
Tanpa banyak basa basi, Xiu Bai langsung menghilang dari tempatnya.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Melihat Tuannya pergi, Lei Long pun hendak mengejarnya, tapi tubuhnya seketika tidak bisa di gerakkan.
“Tidak ada gunanya kau mengejarnya, jika sudah mengatakan hal seperti itu, maka itu tidak akan pernah berubah maupun goyah. Walau kau memohon atau memelas sekalipun, ia tidak akan merasa iba terhadapmu.” Ucap Iblis Kekosongan.
“Dan dari sana juga aku sangat menyukai pendiriannya. Ia juga tidak mudah di luluhkan,” sambung Iblis Kekosongan terlihat sangat berhasrat ingin memiliki Xiu Bai.
Walau mereka musuh dan sering bertarung di masa lalu, dan karena keseringan bertarung, dari sanalah munculnya rasa yang tidak bisa Iblis Kekosongan ungkapkan hingga saat ini.
Terlebih lagi, ia sadar jika terus bertarung, itu tidak akan ada gunanya lagi, karena mereka berlima tidak akan bisa mati. Sehingga Xiu Bai memanfaatkan kesempatan di saat semuanya tidak ingin bertarung dengan mereinkarnasi dirinya agar bisa menjadi manusia seutuhnya.
Pada saat Xiu Bai melakukan Reinkarnasi, barulah Iblis Kekosongan dan 3 sosok yang dapat di katakan di ciptakan dari Alam atau terbentuk dengan sendirinya melakukan Reinkarnasi juga, tapi hanya Reinkarnasi sebanyak 10 kali untuk bisa menjadi manusia seutuhnya.
Tepat di saat Iblis Kekosongan telah menjadi manusia seutuhnya, ia yang bosan pun langsung menggerakkan bawahannya yang di anggap tidak berguna untuk membunuh Xiu Bai, agar Reinkarnasinya jadi lebih cepat.
...
“Hemm..!! Kau kembalilah, biarkan saja dia menenangkan diri,” ucap Iblis Kekosongan kini melirik Lei Long dengan santai.
Lei Long pun langsung mengangguk patuh dan kembali.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Kini hanya Iblis Kekosongan seorang diri melayang di sana. Tatapannya pun mengarah ke kejauhan.
“Walau aku berhenti seperti dulu dalam hal mengacau, namun kau tidak tahu jika ada satu sosok yang jauh lebih gila dariku Asura, berhati-hatilah dengannya. Karena ia tidak akan segan-segan menghancurkan anggota keluarga yang telah kau bentuk,” gumam Iblis Kekosongan memperingati Xiu Bai melalui pesan telepati.
Setelah memberikan Xiu Bai peringatan, Iblis Kekosongan pun langsung lenyap dari tempatnya, seolah-olah ia tidak pernah berdiri di sana.
***
Tap tap..!!
Xiu Bai yang muncul dari ruang hampa, kini terdiam. “Jadi begitu, kini aku sadar siapa orang yang telah menghadang semua anggota keluargaku dari pertama kali aku muncul di sini, dan juga aku baru tahu semua monster-monster aneh yang tidak pernah aku lihat sebelumnya di ciptakan oleh siapa.” Gumam Xiu Bai langsung tersenyum lebar.
“Kau sudah mulai berani melawanku Iblis Neraka,” sambung Xiu Bai terdiam sesaat dan kembali melanjutkan. “Akan ku buat kau menyadari mengapa aku di beri julukan Asura oleh semua orang, bahkan oleh Iblis kekosongan dan dua lainnya.”
Wajah Xiu Bai seketika semakin menyeringai setelah mengatakan hal tersebut, dan sosok gila dirinya di masa lalu terlihat akan kembali lagi.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Dalam sekejap Xiu Bai langsung melesat ke arah Barat. Tujuan Xiu Bai adalah mengumpulkan semua bawahannya di masa lalu.
***
Tap tap..!!
“Hemm..!! Siapa yang telah menghancurkan kota ini?” Tanya Tu Long sambil melirik Bo Wuhan.
Bo Wuhan pun langsung menggelengkan kepalanya secara spontan, karena ia juga tidak tahu dan selalu bersama Tu Long semenjak berpisah dengan anggota keluarganya yang lain dan Xi bersaudara juga.
“Ahh beruntung bocah nakal itu tidak ada, jika ia berada di sini, maka ia pasti akan mengejek sambil menertawaiku lantaran bertanya tadi,” ucap Tu Long tersenyum bahagia.
“Ayo kita cari jejak orang yang menghancurkan tempat ini Wuhan,” ajak Tu Long langsung melangkah layaknya menjadi pemimpin.
Tap tap..!!
Setelah sampai ke titik dimana pusat kota yang hancur, Tu Long dan Bo Wuhan pun langsung bergerak ke dua arah berbeda untuk mencari jejak siapakah orang yang telah menghancurkan kota.
10 menit berlalu.
“Jadi bagaimana Tuan Tu? Aku sangatlah bodoh dalam hal mencari petunjuk, karena aku lebih suka bertarung,” tanya Bo Wuhan kini melirik Tu Long.
“Bukan hanya kau saja, aku pun tidak bisa membedakan jejak-jejak energi yang ada di seluruh kota ini, semuanya sama saja,” sambung Tu Long langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lantaran bingung mau melakukan apa.
“Bagaimana jika kita buat sebuah kayu membentuk anak panah, lalu setelah itu kita putar anak panah tersebut di tanah.”
“Jika ujung anak panah berhenti ke arah utara, maka kita akan ke utara. Apakah kau setuju?” Tanya Bo Wuhan kini memberikan sedikit ide.
“Setuju, kau cukup pintar juga Wuhan,” ucap Tu Long dengan wajah cerah.
Kini dengan cepat mereka memutar anak panah setelah membuatnya.
Sreett..!!
Melihat anak panah berhenti di arah Timur Laut. Wajah Tu Long dan Bo Wuhan pun langsung cemberut.
“Putar ulang, bagaimana bisa anak panah sialan ini ingin membawa kita kembali ke Hutan sialan itu lagi,” dengus Tu Long.
Bo Wuhan pun kembali memutarnya.
Srett..!!
Namun lagi-lagi ujung anak panah berhenti di arah Timur Laut.
Tidak menyerah, Tu Long kembali menyuruh Bo Wuhan untuk memutar lagi, hingga 10 kali. Namun tetap saja arahnya sama.
“Arrghh,, sialan, sini biar aku yang memutar, tanganmu itu tangan kutukan,” dengus Tu Long langsung menggeser Bo Wuhan.
Bo Wuhan pun hanya bisa tersenyum kecut sambil menggaruk kepalanya.
Saat Tu Long hendak memutar anak panah, ia seketika mengeryitkan alisnya, karena melihat adanya jejak benang energi yang masih terpasang.
Pandangan Tu Long pun mengarah ke arah mana benang energi tersebut berasal.
Blush..!!
“Dasar orang tua sialan, jadi kau yang mengerjai kami dari awal hah,” teriak Tu Long saat melihat ayahnya yang duduk santai tepat di atas kepala mereka, tanpa mereka sadari dari pertama kali datang.
Long Qiu yang terbaring santai di udara sambil menikmati sebotol arak pun langsung tersenyum lebar.
“Hehe,, bukan kah itu sangat bagus anak durhaka,” ucap Long Qiu tanpa rasa bersalah sama sekali.
“Kau tahu, ayah mu ini sedang kesepian kare-”
“Heh heh,, bagus mata mu,” dengus Tu Long langsung memotong ucapan ayahnya dan kembali melanjutkan. “Aku tidak butuh curhatanmu orang tua sialan, pergi saja kau jauh-jauh, jangan ganggu aku dan Wuhan.” Teriak Tu Long.
Tap tap..!!
Bukannya pergi, malah Long Qiu kini muncul di depan putranya sembari tersenyum lebar.
“Hehe,, kalau ayahmu yang tampan dan kuat ini tidak mau, bagaimana?” Tanya Long Qiu sambil menampilkan ototnya yang jauh lebih terbentuk dan kuat dari otot milik Tu Long.
“Heng,, lakukan saja sesukamu huh, kau ini tidak ada kerjaan saja mengganggu perjalan putramu untuk meningkatkan kekuatannya,” dengus Tu Long langsung mengalihkan pandangan ke arah Bo Wuhan.
“Ayo kita pergi Wuhan, jika terus bersamanya, maka ini tidak akan pernah selesai,” ajak Tu Long langsung menarik paksa Tu Long.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
Tu Long tentu sadar, jika ia meladeni ayahnya, maka perdebatan mereka tidak akan ada habisnya. Itu karena ayahnya sangat senang saat melihat ekspresi dirinya sedang marah.
Dan Long Qiu yang melihat kepergian putranya, terlihat tersenyum cerah. “Hehe,, bagus, kau menuju arah yang ayah inginkan. Buatlah kekacuan di sana nanti hingga dia keluar.” Kekeh Long Qiu.
“Dan saat kau dalam bahaya, maka ayahmu yang tampan dan kuat ini akan datang sebagai pahlawan,” sambung Long Qiu dengan nada bangga.