Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Area Bebatuan dan Mainan Baru Tu Long


“Jadi siapa kau sebenarnya? Tidak mungkin kau hanyalah Hukum Bayangan saja.” Tanya Duan Du dengan tatapan dingin serta terdengar serius.


Pandangan Raja Neraka Bayangan pun melirik ke arah Duan Du dengan pandangan hormat.


“Saya adalah Spirit Neraka Bayangan yang anda bangkitkan sendiri dari manual yang telah anda latih dalam waktu yang cukup lama di masa lalu,” jawab Spirit Neraka Bayangan.


“Bukan hanya itu saja, saya juga tahu asal usul anda Tuan muda, kau adalah Kaisar Neraka Bayangan yang secara tiba-tiba menghilang di masa lalu.” Sambung Spirit Neraka Bayangan.


Spirit Neraka Bayangan kembali terdengar menceritakan masa lalu Duan Du.


Hingga beberapa menit kemudian, terlihat saat ini Duan Du hanya diam sambil menatap Raja Neraka Bayangan dengan tatapan tidak percaya.


Tapi mau tak mau ia sedikit percaya, karena melihat mata Raja Neraka Bayangan yang terlihat tidak berbohong, ia juga tahu mengapa Raja Neraka Bayangan tidak pernah bicara dengannya.


Itu karena Raja Neraka Bayangan ingin bicara dan menceritakan semuanya di saat kekuatan Duan Du sudah mencapai tingkat Kaisar Dewa Surgawi.


Tapi saat ini Raja Neraka Bayangan mau tak mau harus menceritakan semuanya.


“Hemm..!! Baiklah, kau bisa kembali, tapi jangan macam-macam di dalam tubuhku,” ucap Duan Du.


Raja Neraka Bayangan pun mengangguk patuh dan langsung berubah menjadi asap.


Blush..!!


Tepat setelah Raja Neraka Bayangan masuk ke dalam tubuhnya, kini Duan Du melirik ke arah sesepuh tua yang masih bersujud tidak jauh dari tempatnya.


“Hem...!! Jika tidak salah nama mu Zuu San bukan?” Tanya Duan Du.


“Be..Benar Yang Mulia, yang tua renta ini bernama Zuu San,” jawab Zuu San memperkenalkan dirinya.


“Jika aku boleh tahu, sedang apa kau di sini? Dan apakah kau tahu dimana lokasi Klan Ding berada?” Tanya Duan Du.


“Sa..Saya tahu Yang Mulia, dan saya di sini karena tempat ini adalah tempat tinggal saya,” jawab Zuu San.


“Dan saya juga salah satu yang di anggap Leluhur tertua di klan Ding, karena saya lah yang menerima kedatangan mereka kesini serta membantu mereka memulihkan diri.” Sambung Zuu San memberitahu tentang Klan Ding.


Mendengar itu, wajah Duan Du pun langsung tersenyum lebar.


”Hehe,, aku tidak perlu susah payah mengajak mereka untuk bersekutu dan ikut bertarung nantinya, karena orang aku dapat di anggap telah mengendalikan klan Ding,” gumam Duan Du tersenyum licik.


Tentu saja Duan Du sadar jika saat ini Zuu San memandang dirinya berbeda dari sebelumnya. Duan Du merasa dirinya di anggap Dewa Zuu San.


“Baiklah, bawa aku ke klan Ding,” ajak Duan Du dengan senyum cerah.


Jing Lujie yang dari awal diam, kini merasakan adanya yang tidak beres dari senyuman Duan Du saat ini.


“Ehem,, menurut perkiraanku, mungkin kita hanya bicara dengan Tuan Zuu San saja. Karena ia pasti orang yang paling penting dan di percaya semua anggota klan Ding. Jadi mengapa kita harus ke Klan Ding jika hal yang mudah sudah ada di depan mata?” Tanya Jing Lujie sambil melirik Duan Du.


“Kau diam saja dan ikuti aku, jika tidak, maka pulang saja sana,” dengus Duan Du kini melototkan matanya ke arah Jing Lujie.


Melihat tatapan mata Duan Du, Jing Lujie hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Perasaanku merasakan akan terjadi kekacuan di klan Ding,” gumam Jing Lujie hanya bisa menghela nafas berat.


Sementara di tempat Duan Du, ia kini kembali mengarahkan pandangannya ke arah Zuu San, setelah melototi Jing Lujie.


“Ayo Kakek Zuu,” ajak Duan Du.


Saat Zuu San ingin mengatakan sesuatu yang terlihat tidak merasa enak di panggil seperti itu, Duan Du lebih dulu melambaikan tangannya untuk menyuruh Zuu San diam dan lebih baik menunjukkan jalan.


Zuu San pun hanya bisa mengangguk patuh tanpa berani membantah lagi, ia takut jika dirinya membantah, maka Raja Neraka Bayangan akan keluar lalu menyiksa dirinya.


Tap tap..!!


Duan Du dan Jing Lujie pun langsung melangkah pergi mengikuti Zuu San yang kini menjadi pemimpin jalan.


***


Dret..!!


Tap tap..!!


Sementara di arah yang berlawanan dengan tempat yang Duan Du tuju, kini Tu Long dan Jing Chen mendaratkan kakinya di daratan yang di penuhi bebatuan.


“Hei, apa kau yakin ini tempatnya?” Tanya Tu Long, yang terlihat hanya mengerutkan keningnya.


“Benar Tuan Tu, inilah tempatnya,” jawab Jing Chen yang terlihat mengenal area bebatuan di depannya.


“Ayo ikuti aku,” ajak Jing Chen langsung melesat ke arah tertentu.


Dret..!!


Dengan cepat Tu Long mengikuti Jing Chen dari samping.


20 menit berlalu.


Tap tap..!!


“Sial, kenapa harus kita berlari kesana kemari seperti ular,” dengus Tu Long langsung menghentikan langkahnya.


“Itu karena batu-batu ini kan besar, jadi aku memilih jalan yang mudah di lalui saja Tuan Tu,” jawab Jing Chen.


“Ah sial, kenapa juga kita tidak bisa terbang?” Umpat Tu Long. “Hukum sialan yang ada di sini juga sangat misterius,” sambung Tu Long dalam hati.


Beberapa menit yang lalu, saat Tu Long mencoba memaksa untuk terbang, semakin ia mengeluarkan energinya, maka semakin kuat tekanan Hukum yang ada di tempat tersebut menekan Tu Long.


Jadi Tu Long terpaksa mengikuti Jing Chen dengan cara berlari kesana kemari.


“Hemm..!! Kita aku tidak berpikir ke arah sana,” gumam Tu Long langsung tersenyum lebar.


Melihat senyum lebar Tu Long, awalnya Jing Chen hanya bingung sambil menggaruk kepalanya, tapi tak lama, matanya seketika melebar saat melihat Tu Long melesat ke arah batu besar yang menghalangi jalan mereka.


Wung..!!


Duar..!!


Dalam sekejap batu besar tersebut langsung hancur.


“Haha,, kali ini kita tidak perlu sat set sat set lagi kayak ular,” ucap Tu Long tertawa lebar.


“Ayo berikan aku arahan, akan ku hancurkan semua yang menghadang,” ucap Tu Long sambil menepuk dadanya dengan bangga.


Glek..!!


“Semoga saja tidak terjadi apa-apa kedepannya,” gumam Jing Chen langsung berharap.


Dret..!!


Dret..!!


Wung..!!


Bom bom bom..!!


Dengan cepat Jing Chen menunjukkan arah lurus dan Tu Long dengan semangat menghancurkan semua yang ada di depannya.


...


Tidak jauh dari lokasi Tu Long dan Jing Chen, terlihat sosok Monster Batu membuka matanya.


“Siapa yang berani mengganggu tidurku,” ucap Monster Batu kini mulai bangkit.


Krak krak..!!


Bam..!!


Suara ledakan seketika terdengar saat Monster Batu bangkit secara perlahan.


Pandangannya pun mengarah ke arah timur, karena suara ledakan berasal dari sana.


Bam bam..!!


Monster Batu pun langsung melangkah kan kakinya ke arah Timur.


...


Tap tap..!!


Langkah Tu Long dan Jing Chen pun langsung terhenti saat merasakan aura yang sangat kuat berasal dari arah Barat yang akan mereka tuju.


Bukan hanya itu saja yang membuat mereka berhenti, melainkan guncangan hebat mereka rasakan yang membuat pijakan mereka sedikit goyah.


“Hemm..!! Kekuatan ini setidaknya setara atau bangkah lebih kuat dari Tuan muda,” gumam Tu Long langsung memasang wajah serius.


Dret..!!


Srek.. Bam.!!


“Jika begitu, ayo kita bidik siapa sosok tersebut,” gumam Tu Long langsung menyeringai lebar.


Terlihat kini Tu Long mengeluarkan Rudal versi mini yang telah ia rakit ulang bersama Duan Du saat masih berada di penjara Tambang.