Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Menipu Anggota Keluarga Sendiri


Tepat saat pedang klon Bai Han menancap, dengan cepat pedang tersebut dan benang energi milik Bai Han menyerap tubuh musuh hingga menyisakan Tulang saja.


Bruk..!! Bruk..!!


Bukan hanya satu saja yang terlihat berjatuhan, namun semua musuh Bai Han terlihat bergeletakan yang hanya menyisakan tulang saja.


“Hemm..!! Rata-rata semua monster yang kami hadapi hanya tahu cara bertarung saja, mereka semua tidak bertarung dengan cara berpikir.” Gumam Bai Han dalam hati.


Tap tap..!!


Tepat saat Bai Han hendak melangkahkan kakinya masuk ke celah tembok besar, pandangannya pun langsung mengarah ke Utara.


“Hemm..!! Anak itu cukup licik juga, untuk menghemat energi, ia mengumpulkan semua musuh lalu membawanya ke tempatku,” gumam Bai Han tersenyum kecut.


Satu yang ada di pikiran Bai Han saat ini, yaitu Bai Da Xing tidak ingin bertarung.


...


Wuss wuss..!!


Sementara Bai Da Xing yang sudah merasakan keberadaan kakaknya, terlihat memasang senyum bahagia.


“Hahaha,, mati kalian semua parasit sialan,” teriak Bai Da Xing langsung mengaktifkan jebakan yang telah ia pasang.


Blush..!!


Tepat saat ribuan monster berbagai jenis melewati lingkaran transaparan seketika mengeluarkan cahaya.


Brumm..!!


Bersamaan dengan itu, suara gemuruh seketika terdengar hingga membuat semua monster yang ada di dalam lingkaran langsung menutup telinga.


Bai Da Xing yang melihat itu langsung mengepalkan tangan kanannya sambil bergumam. “Bumm.”


Duaar..!!


Bom bom bom bom..!!


Tak lama setelah itu, terdengar suara ledakan beruntun.


Walau begitu, hanya ratusan saja yang mati saat ini. Sementara yang berhasil selamat, semakin memasang wajah ganas.


“Jangan sisakan satu inci pun darah dan dagingnya,” teriak salah satu Monster dengan wajah sangat ingin ******* Bai Da Xing hidup-hidup.


Mendengar itu, Bai Da Xing pun memasang raut wajah ketakutan.


“Kakak, adik mu ingin di makan hidup-hidup,” teriak Bai Da Xing dengan nada lantang.


Wung..!!


Dret..!! Blush..!!


Tap tap..!!


Dalam sekejap puluhan klon Bai Han muncul di sekeliling Bai Da Xing.


Melihat itu, wajah Bai Da Xing pun seketika tersenyum lebar. “Hehe,, ayo maju kalian,” tantang Bai Da Xing.


“Heh,, ayo sini, kenapa kalian diam?” Tanya Bai Da Xing dengan nada ejekan sambil menggerakkan jari telunjuknya untuk menantang para monster mendekatinya.


Blush..!!


Blush..!!


Krak krak..!!


Seketika aura dari para monster pun meledak, dan langsung menunjukkan wujud asli mereka.


Melihat itu, Bai Da Xing sedikit terkejut, karena saat wujud asli semua monster di depannya berubah. Kekuatan mereka langsung melonjak.


“I..Ini,” gumam Bai Da Xing dalam hati.


Tatapannya pun mengarah ke setiap klon kakaknya yang terlihat akan bergerak.


Dret..!!


Para klon Bai Han yang sadar akan jauh berbahaya jika semua monster di depan mereka menyebar. Itu karena kesadaran mereka terlihat telah hilang sepenuhnya.


Goaarr..!!


Auuuuu...!!


Lolongan Serigala Merah seketika terdengar memberi perintah kepada semua monster yang ada di sekelilingnya.


Mereka semua muncul dalam bentuk lingkaran dengan benang energi yang telah saling terhubung satu sama lain.


Setelah mengangguk satu sama lain. Semua klon Bai Han pun langsung mendorong benang energi yang membentuk sebuah dinding besar ke musuh yang ada di dalam benang energi.


Blush..!!


Crash crash..!!


Bomm..!! Bom..!!


Terlihat saat ini semua monster mengamuk sejadi-jadinya untuk mencoba menghancurkan benang energi yang sangat banyak. Namun tetap saja, apapun usaha mereka, di setiap benang energi yang terputus, terlihat benang energi menyatu lagi dan terus mengecil.


Wung..!! Jlep jlep jlep..!!


Argh...!!


Tidak sampai 5 menit, setelah benang energi mengecil, hingga tidak bisa membuat para monster bergerak. Di setiap benang energi langsung muncul belati energi menusuk satu persatu monster.


15 menit berlalu, kini suara raungan langsung lenyap.


Tap tap..!!


Puluhan klon Bai Han yang turun dari langit pun, tanpa basa basi menyerap semua energi para monster yang terlihat sangat berlimpah.


...


Sementara Bai Da Xing yang melihat cara klon kakaknya membunuh musuh tanpa usaha, langsung bertepuk tangan bahagia.


Ia pun dengan santai pergi meninggalkan klon kakaknya menuju wilayah lain yang belum di ia datangi.


Dret..!!


Wuss wuss..!!


***


Tap tap..!!


Terlihat Duan Du dan anggota kelompoknya saat ini dengan santai melangkahkan kakinya. Selama perjalanan, wajah mereka semua tidak menunjukkan kesenangan, melainkan kekhawatiran.


“Apa kau tidak merasa janggal dengan perjalanan kita ini bocah?” Tanya Meng Chen dan Du Jian serempak sambil mengarahkan kepala ke Duan Du.


“Hemm..!! Semuanya baik-baik saja paman, toh bukankah ini jauh lebih baik dari pada kita selalu menemui halangan,” jawab Duan Du dengan santai.


“Dasar bocah sialan, aku serius bertanya, jadi jawablah, karena kau yang paling cerdas di kelompok kita,” teriak Du Jian dengan nada kesal.


“Hemm..!! Setidaknya berikan jawaban yang ada sedikit kepastiannya Tuan Duan. Karena saat ini aku pun merasa banyak kejanggalan. Itu karena selama perjalanan kita setelah keluar dari Arena waktu itu, kita sama sekali tidak menemukan monster maupun musuh yang menghadang kita.” Sambung Bai Ha terlihat menganggukkan kepalanya.


“Benar saudara Du, yang aku takutkan adalah semua musuh kini berkumpul di satu tempat dan langsung mengepung kita di saat sampai di tempat yang mereka targetkan. Karena kau tahu jika monster berkepala Serigala itu sangat membenci kita, dan pastinya memiliki dendam terhadap kita.” Ucap Chen Long mengeluarkan pendapatnya.


Tap tap..!!


Langkah Duan Du pun langsung berhenti, ia kini melirik semua anggota keluarganya satu persatu.


“Hais,, kalian ini terlalu tegang, jika mereka berkumpul bukan kah itu jauh lebih baik. Dan juga jika mereka ingin menjebak kita, itu tidak apa-apa, karena kita punya ini,” ucap Duan Du mengeluarkan senjata yang berasal dari Bumi.


Melihat itu, semua anggota keluarga Duan Du yang pernah menggunakannya dulu langsung menghela nafas lega. Hanya Meng Chen dan Du Jian saja yang terlihat sedikit bingung dengan senjata aneh yang Duan Du keluarkan.


“Apa itu bocah? Apakah besi rongsok ini benar-benar berguna dalam melawan musuh?” Tanya Du Jian terlihat meremehkan Rudal sepanjang 5 meter dan berbagai senjata seperti Bom Waktu, Senapan Laras Panjang otomati, Granat dan masih banyak lagi.


“Heh,, orang tua kuno seperti dirimu wajar tidak tahu benda ini, biar ku jelaskan, benda ini mampu meledakkan tubuhmu tahu,” jawab Duan Du dengan nada ejekan.


Wajah Du Jian seketika memerah, saat ia melirik yang lain, ia hanya bisa mengepalkan tangannya, lantaran Chen Long, Bai Ha, Bai Hu terlihat mengangguk membenarkan.


“Huh,, ayo buktikan, jangan banyak omong kosong kau bocah nakal,” dengus Du Jian ingin melihat kekuatan dari senjata yang Duan Du tunjuk, yang tak lain Granat.


“Nanti saja, jika aku menunjukkannya sekarang, kau malah nanti seperti anak kecil yang merengek-rengek meminta beberapa dari senjata ini,” ucap Duan Du dan dengan cepat ia memasukkan semua senjata yang berasal dari Bumi.


Namun terlihat tidak semua yang Duan Du masukkan, ada satu benda kecil sepanjang 4 cm ia genggam.


“Akan ku tunjukkan ini saja, ini namanya adalah Sihir Api, kau tidak perlu mengeluarkan energimu untuk menggunakannya, maka api akan keluar dengan sendirinya.” Ucap Duan Du.


Cres cres..!!


Blush..!!


Seketika api kecil muncul dari lubang yang ada di benda tersebut, tepat setelah jempol Duan Du menggesek-gesek yang ada di samping lubang.


Woaaahh..!!


Wajah Du Jian, Meng Chen, Bai Ha, Bai Hu, bahkan Chen Long pun ikut terkesima saat melihat api keluar tanpa Duan Du menggunakan energi maupun Hukum Apinya.