Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Kekesalan Xiu Bai Akan Kelakuan Bo Wuhan


Melihat kedua wanita di depannya akan beradu mulut. “Wanita memang merepotkan,” gumam Xiu Bai yang langsung pergi meninggalkan mereka tanpa di sadari.


Dret..!! Wuss wuss..!!


...


“Apa kau bilang hah, Asura saja selalu menolakmu dan kau kau tak tahu diri selalu mencoba mendekatinya. Huh,” dengus Mo Meilin yang terlihat sangat ingin menjabak rambut Dewi Iblis Kegelapan.


Dewi Iblis kegelapan kembali membalas ucapan Mo Meilin dengan santai.


“Heh,, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil, toh Asura juga tidak marah jika aku mendekatinya. Kenapa kau malah yang repot,” ucap Dewi Iblis Kegelapan dengan senyuman halus, namun ada makna ejekan dari senyuman tersebut.


“Sudah bosan hidup rupanya kau,” teriak Mo Meilin yang terlihat sudah tidak tahan.


Dret..!!


Dewi Iblis Kegelapan tidak tinggal diam, ia pun melesat ke arah Mo Meilin.


Sret..!!


“Mati kau wanita tidak tahu diri,” teriak Mo Meilin kini mencoba menarik rambut Dewi Iblis Kegelapan.


“Kau saja yang mati dasar wanita beracun,” balas Dewi Iblis Kegelapan.


Dan terlihat pun keduanya saling menjambak tanpa ada yang menghentikan.


***


Tap tap..!!


“Huh,, beruntung aku langsung pergi, jika tidak, bisa tambah rumit bermasalah dengan para wanita,” gumam Xiu Bai terdengar menghela nafas panjang.


Pandangan Xiu Bai pun langsung mengarah ke tempat dimana Wilayah yang kini hancur lebur.


“Si sialan itu,” gumam Xiu Bai seketika memasang wajah kesal.


Pasalnya apa yang Xiu Bai lihat di depannya saat ini sudah di luar batas.


Terlihat wilayah di depan Xiu Bai tidak bisa di tinggali lagi selamanya, semuanya menjadi terpecah menjadi ratusan puing dan melayang di udara.


Bahkan Xiu Bai yakin 100 ribu tahun yang akan datang, wilayah di depannya ini tetap tidak bisa di perbaiki.


Dret..!! Wuss wuss..!!


Karena penasaran, Xiu Bai pun melesat ke arah jejak Bo Wuhan pergi.


Tap tap..!!


Lagi-lagi wajah Xiu Bai tambah kesal melihat wilayah di depannya dapat di anggap jauh lebih parah lagi dari sebelumnya.


“Aku menyesal telah menyuruhnya pergi, jika begini, tak lama lagi ia akan menghancurkan seluruh wilayah yang ada di Selatan ini tanpa sisa,” gumam Xiu Bai mengumpat dalam hati dan kembali melesat.


***


Wung..!!


“Jangan lari anak-anak, bapakmu ini telah datang menjemput kalian yang lari dari kandang. Hahaha,” seketika terdengar suara tawa Bo Wuhan dengan lantang sambil mengayunkan tinjunya serta melemparkan Kapaknya.


Sring..!! Crash crash crash..!!


Argh..!!


Dalam sekejap puluhan Jendral Kehancuran mati tanpa bisa melakukan perlawanan.


Tidak berhenti sampai di sana, Bo Wuhan yang sudah melayangkan tinju, kini meledakkan setiap tubuh musuhnya.


Bo Wuhan saat ini terlihat sangat-sangat bahagia, dengan bantuan Inti Darah dan Inti Bayangan, ia bisa melakukan apapun tanpa tersentuh sama sekali dan ia dengan bebas melakukan serangan.


Karena kesenangannya ini, ia tidak sadar jika telah menghancurkan semua yang ada di sekitarnya. Dan itu berawal dari melawan ribuan Jendral Kehancuran yang ia temui beberapa waktu lalu.


Flashback..!!


Bo Wuhan yang kini di serang sisa ratusan Jendral Kehancuran, terlihat tidak pernah melepaskan seringai lebarnya.


Sementara para Jendral Kehancuran yang merasa di teror oleh Bo Wuhan, terlihat sangat ketakutan, tapi mereka tetap memberanikan diri menyerang. Karena berpikir jika Bo Wuhan pastinya memiliki batas energi.


Tapi mereka tidak sadar jika Bo Wuhan tidak akan pernah kehabisan energi, selagi musuh ada di depannya, ia dengan mudah menyerap energi musuh-musuhnya yang sudah di bunuh menggunakan Kapaknya, bahkan ia bisa menggunkan teknik yang telah Tuannya ajarkan untuk menyerap energi Alam sekitar.


...


Pada saat Bo Wuhan sangat menikmati dirinya di serang dari berbagai arah, terlihat Jendral Kehancuran yang terkuat masih di ikat oleh rantai darah yang di baluti bayangan.


Terbesit di pikirannya untuk menjadikan mereka semua tawanan, agar bisa membuat Bo Wuhan lemah, sehingga ia dan yang lain bisa membunuhnya. Jika tidak bisa membunuh, maka ia berpikir menjadi penduduk kota sebagai pelarian.


“Hehe,, akan ku buat mereka menjadi budak agar bisa membunuhmu sialan,” kekeh Jendral Kehancuran dengan suara kecil.


Dan Jendral Kehancuran terkuat tidak sadar jika suaranya di dengar oleh Bo Wuhan melalui rantai yang ia ikatkan ke tubuh Jendral Kehancuran tersebut.


...


Di tempat Bo Wuhan, ia yang terus tertawa bahagia sambil berteriak menyuruh musuh terus menyerangnya, langsung mengubah ekspresinya menjadi mengerikan.


“Khehe,, sudah bosan hidup juga kalian,” ucap Bo Wuhan langsung mengubah tubuhnya menjadi raksasa.


Blush..!! Krak krak..!!


“Akan ku hancurkan kalian semua,” teriak Bo Wuhan mengayunkan tinjunya ke arah para Jendral Kehancuran yang terlihat tersenyum lebar, karena mengira dengan tubuh besar Bo Wuhan ini, akan memudahkan mereka untuk membunuhnya.


Tapi mata mereka semua langsung melotot, hingga tidak sadar jika mereka semua telah berubah menjadi abu.


Duarr..!!


Guncangan hebat pun tercipta saat tinju Bo Wuhan menyentuh tanah.


Melihat itu, sekitar 12 Jendral Kehancuran yang tersisa langsung melarikan diri ke berbagai arah. Hanya menyisakan Jendral Kehancuran terkuat yang tidak bisa bergerak.


Matanya kini terlihat meneteskan air mata tanpa sadar, saat melihat Bo Wuhan tepat di depannya dalam wujud raksasa sambil menyeringai.


“Khehe,, kau mirip dengan Tuan mu yang bodoh itu, sama-sama licik, ingin memanfaatkan para penduduk yang tidak tahu apa-apa. Akan ku buat kau mengerti jika aku adalah bencana bagimu jika kau berpikiran seperti itu,” kekeh Bo Wuhan langsung membuka mulutnya.


Wuss..!! Krak Krak krak..!!


Dengan santai Bo Wuhan ******* tubuh Jendral Kehancuran terkuat hingga remut, setelah itu ia langsung membuangnya.


Blush..!!


Bersamaan dengan itu, tubuh Bo Wuhan pun mulai mengecil.


Tap tap..!!


Di salah satu puing-puing wilayah yang cukup besar layaknya sebuah pulau langit, terlihat para penduduk di selimuti oleh energi.


“Beruntung aku lebih dulu membuat ribuan bayangan lalu memindahkan mereka, karena jika mereka mati, maka akulah yang mati di bunuh oleh Tuan.” Gumam Bo Wuhan yang masih sempat berpikir menyelamatkan mereka, di saat dirinya mengamuk.


Tap tap..!!


“Kalian semua, pergilah ke Barat, mulailah hidup baru di sana. Karena aku akan langsung pergi memburu mereka yang terlepas dari kandangnya,” teriak Bo Wuhan langsung menciptakan beberapa klon untuk membimbing para penduduk kota yang selamat.


Flashback End...!!


Kini pandangan Bo Wuhan yang baru selesai membunuh semua Jendral Kehancuran yang ada di wilayah ini pun mengarah ke wilayah yang mampu ia lihat.


“Kehehe..!! Tersisa 1 Wilayah lagi, maka semuanya selesai,” kekeh Bo Wuhan terlihat hendak pergi.


Tap..!!


“Mau kemana kau sialan?” Tanya Xiu Bai yang muncul tepat di belakang Bo Wuhan sambil menepuk pundak Bo Wuhan.


“Hehe,, tentu saja menjalankan perintahmu Tuan, memang apa lagi,” jawab Bo Wuhan dengan nada polos di sertai senyuman kecil.


Wajah Xiu Bai seketika berkedut-kedut saat mendengar jawaban polos Bo Wuhan.


Entah kenapa ia sangat kesal saat mendengar jawaba polos Bo Wuhan ini.


“Dasar bocah kurang ajar, apa kau tidak lihat dengan apa yang kau lakukan hah.” Dengus Xiu Bai.


“Eeh,, memang apa yang aku lakukan Tuan? Perasaan aku tidak melakukan apa-apa selain menjalankan perintahmu,” tanya Bo Wuhan bingung dan menjelaskan.


Krak krak..!!


Bam..!!


“Aduh aduh,, sakit Tuan,” teriak Bo Wuhan yang kepala langsung di pukul oleh Tuannya. Walau tanpa menggunakan energi, entah kenapa Bo Wuhan merasakan nyeri yang luar biasa.


”Lihatlah sekeliling mu bodoh, bagaimana kau begitu polosnya tidak menyadari kerusakan alam yang kau buat.” Dengus Xiu Bai menunjukkan wilayah yang hancur dan tidak akan bisa di tempati.


Mendengar itu, Bo Wuhan pun membalas dengan cengengesan kecil sembari menggaruk kepalanya.


“Hehe..!! Maafkan aku Tuan, tadi aku terbawa suasana, jadi aku lupa.” Ucap Bo Wuhan tertawa kecil.


“Hehe,, hehe kepalamu,” dengus Xiu Bai sambil berdecak ke arah Bo Wuhan di sertai memijit keningnya karena sifat Bo Wuhan ini.