
“Nada suaranya terdengar jujur, dan sorot matanya tidak menunjukkan adanya jejak kebohongan. Jadi, aku rasa ia mengatakan yang sebenarnya.” Jawab Bai Han dan Duan Du serempak.
Tap tap..!!
Mereka pun langsung melangkah menuju aula terbuka tempat Xiu Bai duduk menonton pertraungan mereka.
Terlihat juga para tamu mengikuti satu persatu, hingga membuat tempat tersebut mulai di penuh.
...
Melihat semuanya telah penuh oleh orang-orang yang tak ia kenal, Fei Wei Xian dengan santai mengangkat tangannya.
“Duduklah dan jangan lupa buat kursi masing-masing di tempat yang menurut kalian nyaman,” ucap Fei Wei Xian dengan nada santai.
Mendengar itu, semua tamu terlihat sangat senang dengan Fei Wei Xian yang sangat terbuka dan terlihat enak di ajak mengobrol.
Dret..!!
Tap tap..!!
Dengan segera semuanya membuat kursi dan duduk dengan santai, tanpa merasakan adanya tekanan.
...
“Baiklah langsung saja, tujuanku datang kesini karena permintaan kakak Asura melihat bakat-bakat kalian, tapi sebelum itu, kita akan mulai pesta terlebih dahulu,” ucap Fei Wei Xian tersenyum manis.
Woahh..!!
Suara gaduh seketika terdengar di aula tersebut, namun tak bertahan lama, Fei Wei Xian mengeluarkan banyak sekali daging mentah yang siap di bakar dan beberapa arak serta anggur.
“Bakar sesuai kebutuhan kalian serta minum sesuai kemampuan kalian, dan pesta di mulai,” teriak Fei Wei Xian.
...
Dalam sekejap semua orang kini kembali gaduh, ada yang berteriak tidak jelas karena sudah di pengaruhi minuman, ada yang tertawa layaknya orang gila.
Tapi Fei Wei Xian sama sekali tidak mempermasalahkannya, dan malah menikmatinya dengan senyuman santai.
Duan Du, Bai Han dan beberapa yang tidak minum, kini menyadari ada yang salah dengan semua kebaikan yang sengaja Fei Wei Xian berikan.
“Apa kau menyadarinya juga Tuan Duan?” Tanya Lan Yuheng melirik Duan Du.
“Tentu saja, ini yang di namakan kenikmatan dunia sementara, dan bagi siapa yang mampu menahan godaan yang akan lulus seleksi.” Jawab Duan Du di sertai menjelaskan apa yang ia lihat saat ini.
“Paman Xian sangat mengerikan, ia dengan mudah mempengaruhi semua orang, dan aku kini yakin jika keahliannya yang sebenarnya paman miliki adalah mulutnya.” Sambung Bai Han mencoba menganalisa.
“Hem hem..!! Aku juga sempat terpancing dan ingin makan serta minum tadi, tapi beruntung kakak Ha lebih dulu menahanku,” balas Bai Hu sambil melirik kakaknya Bai Ha.
“Bukan kau saja yang hampir tertipu, aku pun sama,” ucap Du Jian sambil melirik sahabat sekaligus saudaranya Meng Chen.
...
Hingga malam harinya.
Terlihat kini dari ribuan orang, hanya ratusan yang tersisa dan mampu mempertahankan kesadaran mereka.
Salah satunya adalah anggota keluarga inti Xiu Bai.
Tap tap..!!
“Aku tak menduga jika kedua keponakanku dapat menyadarinya, itu cukup baik juga,” ucap Fei Wei Xian mendatangi Bai Han dan Duan Du.
“Tentu saja kami sadar paman, minuman dan daging yang kau berikan berisi bubuk yang bisa membuat orang tertidur pulas.” Jawab Bai Han dan Duan Du serempak.
“Jika begitu, langsung saja, bagi siapa yang masih sadar, ikuti aku,” ucap Fei Wei Xian langsung melangkah turun.
Semua tamu yang masih tersadar seketika bingung, salah satunya Feng Liu, Pemimpin klan Phoenix Angin.
Walau ia bingung, ia tetap menuruti perintah pujaannya itu.
Tap tap..!!
Tidak sampai 5 menit, Fei Wei Xian yang menghitung semua orang yang turun berjumlah 130 orang, langsung mengangguk.
Beberapa yang bingung dengan ucapan tiba-tiba Fei Wei Xian pun mengangkat tangannya.
“Maaf menyela Jendral, jika boleh tahu lulus apa ya?” Tanya Feng Liu dan Iblis yang memiliki tubuh kecil secara serempak.
“Ah, aku lupa menjelaskan jika kalian yang ada di sini terpilih menjadi seperti diriku, yaitu bawahan langsung Iblis Asura. Kalian juga akan menjadi ujung tombak nantinya.” Ucap Fei Wei Xian.
“Tapi bagi kalian yang tidak ingin ikut, maka kalian boleh kembali ke aula, karena yang memiliki keberanian serta memiliki tanggung jawab saja yang boleh berdiri di sini.” Sambung Fei Wei Xian.
“Bukankah begitu kakak,” ucap Fei Wei Xian melirik ke arah kakaknya Fei Xia Ying dan Mo Meilin.
Tap tap..!!
“Hemm..!! Aku tak menduga saat kau datang, kau langsung memilih tanpa basa basi, tapi aku cukup kagum denganmu yang tidak membuang waktu,” ucap Mo Meilin melirik ke 130 di depannya.
Tap tap..!!
Tak lama, terlihat Duan Diyu, Long Qiu, Wang Si, Jen Lang, Long Ye, dan Ren Lang muncul secara bersamaan.
“Apa langsung kita katakan saja?” Ucap Duan Diyu melirik ke arah Mo Meilin dan langsung di angguki sebagai jawaban.
Melihat itu, Duan Diyu pun melirik kembali ke 130 orang di depannya.
“Untuk Du'er, Han'er, Bai Da Xing, Bai Ha, kalian akan di latih oleh Fei Wei Xian, jadi maju dan berdiri di belakangnya.” Ucap Duan Diyu.
Duan Du, Bai Han, Bai Da Xing dan Bai Ha tanpa banyak kata langsung melangkah menuju Fei Wei Xian.
Tap tap..!!
“Untuk yang namanya Du Jian, Bai Ha, Bo Wuhan, dan Tu Long, akan di latih oleh Long Qiu, dan langsung saja maju bagi yang di sebut namanya agar tidak terlalu lama,” ucap Duan Diyu.
Melihat hanya Du Jian, Bai Ha saja yang maju, dahi Duan Diyu pun berkerut. “Dimana yang namanya Bo Wuhan?” Tanya Duan Diyu.
Tapi semua orang menggelengkan kepalanya, bahkan Bai Han dan Duan Du pun tidak menyadari akan hilangnya Bo Wuhan.
“Hemm..!! Bagaimana ini Nyonya Mo? Apa yang namanya Bo Wuhan kita gantikan saja?” Tanya Duan Diyu dan tidak mempertanyakan Tu Long, karena mereka semua tahu jika Tu Long sedang melakukan olah raga malam dengan istrinya.
“Tunggu dulu, akan ku cari jejak jiwanya,” ucap Mo Meilin langsung memejamkan matanya.
Dret..!!
Ribuan jiwa Mo Meilin pun menyebar tanpa di lihat oleh semua orang.
Menyadari Bo Wuhan tidak ada di sekitaran tempat tinggalnya, ribuan jiwa Mo Meilin menyebar ke seluruh wilayah miliknya.
Namun tetap saja sama, Mo Meilin tidak menemukan jejak jiwa Bo Wuhan dimana pun, bahkan di wilayahnya.
Hal tersebut tentu saja membuat Mo Meilin terkejut, lantaran orang sekuat dirinya tidak mampu mendeteksi jejak jiwa Bo Wuhan.
“I..Ini, bagaimana bisa?” Gumam Mo Meilin langsung membuka matanya.
“Apa sudah ketemu? Dimana? Biarkan suamimu yang menjemputnya?” Tanya Long Qiu kini melihat wajah istrinya.
Tapi Mo Meilin hanya menggelengkan kepalanya.
Eehh..!!
Para bawahan langsung Xiu Bai seketika mengerutkan kening dan langsung waspada, lantaran menduga Bo Wuhan adalah musuh.
Bukan hanya itu saja, mereka menduga Bo Wuhan sama dengan Mo Meilin yang terlahir dari Alam, sehingga Mo Meilin sampai tidak bisa mengetahui dimana Bo Wuhan berada.
Tap tap..!!
Saat ketegangan terjadi, Bai Chu Ye dan Tu Long terlihat muncul.
“Jika paman dan Bibi mencari paman Wuhan, maka lupakan saja, karena ia sudah pergi sebelum turnamen di mulai.” Ucap Bai Chu Ye dengan nada datar.
Mendengar itu, Mo Meilin dan Duan Diyu yang ingin bertanya seketika terdiam saat Bai Chu Ye mengeluarkan token lambang Asura.
“Ehem..!! Baiklah, jika begitu kita gantikan saja Bo Wuhan dengan Feng Liu,” ucap Duan Diyu langsung mengubah suasana kembali normal dan mencoba mengalihkan agar semuanya melupakan Bo Wuhan.