Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kekesalan Han Liu dan Kemunculan Calon Mempelai Wanita


“Jadi untuk membalas budi, serta demi bertahan hidup, kau harus mau menuruti keinginan mereka dan keinginanku.” Sambung Han Liu masih sama dengan senyuman sebelumnya.


Tap tap..!!


Langkah Han Liu dan Feng He pun terhenti saat mereka melihat sebuah gerbang besar di depan mereka.


Sreekk..!!


Tak lama, gerbang tersebut terbuka secara perlahan.


Terlihat tubuh Feng He sedikit bergetar saat melihat gerbang terbuka sedikit demi sedikit, karena di balik gerbang tersebut, sudah menunggu sosok calon wanita yang akan ia nikahi.


“Sialan, jika saja aku sedikit lebih kuat, aku pasti akan kabur dari dulu dari tempat ini,” umpat Feng He dalam hati.


Woaaah..!!


Seruan sambutan pun seketika terdengar meriah di saat semua Ras Monster Phoenix melihat wajah tampan Feng He, atau yang mereka kira Feng Du.


Tap tap..!!


Han Liu yang di balik gerbang pun dengan santai berjalan sambil menyeret Feng He.


“Selamat datang calon mempelai pria ku,” teriak sosok monster berkepala stengah Phoenix setengah manusia. Walau begitu, ia terlihat sangatlah tampan.


Han Liu yang melihat orang tua sekaligus wakil dari calon mempelai wanita pun langsung menghampirinya.


“Tuan, bagaimana kabarmu? Kau semakin sehat saja setiap hari,” celetuk Han Liu dengan santai.


“Hoho,, saudara, jangan panggil aku Tuan lagi, karena sekarang keponakanmu dan putri ku akan menikah, jadi kita sekarang adalah saudara,” ucap Feng Liu langsung merangkul Han Liu.


“Ti..Tidaak.”


Seketika pandangan semua orang mengarah ke asal suara teriakan yang berasal dari Feng He.


Feng He yang berteriak saat ini terkejut setengah mati saat melihat calon wanita yang akan ia nikahi.


“Si idiot itu,” umpat Han Liu dalam hati dan terlihat sedikit khawatir akan kemarahan sosok yang berdiri di sampingnya.


Tapi Han Liu menjadi lega saat melihat senyuman lucu Feng Liu.


...


Sementara Feng He yang terlihat terkejut, sampai-sampai tanpa sadar berteriak, kini menutup mulutnya.


“Si...Sialan, aku harus lari dari sini,” gumam Feng He yang tidak ingin menikahi sosok wanita berotot di depannya.


Feng He sedikit bergidik melihat sosok wanita di depannya saat ini.


Otot wanita yang terlihat berkeringat karena baru selesai latihan terus menetes.


Sementara wanita berotot yang mendengar teriakan Feng He pun secara spontan melirik Feng He.


“Ooh jadi dia calon suami adik ku. Hemm,, lumayan tampan,” gumam sosok wanita berotot.


Dret..!!


Dengan cepat sosok wanita berotot muncul di depan Feng He dengan kedua tangan terayun.


Feng He yang mengira dirinya akan di peluk langsung memasang wajah panik.


“Ooh tidak, mati aku,” umpat Feng He langsung memusatkan energinya ke kakinya.


Dret..!!


Duaarr..!!


Tepat setelah Feng He mampu menghindar, tangan wanita berotot yang bernama Feng Shelin menempel di lantai yang retak, akibat tangannya yang menembus lantai.


“Hoo,, kau cepat juga anak muda,” ucap Feng Shelin terlihat memasang wajah menyeringai.


Glek..!!


“Huhuhuhu,, apa yang telah aku lakukan di masa lalu sehingga harus mendapatkan wanita semengerikan ini,” gumam Feng He langsung menelan ludah.


“Tu..Tuan muda, aku mohon datanglah selamatkan bawahanmu yang patuh dan setia ini, atau setidaknya ada orang yang ingin berbaik hati menolong aku yang polos tanpa dosa ini,” gumam Feng He.


...


“Cukup Jie-Jie, apa kau tidak lihat jika saat ini kau di lihat semua orang, bukan hanya itu saja, Feng Gege juga teihat tidak ingin bertarung karena takut melukaimu,” ucap sosok wanita anggun.


Saking anggunnya, Feng He yang melihatnya, kini melongo.


Tap tap..!!


Pletak..!!


“Jaga pandanganmu bocah, dia itu calon istrimu, jika kau di lihat liar, bisa-bisa dia menolak menikah denganmu,” dengus Han Liu langsung memukul kepala Feng He.


Woaah..!!


Jlep..!!


Feng He yang ingin berteriak bahagia, langsung menyumpal mulutnya.


Terlihat Feng He langsung memperbaiki sifatnya setelah sadar jika wanita cantik yang ada di depannya adalah calon istrinya, bukan wanita mengerikan yang menyerangnya tadi.


Pletak..!!


Aduh duh duh..!!


“Hilangkan wajah senyum mu itu bocah,” ucap Han Liu langsung melototi Feng He.


Feng He pun langsung cemberut.


Melihat tingkah Han Liu dan Feng He.


Terlihat semua orang yang ada di sana seketika tersenyum, karena menduga mereka sangatlah akrab. Bahkan sosok wanita yang bernama Feng Shui atau calon istri Feng He juga ikut menutup mulutnya saat tersenyum.


Feng He yang tidak pernah melepaskan pandangannya dari Feng Shui, seketika terkesima.


“Hoho,, aku akan betah di sini jika dia adalah calon istriku,” gumam Feng He dalam hati.


Melihat wajah Feng He berseri-seri. Han Liu terlihat semakin jengkel.


Saat ia akan memukul Feng He, Feng Liu langsung muncul di depan Han Liu.


“Maklumi saja, keponakanmu ini adalah orang baik, ia tidak seperti yang pernah aku temui selama ini.” Ucap Feng Liu.


“Bukankah begitu Shui'er?” Tanya Feng Liu melirik putri paling kecilnya.


“Hemm..!! Feng Gege sangat lucu, aku yakin Feng Gege adalah sosok ceria yang selalu menghibur, ia juga pastinya dewasa dalam berpikir.” Ucap Feng Shui.


Wajah Feng He seketika semakin mengembang saat ia di puji.


Berbeda dengan Feng He, Han Liu yang berpura-pura jadi paman Feng He, terlihat semakin kesal.


“Si sialan ini, ia tadi sangat ingin melarikan diri dan selalu mengumpatiku, tapi kini, ia malah berpura-pura tidak mengetahui kehadiranku. Bukan hanya itu saja, aku merasa ia saat ini seperti sebuah lem nantinya.” Umpat Han Liu.


“Ehem,, ada apa dengan wajahmu itu Pa,,,aaman?” Tanya Feng He dengan nada panjang sambil tersenyum polos.


Krak krak..!!


Tangan Han Liu langsung terkepal hingga terdengar bunyi patah tulang. “Awas saja kau sialan, akan ku cincang wajah licik mu itu,” gumam Han Liu yang semakin di buat kesal.


Tap tap..!!


Setelah berhasil membuat Han Liu kesal, Feng He pun langsung melangkah menuju Feng Shelin.


“Kakak ipar, maafkan sikap adik iparmu yang tadi,” ucap Feng He. “Lain kali jika ada kesempatan, kita bisa sparing ulang jika kakak ipar mau,” sambung Feng He.


Feng Shelin pun langsung menekuk kepala Feng He dengan lengannya. “Hehe,, kau pintar juga merayuku agar aku mengizinkanmu menikahi adik ku,” kekeh Feng Shelin.


“Dan kini kau telah berhasil, bukan hanya diriku saja yang terlihat setuju, tapi semua orang yang ada di sini setuju jika kau akan menjadi calon suami adik ku,” ucap Feng Shelin menunjuk ke arah semua orang.


Pandangan Feng He pun melirik ke arah sekelilingnya. Ia pun mengangguk malu-malu saat melihat reaksi semua orang.


Melihat tingkah Feng He yang malu-malu, hal tersebut membuat semua orang semakin setuju.


Sementara Han Liu semakin bertambah kesal setiap saat. “Uhh, aku menyesal telah menjodohkannya, seandainya aku tidak menipu mereka,” umpat Han Liu.