
Fei Wei Xian yang namanya di serukan, seketika memainkan perannya. Dengan santai ia mengkat tangannya ke mulutnya.
Sttt..!!
Seketika semua penonton langsung terdiam saat jari telunjuk Fei Wei Xian menempel di bibirnya.
Dengan seutas senyum santai, ia melirik ke arah sosok Monster yang berdiri di salah satu atap paling tinggi.
Semua penonton yang penasaran dengan yang Fei Wei Xian lihat pun langsung ikut melirik ke arah yang sama.
Sontak, mereka pun bangkit, lalu membungkukkan badan mereka dengan hormat.
“Salam Penguasa Kota,” teriak semua penonton berseru.
Monster yang di sapa, langsung tersenyum lebar, tak lama, tangannya pun terangkat sambil berkata.
“Kalian boleh duduk kembali,” ucap Penguasa Kota.
Pandangannya semenjak datang, hingga saat ini tak pernah lepas dari Fei Wei Xian.
“Kau adalah sosok yang selama ini aku cari Dong Mu,” ucap penguasa kota melalui telepati.
“Kau mampu membuat semua orang bersemangat serta mampu menyihir semua orang untuk patuh terhadapmu.” Sambung Penguasa Kota terlihat menyeringai lebar.
Fei Wei Xian yang mendengar itu, langsung melipat tangan kanannya, lalu membungkukkan sedikit kepalanya.
“Salam Penguasa,” ucap Fei Wei Xian dengan penuh hormat.
Tap tap..!!
“Tidak perlu sungkan, karena mulai saat ini kau adalah tangan kananku,” ucap Penguasa Kota dengan nada lantang dan bangga di sertai tangannya menepuk pundak Fei Wei Xian, layaknya sudah mengenalnya.
“Hehe,, terimakasih Penguasa,” kekeh Fei Wei Xian dengan santai.
Jlep..!!
“I..Ini,” ucap Penguasa kota serta semua penonton langsung terkejut.
“Ka..Kau,” ucap Penguasa kota tidak mampu melanjutkan ucapannya, lantaran energinya dalam sekejap di serap hingga tanpa menyisakan apapun.
“Kau.” Suara raungan seketika terdengar dari para penonton dan bawahan Penguasa Kota.
Fei Wei Xian dengan santai mengangkat tangannya sambil berkata. “Tenanglah, dia ini palsu.”
Tanpa basa basi Fei Wei Xian langsung mengubah wajah Penguasa kota menjadi sosok yang berbeda.
“I..Ini,” seketika semua penonton yang tadinya hendak menyerang Fei Wei Xian merasa bersalah dan terdiam di tempat.
Fei Wei Xian yang melihat semuanya kembali normal kembali berkata.
“Aku menduga adanya orang dalam di sini dan sengaja menjebak Penguasa kita,” ucap Fei Wei Xian mulai menghasut semua orang.
“Karena itu, kita harus menutup semua tempat ini dan mencari siapa dalangnya. Bukan hanya itu saja, aku yakin saat ini Penguasa sedang di tahan, jadi kita harus mencarinya dengan mengolek informasi.” Sambung Fei Wei Xian.
Blush..!!
Beberapa monster terlihat melesat, namun beberapa monster yang curiga langsung menghalanginya.
Dalam sekejap beberapa monster yang berniat menutup tempat, langsung di serang, oleh rekan yang membenci mereka.
Trank..!!
Bom bom bom..!!
Melihat puluhan monster bertarung, mereka yang mendukung rekan mereka, langsung membantu satu sama lain.
Hingga terlihat semuanya saling menyerang satu sama lain.
Fei Wei Xian yang melihat itu, entah sejak kapan ia mengubah wajahnya menjadi monster yang berbeda. Kini tersenyum lebar.
“Hehe,, ayo bertarunglah, jangan sampai tidak, karena jika tidak, akulah yang akan membunuh kalian.” Kekeh Fei Wei Xian sembari melirik sosok pemuda tampan.
“Bukankah begitu kakak,” ucap Fei Wei Xian.
Xiu Bai yang sedari tadi sudah sampai, saat Fei Wei Xian bertarung di arena, hanya bisa menggelengkan kepalanya.
“Huuf,, jika saja tidak sering berkeliaran seorang diri, kakak mungkin akan menugaskanmu untuk membunuh beberapa musuh kita. Tapi sayangnya, kakak tidak ingin kau terluka jika pergi seorang diri. Walau kau sangat cerdas dalam menipu musuh.” Ucap Xiu Bai menghela nafas.
Xiu Bai juga tahu jika Fei Wei Xian jauh lebih cerdas dari Duan Diyu dan Duan Du. Tapi Fei Wei Xian sangat sulit di kendalikan, ia lebih sering pergi mengembara seorang diri.
Karena menurut Fei Wei Xian, ia tidak memiliki beban untuk di jaga, serta jika bertemu musuh kuat, ia bisa lari dengan mudah.
Bukan hanya itu saja, jika Fei Wei Xian pergi berkelompok, ia akan merasa terkekang. Hal itulah yang membuat Fei Wei Xian lebih suka pergi seorang diri.
...
“Hemm..!! Kenapa kakak tidak menyuruh Wei'er saja seorang diri, Wei'er mampu melakukannya seorang diri. Jadi ayo, siapa yang harus Wei'er bunuh?” Tanya Fei Wei Xian langsung memegangi lengan kanan Xiu Bai.
Xiu Bai pun langsung menggelengkan kepalanya.
“Huh,, jangan dengarkan apa-”
Fei Wei Xian seketika terdiam saat melihat tatapan kakaknya.
“Berhenti memasang wajah seperti itu kakak, kau membuat Wei'er takut saja,” dengus Fei Wei Xian.
“Maka dari itu kau harus pulang, karena kakak memberimu tugas untuk melatih beberapa orang. Jadi kakak harap kali ini kau serius,” ucap Xiu Bai.
“Satu hal lagi, ini adalah masalah serius yang memaksa keluarga kita untuk meningkatkan kekuatannya. Kakak harap kau mengerti.” Sambung Xiu Bai langsung mengayunkan tangannya.
Crash..!!
Lubang hitam pun muncul di depan Fei Wei Xian.
Fei Wei Xian yang melihat itu, hanya bisa menghela nafas panjang.
“Baiklah, Wei'er akan kembali, tapi jika kakak Ying marah saat Wei'er kembali, jangan salahkan Wei'er untuk kabur lagi.” Ucap Fei Wei Xian.
Dret..!!
Wuss wuss..!!
...
Melihat Fei Wei Xian telah kembali, Xiu Bai pun melirik ke arah semua monster yang telah mati, karena bertarung satu sama lain.
“Sungguh mengerikan ia mampu membuat semuanya mati perlu turun tangan,” gumam Xiu Bai.
Dret..!!
Jlep..!!
Xiu Bai pun langsung lenyap dari tempatnya berdiri.
***
Tap tap..!!
Terlihat kini Xiu Bai muncul di ruang hampa.
“Apa Pedang Angin, Zang Jin, dan Zang Zen baik-baik saja di Inti Ruang hampa?” Gumam Xiu Bai dalam hati.
“Semoga saja mereka baik-baik saja dan dapat kembali dengan kekuatan yang luar biasa.” Sambung Xiu Bai berharap.
Setelah bergumam, pandangan Xiu Bai mengarah ke wilayah di depannya.
“Baiklah, di mulai dari sini,” gumam Xiu Bai.
Dret..!!
Tangan Xiu Bai langsung terkepal, dan tak lama, tangan Xiu Bai di selimuti energi Asura.
Blush..!!
Wuss..!!
Bommm...!!
Dalam sekejap wilayah yang tadinya di penuhi para monster yang tak lain bawahan Dewa Iblis Neraka langsung musnah.
“Selanjutnya,” gumam Xiu Bai memandang ke arah wilayah yang cukup jauh dari pandangan mata Xiu Bai.
“Hemm..!! Penguninya sangat lemah, jadi akan lebih baik aku membuat mereka merasakan bayang-bayang ketakutan.”
Dret..!!
Sebilah anak panah muncul di tangan Xiu Bai, dan langsung ia ayunkan dengan tangan kosong.
Wuss..!!
Dret..!!
Dalam sekejap anak panah yang Xiu Bai lempar muncul di pelindung hukum alam, namun dengan mudah anak panah tersebut menembusnya dan terus melesat.
Wuss..!!
Semua monster yang melihat anak panah yang sangat besar secara tiba muncul, seketika membelalakkan mata mereka.
“I..Ini, cepat serang panah itu,” teriak Penguasa kota pertama kali bereaksi.
Beberapa penguasa kota yang ikut melihat itu dari berbagai tempat pun ikut memberikan perintah kepada pasukan mereka.
Dret..!!
Slash..!!
Bom bom bom bom..!!