
“Walau begitu, ia akan bisa menjadi sedikit hiburan untuk ku, siapa tahu aku bisa mendapat informasi juga nantinya,” ucap Xiu Bai mengeluarkan seutas senyum tipis.
Dret..!! Blush..!!
Sebuah klon muncul di samping Xiu Bai, anehnya, klon Xiu Bai mengenakan jubah yang berbeda dengan Xiu Bai sendiri.
Biasanya jika klon di buat, maka akan menyesuaikan diri dengan pemilik tubuh aslinya.
“Salam Tuan,” sapa klon Xiu Bai memasang ekspresi menyeringai lebar.
Melihat klon kepribadian jahatnya telah muncul, Xiu Bai pun langsung memberikan klonnya perintah untuk menghadapi sosok bayangan yang mengawasi Dimensi Batu ini.
“Hadapi sosok bayangan yang bersembunyi itu, tapi kau tidak boleh membunuhnya sebelum mendapatkan informasi apa-apa, dan jangan terlalu berlebihan,” ucap Xiu Bai.
Klon Xiu Bai pun mengangguk dan tidak pernah lepas dari senyuman mengerikan yang ia paham.
“Khehe,, tenang saja Tuan, akan ku buat ini menyenangkan,” kekeh klon Xiu Bai.
Dret..!! Wuss wuss..!!
Tanpa banyak kata, klon Xiu Bai pun langsung lenyap dari pandangan Xiu Bai.
...
Tap tap..!!
Sementara di halaman Menara Langit ke 10, Bai Chu Ye yang sudah menemukan cara agar bisa mengurangi jumlah korban di pihaknya, kini melangkah keluar dari Lantai 1 Menara bersama para Pemimpin lantai dan tentunya Shen Canling yang terlihat selalu menempel di dekat Bai Chu Ye.
“Sesuatu dugaan, semua pasukan yang ada di sini sangatlah lemah, rata-rata mereka hanya memiliki tingkat kultivasi yang tinggi saja, tapi pondasinya sangat ambruk. Bahkan aku melihat pengalaman mereka dalam pertarungan tidak ada sama sekali, walau usia mereka melebihi ribuan tahun.” Ucap Bai Chu Ye menghela nafas berat.
“Hehe,, kan sudah saya beritahu, jika Menara Langit ke 10 ini cinta damai, mereka rata-rata tidak ingin adanya pertarungan, hal itulah yang membuat mereka malas berlatih.” Ucap Shen Canling tertawa kecil.
“Huuff,, walau begitu, apa kalian tidak pernah memikirkan akan invasi dari musuh? Setidaknya jika kalian berpikir ada invasi, maka kalian yang menginginkan kedamaian, harusnya berlatih jauh lebih keras, sehingga saat tahu kalian semua kuat, semua musuh tidak akan ada yang berani menyerang.” Balas Bai Chu Ye datar.
Mendengar itu, semua orang langsung diam tanpa bisa mengelak, karena apa yang Bai Chu Ye katakan benar adanya.
“Yah, setidaknya kalian semua para pemimpin Lantai tidak ada yang lemah, itu bisa menutupi kekurangan pasukan kalian.” Ucap Bai Chu Ye saat menyadari ekspresi para pemimpin lantai yang lesu dan langsung mencoba meyakinkan mereka.
“Ayo kita coba strategi yang tadi aku sarankan,” sambung Bai Chu Ye melirik Shen Canling.
Shen Canling yang di tatap pun langsung melirik Naga Iblis.
Huff..!!
“Semuanya, jika kalian merasakan ada yang merasuki tubuh kalian atau mencoba mengendalikannya, jangan melawan, karena itu adalah bantuan yang akan kita terima dari Tuan muda Ye. Dengan bantuannya, maka kita akan bisa menang.” Teriak Naga Iblis.
“Akan ku ingatkan sekali lagi, jika kalian merasakan tubuh kalian di rasuki atau di kendalikan, jangan melawan, ingat itu, karena ini demi keselamatan anggota keluarga Menara Langit ke 10.” Sambung Naga Iblis.
Para pasukan yang mendengar itu, seketika memasang wajah kebingungan, tapi mengingat jika mereka akan bisa menang, walau kecil kemungkinannya, mereka semua pun berteriak serempak tanda setuju.
Huaaa...!!
“Siap laksanakan.”
...
“Baiklah, karena mereka semua setuju, anda bisa melakukan teknik anda Tuan muda,” ucap Naga Iblis melirik Bai Chu Ye.
“Hemm..!! Sebelum itu, kalian ke 9 pemimpin lantai, bersiaplah di posisi kalian, ingat pesan yang aku berikan, sebanyak apapun musuh yang kalian hadapi nanti, jangan terlihat lemah dan jangan termakan provokasi.” Ucap Bai Chu Ye.
“Untuk strateginya, nyalakan saja benda yang aku berikan di saat nyawa kalian benar-benar di ujung tanduk, maka akan datang seseorang yang akan membantu.” Sambung Bai Chu Ye.
Dret..!! Blush..!!
Tepat setelah memberitahu para pemimpin lantai, Bai Chu Ye pun langsung berubah menjadi gumpalan darah.
Terlihat gumpalan darah tersebut mulai menjadi butiran kecil layaknya tetesan air hujan dan langsung melesat ke setiap tubuh pasukan Menara Langit ke 10.
Melihat itu, Shen Canling pun melirik ke arah Feng Liu. Ia baru sadar jika Feng Liu sekuat Naga Iblis, hal tersebut membuatnya merasa terbantu lagi.
“Jadi, apa kita akan langsung menuju ke para Penjaga gerbang? Aku merasa mereka sudah mulai bergerak,” tanya Shen Canling ke arah Feng Liu dan Naga Iblis.
Keduanya pun mengangguk ringan.
“Tentu, aku tidak sabar melawan musuh kuat, apalagi sekuat Penjaga Gerbang,” ucap Feng Liu sembari memasang wajah serius.
“Jika begitu, aku akan ke Timur melawan penjaga gerbang ke 3, sisanya kalian bagi saja,” ucap Shen Canling dan langsung melesat ke arah dimana penjaga gerbang ke 3 berada.
Dret..!! Wuss wuss..!!