Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Tidak Mendapat Informasi Penting dan Waktu Yang Qian Liyun Tunggu Tiba


“Hemm..!! Dia mendatangi kematiannya sendiri, sungguh sangat di sayangkan,” ucap Pedang Hitam terdiam sesaat lalu kembali menambahkan.


“Seandainya ia tidak menjadi anjing Kekaisaran Qian Long, mungkin aku bisa memperingatinya,” ucap Pedang Hitam melihat orang yang ia kenal sebagai mata-mata Kekaisaran Qian Long kini keluar mengikuti kelompok Xiu Bai.


...


Tap tap..!!


Setelah cukup jauh dari gerbang Kota Hitam, Xiu Bai pun tersenyum tipis. “Oh umpannya telah di makan,” ucap Xiu Bai sambil melirik ke arah Du Jian.


Du Jian langsung melemaskan peregangan tangannya sambil menggeliat.


“Hehe,, tunggu beberapa detik saja, aku akan langsung kembali,” kekeh Du Jian.


Dret..!!


Wuss..!!


Du Jian seketika muncul tepat di depan sosok yang mengikutinya dan yang lainnya.


“Hoho,, jadi itu kau,” kekeh Du Jian langsung mengulurkan tangannya.


Sementara mata-mata Kekaisaran Qian Long terkejut saat melihat kemunculan Du Jian, bukan hanya itu saja, saat ini ia juga tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya karena ketakutan.


“Sialan bergeraklah,” gumam sosok berjubah hitam tersebut.


Bam..!!


Dengan santai Du Jian memukul wajah mata-mata yang mengikutinya hingga pingsan lalu membawanya.


Dret..!!


Tap tap..!!


Du Jian kembali muncul sambil membuang mata-mata tersebut ke hadapan Xiu Bai.


“Hemm..!! Sudah ku duga jika ia salah satu mata-mata Kekaisaran atau Sekte,” ucap Xiu Bai mengangguk ringan.


Xiu Bai pun langsung menggunakan Tekniknya seperti biasa untuk melihat ingatan orang ini.


“Hemm..!! Di segel lagi, paman apakah kau bisa membuka segelnya untuk ku,” ucap Xiu Bai mengarah ke Meng Chen dan Du Jian.


Keduanya pun langsung menyatukan kekuatan dengan duduk saling berhadapan, di depan mereka mata-mata tersebut kini di buat duduk.


Dret..!!


Sebuah cahaya langsung muncul di kedua tangan Du Jian dan Meng Chen lalu masuk ke kepala mata-mata tersebut.


Krak krak..!!


Tak lama suara retakan terdengar jelas, bersamaan dengan itu Du Jian dan Meng Chen langsung membuka matanya.


“Sudah, aku bisa meneluri ingatannya kini tanpa masalah apapun,” ucap Meng Chen.


“Terimakasih paman,” ucap Xiu Bai langsung menelusuri ingatan mata-mata tersebut.


Tidak sampai 5 menit, Xiu Bai kini membuka matanya.


“Hemm..!! Kekaisaran Qian Long ternyata cukup berhati-hati, ia hanya mengarahkan mata-matanya kepada seseorang di sebuah tempat hiburan malam untuk semua laporannya, dan ia tidak lebih hanya di anggap ampas sekali pakai, karena yakin jika mata-matanya pasti akan di tangkap dan tidak yakin jika dia menutup mulut setelah di tangkap.” Ucap Xiu Bai dengan nada santai.


“Oh oh,, aku semakin penasaran dengan langkah apa yang kau ambil Tuan muda,” ucap Han Liu merasa tertarik, karena ia tak menduga jika hanya dengan sedikit penjelasannya saja, Xiu Bai langsung mengetahui jika ada Mata-mata di Kota Hitam, yaitu perbatasan dengan wilayah Kekaisaran Qian Long.


Pandangan Xiu Bai pun mengarah ke Han Liu. “Langkah? Tentu saja berjalan lurus ke Kekaisaran Qian Long paman, memangnya harus berkelok-kelok ya,” ucap Xiu Bai tersenyum kecil yang langsung membuat Du Jian tertawa terbahak-bahak dan membuat Han Liu sedikit cemberut.


...


“Baiklah, ayo kita berangkat, apa yang aku cari di kota ini sudah ku dapatkan,” ajak Xiu Bai melesat.


Wuss..!!


Wuss..!!


Kelompok Xiu Bai pun kembali melankutkan perjalanan dengan memasuki wilayah Kekaisaran Qian Long tanpa di sadari oleh penjaga perbatasan.


***


“Laporkan semua hasil kerja kalian selama sebulan ini,” ucap Kaisar Qian Long dengan nada dingin dan datar.


Semua pejabat Tinggi dan Jendral pun langsung maju satu persatu melaporkan hasil kerja mereka.


Tap tap..!!


“Tu..Tuan, mohon maaf, pasukan yang saya latih masih belum bisa menguasai Buku dari Teknik Pedang Naga Kuno,” ucap salah satu Jendral yang di tugaskan oleh Kaisar Qian Long.


Duar..!!


Seketika gelas yang Kaisar Qian Long genggam langsung hancur. “Bunuh dia dan bawa Komandan Qian Liyun kemari untuk menggantikannya, aku sudah tidak butuh bawahan idiot,” titah Kaisar Qian Long.


“Tu..Tunggu Yang Mulia, aku merasa ada yang salah dengan Buku tersebut, buku tersebut seolah telah di manipulasi oleh Komandan Qian Liyun sehingga para pasukan tidak bisa memperagakan yang ada di Buku tersebut, saya bersumpah atas hal tersebut dan mohon izinkan saya membuktikannya,” teriak Jendral tersebut saat di seret oleh dua bawahan langsung Kaisar Qian Long.


Mendengar itu Kaisar Qian Long pun mengangkat tangannya, dan membuat kedua bawahannya berhenti.


Wuss..!!


Sebuah token khusus Kaisar bertulis Qian Long langsung juga langsung terjatuh ke lantai.


“Kau bawa langsung Komandan Qian Liyun kemari menggunakan token langsung dariku, gunakan gerbang teleportasi Kekaisaran agar jauh lebih cepat,” ucap Kaisar Qian Long melirik ke arah Jendral terhendar setelah Li Yun.


Jendral tersebut langsung berlutut.


Bruk..!!


“Siap melaksanakan perintah Yang Mulia,” ucap Jendral tersebut lalu dengan cepat pergi ke Kota dimana Komandan Qian Liyun menjadi wali kota.


...


Kota Yun.


Nama kota ini di ambil dari nama ahir Qian Liyun yang baru-baru ini menjadi wali kota baru di kota Yun, dulunya Kota ini bernama Kota Penempa, karea keseharian para penduduknya kebanyakan menempa senjata.


Qian Liyun kini duduk dengan santai sambil tehnya kini sedang memegang salinan Buku Pedang Naga Kuno yang asli.


Dulu Tuan mudanya sengaja memisahkannya dengan memberikan Qian Liyun yang asli dan yang telah di manipulasi. Tujuannya tentu saja Qian Liyun tahu karena telah di beritahu.


“Hemm..!! Kenapa Yang Mulia belum memanggilku dalam 2 bulan terahir? Seharusnya Jendral Lang telah curiga sehingga pasti melaporkannya,” gumam Qian Liyun yang sangat percaya akan rencana Tuan-nya Xiu Bai.


Tap tap..!!


”Tu..Tuan, Jendral dari Kekaisaran ingin menemui anda dengan membawa ini,” ucap salah satu bawahan setia Qian Liyun dengan nada tergesa-gesa.


Melihat Token bertulis Qian Long, Qian Liyun pun tersenyum tipis. “Baru saja di bicarakan, ia sudah datang, sungguh keberuntungan yang luar biasa,” gumam Qian Liyun dalam hati.


“Baiklah, suruh dia menunggu sebenar, aku akan mengganti pakaianku dulu,” ucap Qian Liyun langsung pergi menuju kamarnya.


Tap tap..!!


“Salam Jendral Lang,” ucap Qian Liyun tersenyum tipis.


Pandangan Jendral Lang yang sedang duduk sambil merenungpun mengarah ke Komandan Qian Liyun.


“Jangan banyak basa basi, ikuti aku ke Istana, Yang Mulia memanggilmu,” ucap Jendral Lang dengan nada dingin.


“Baik Jendral Lang,” balas Qian Liyun langsung mengikuti Jendral Lang menuju gerbang Teleportasi yang ada di kota ini dan khusus di gunakan oleh otoritas yang bekerja di bawah Kekaisaran saja.


Tap tap..!!


Tidak sampai 10 menit, kini Qian Liyun dan Jendral Lang telah melangkah masuk aula Istana Kekaisaran dan memberi salam.


Melihat orang yang di tunggu-tunggu datang, Kaisar Qian Long pun mengangkat tangannya.


“Bangunlah,” ucap Kaisar Qian Long.


“Baiklah jelaskan apa yang tadi kau bicarakan untuk pembelaanmu,” perintah Kaisar Qian Long melirik Jendral Lang.


“Terimakasih atas kebaikan hati Yang Mulia,” ucap Jendral Lang.


Lalu tatapan Jendral Lang melirik ke arah Komandan Qian Liyun.


“Komandan Liyun, apakah kau tidak salah memberikan Buku Teknik Pedang Naga Kuno? Aku merasa Buku ini sepertinya telah di ubah,” ucap Jendral Lang dengan nada halus namun penuh kelicikan.