya saat melihat adanya sosok monster melesat di atas langit.
“Dia bawahan yang selalu menemani Gu Chen,” gumam Klon Xiu Bai.
Dret..!!
Klon Xiu Bai pun langsung merobek ruang yang ada di depannya dan langsung memasuki tangannya.
Dret..!!
Tak lama sebuah celah muncul tepat di depan monster yang menjadi bawahan Gu Chen.
“I..Ini,” ucap bawahan Gu Chen langsung terkejut dan mencoba menghindar.
Tapi sebuah tangan lebih dulu muncul, lalu menariknya.
Jlep..!!
Bruk..!!
Celah tersebut langsung lenyap, dan kini celah muncul bersamaan dengan munculnya bawahan Gu Chen.
Tanpa basa basi, tangan klon Xiu Bai langsung memegang kening bawahan Gu Chen.
Blush..!!
Argh..!!
Bawahan Gu Chen seketika berteriak lantang sambil mencoba melepaskan tangan Xiu Bai, namun tidak bisa.
Kini secara perlahan tubuh bawahan Gu Chen mulai menjadi abu.
“Hem..!! Ternyata si sialan itu memperbudak seluruh penduduk asli kota ini dan bagi yang melawan, akan di bunuh,” gumam klon Xiu Bai terdengar dingin.
Klon Xiu Bai yang langsung terhubung dengan tubuh utamanya pun menerima info yang sama.
Tak lama, klon Xiu Bai mulai menghilang, karena tubuh utamanya menyuruhnya kembali.
...
Tap tap..!!
Xiu Bai yang bangkit tiba-tiba, kini membuat Meng Chen penasaran.
“Ada apa Tuan?” Tanya Meng Chen.
“Tunggu di sini 5 menit saja,” ucap Xiu Bai terdengar datar.
Glek..!!
Mendengar suara datar Xiu Bai, membuat Meng Chen menelan ludah bercampur tubuh merinding.
“Si..Sial, siapa yang membuat Tuan marah ya?” Gumam Meng Chen dalam hati.
“Aku yakin orang tersebut akan menderita,” sambung Meng Chen sambil menggelengkan kepalanya.
Pandangan Meng Chen pun melirik ke arah dimana tempat Xiu Bai berdiri tadi, tapi ia sudah tidak melihat Xiu Bai berada di sana lagi.
***
Tap tap..!!
Di pusat kota, terlihat Gu Chen yang melangkah dengan angkuh, kini berhenti di depan pintu sel yang di dalamnya di penuhi budak wanita.
“Haha,, dimana kau bersembunyi Ren Len,” ucap Gu Chen terdengar sangat bahagia saat memanggil Ibu Ren Jiang.
...
Di dalam penjara, semua wanita yang setengah telanjang, langsung berkerumun menjadi satu.
Mereka yang kini saling memeluk terlihat sangat ketakutan.
Dan di antara mereka, ada satu wanita yang menatap tajam Gu Chen, ia tak lain Ren Len, ibu dari Ren Jiang.
“Ja..Jangan nona, ayo cepat kesini,” ucap semua wanita langsung meneriaki Ren Len.
Tapi Ren Len tidak menanggapi, ia sadar jika ikut berkumpul bersama para budak, maka mereka pasti akan di bawa.
Wung..!!
Bam bam..!!
Sementara di sel sebelah, terdengar sosok pria memukul-mukul sel saat mendengar Gu Chen memanggil nama Ren Len.
“Sialan kau Gu Chen, sini keluarkan aku, jika kau berani lawan aku bertarung,” teriak Ren Ji dengan nada penuh amarah.
...
Gu Chen yang melihat wajah dingin Ren Len, kini semakin ingin membawa Ren Len, ia yang kini mendengar suara teriakan Ren Ji, melirik ke arah Ren Ji dengan tatapa mesum.
“Hehe,, apa kau sudah tidak sabar untuk melihat aku bertarung dengan istrimu di ranjang Ren Ji,” ejek Gu Chen.
Blush..!!
Tangan Gu Chen pun langsung menjulur ke arah sel tahanan para wanita, dan dalam sekejap tubuh Ren Len langsung tertarik.
“Ti..Tidak sialan, akan ku bunuh kau jika kau berani menyentuh tubuh istriku,” teriak Ren Ji langsung mengamuk.
Bom bom bom..!!
Walau energi Qi'nya di segel, tetap saja kekuatan tubuh Ren Ji sangatlah kuat, sehingga setiap pukulan yang ia layangkan, dapat membuat tempat tersebut bergetar.
...
Di tempat Ren Len, ia yang tidak bisa melawan hisapan yang di arahkan oleh Gu Chen, tanpa sadar meneteskan air matanya.
“Maafkan aku Ji Gege,” ucap Ren Len dengan nada penuh kesedihan.
Ren Ji yang mendengar itu, semakin mengamuk sejadi-jadinya dan memukul sel, tapi, apapun usahanya, tetap saja sia-sia.
Wuss..!!
Blush..!!
Tepat saat tubuh Ren Len akan sampai ke tangan Gu Chen, sebuah cahaya yang cukup terang langsung muncul menyilaukan mata semua orang.
Tepat saat cahaya menghilang, kini keheningan terjadi.
Pandangan semua orang hanya mengarah ke sosok pemuda tampan. Mereka semua terdiam bukan kehendak mereka, itu karena tekanan yang pemuda ini berikan lah yang membuat mereka tidak bisa menggerakkan bibir maupun anggota tubuh mereka.
Di tempat Gu Chen berdiri, ia yang merasakan aura dari sosok pemuda di depannya, hanya bisa bergetar ketakutan.
“Tu..Tuan, ampuni aku, aku hanya menjalankan perintah dari Tuanku Yang Mulia Dewa Iblis Kehancuran,” ucap Gu Chen dengan mengalirkan seluruh energinya ke bibirnya, hanya untuk agar ia bisa bicara.
Walau begitu, banyak darah keluar dari mulut Gu Chen saat ia memaksa untuk bicara.
“Hemm..!! Awalnya aku tidak ingin mengeluarkan kekuatanku, tapi karena calon besanku kau tahan, aku terpaksa melakukannya.” Ucap Xiu Bai dengan nada santai.
“Walau mereka semua kini merasakan energiku, apa boleh buat, kau akan jadi yang kedua mati sebagai bawahan Iblis bodoh itu,” ucap Xiu Bai melambaikan tangannya.
“Ti..Tidak, jangan bunuh aku Yang Mulia Asura, aku ingin hidu-” teriak Gu Chen.
Jlep..!!
Tubuh Gu Chen pun langsung lenyap terhisap oleh celah kehampaan.
Tap tap..!!
Setelah itu, Xiu Bai pun melirik ke arah para tahanan.
Blush..!!
Bruk bruk bruk..!!
Tepat setelah energi Xiu Bai menghilang, semua tahanan langsung berlutut.
“Sa..Salam Yang Mulia Iblis Asura,” ucap semua tahanan sambil bersujud.
“Hais, kalian ini, cepat bangkit,” ucap Xiu Bai dengan nada santai.
Dret..!! Krak krak..!!
Duarr..!!
Tangan Xiu Bai yang terlambai pun langsung menghancurkan sel-sel tersebut, bersama dengan rantai yang mengikat tangan dan kaki mereka.
Bukan hanya itu, tubuh semua tahanan pun dalam sekejap melayang di udara, lalu tubuh mereka terselimuti oleh energi milik Xiu Bai.
Merasakan itu, para tahanan pun menjadi berkaca-kaca, karena setahu mereka, sosok Legenda Hidup yang dulu menghilang, dengan berbagai cerita, kini ada di depan mereka dan telah membantu mereka.
Tap tap..!!
Tak lama, tubuh para tahanan yang telah pulih serta telah mengenakan pakaian, kini menapakkan kaki mereka.
“Tu..Tuan-” ucap sosok pria tua ingin mengucapkan terimakasih, tapi sebelum ia menyelesaikan ucapannya, itu langsung di potong oleh Xiu Bai.
“Tidak perlu berterimakasih,” ucap Xiu Bai sambil melirik ke arah dimana sosok Ren Ji dan Ren Len berada.