Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )

Reinkarnasi Sang Asura ( 10.000 Kehidupan )
Flashback Ingatan Masa Lampau Binatang Darah Kuno


“Biarlah, Tuan kan kuat jika terjadi sesuatu, aku yakin ia mampu melawan musuh-musuh yang berdatangan seorang diri, karena aku sudah melihat bagaimana kuatnya Tuan di masa lalu, saat ia membantai para mahkluk yang setara dengannya, dari sana juga aku mengagumi dan ingin menjadi muridnya. Tapi ia malah menjadikanku Jendralnya.” Gumam Long Qiu tersenyum bangga.


***


Blush..!!


Wung wung wung..!!


“I..Ini,” ucap Dewi Fuzhi yang terkejut di sertai seutas senyum bahagia saat melihat aura muridnya yang secara tiba-tiba melonjak.


Saking kuatnya aura Bai Chu Ye, membuat Dewi Fuzhi sampai meneteskan darah dari mulutnya.


Tapi dengan cepat Dewi Fuzhi membuat pelindung untuk menutupi seluruh aura Bai Chu Ye yang bocor menggunakan alat aneh.


Kini alat aneh tersebut, tiba-tiba mengeluarkan formasi perisai berbentuk kotak persegi, tidak hanya itu saja, formasi terus muncul secara bertahap muncul, hingga berlapis-lapis, yang membuatnya semakin kuat.


“Selesai,” gumam Dewi Fuzhi tersenyum puas dengan ciptaannya sendiri.


Pandangan Dewi Fuzhi pun kembali mengarah ke muridnya.


Dan betapa terkejutnya dirinya jika muridnya kini menjadi gumpalan darah berbentuk Binatang Darah Kuno di masa lalu.


“Woah, aku tidak menyangka akan secepat ini,” teriak Dewi Fuzhi dengan bangga akan tekad muridnya untuk menjadi kuat.


Flashback...!!


Tap tap..!!


“Di guru menyimpan mayat Binatang Darah Kuno yang dulu pernah mengamuk dan membunuh beberapa makhluk yang terlahir dari Alam.” Ucap Dewi Fuzhi tersenyum tipis ke arah muridnya.


Bai Chu Ye yang mendengar itu, mengangguk datar.


“Kata guru ia tidak terlahir dari Alam, melainkan di lahirkan secara umum layaknya Binatang Buas. Lalu bagaimana ia bisa sekuat itu hingga mampu membunuh mahkluk yang terlahir dari Alam?” Tanya Bai Chu Ye terdengar datar, tapi Dewi Fuzhi tahu jika muridnya sangat penasaran.


“Hemm..!! Guru sebenarnya tidak tahu seluk beluk Alam semesta tempat kita sekarang, mungkin ayahmu dapat mengetahui lebih banyak dari Guru, karena ia sudah berada di sini lebih lama sebelum Guru datang, bahkan mungkin sebelum Guru tercipta.” Ucap Dewi Fuzhi sembari memejamkan matanya, mencoba mengingat dimana ia pertama kali datang ke sini.


“Pada saat Guru datang kesini, Bangsa maupun Ras asli penghuni tempat ini sangatlah kuat. Rata-rata mereka dapat di anggap tepat satu atau dua tahap di bawah kami.”


“Pada saat itu, kekacauan sudah terjadi dimana-mana, semua penghuni asli tempat ini selalu menyerang kami makhluk asing yang datang, dan terjadilah perang besar-besaran.”


“Puncaknya saat ribuan, bahkan jutaan makhluk seperti kami ini mulai berdatangan kesini untuk memulai hidup baru, maupun menginvasi serta memperbudak penghuni asli tempat ini.”


“Itu adalah dimana perang paling besar dan terahirnya perang terjadi, yang memusnahkan seluruh penghuni asli tempat ini. Dan yang paling berperan besar adalah ayahmu, saat itu ia adalah sosok yang paling keji dan mengerikan.”


“Ayahmu seorang diri membantai terus menerus semua penghuni asli tempat ini maupun makhluk asing seperti dirinya, demi mencapai puncak.”


“Sama halnya dengan Dewi Iblis Kegelapan, Dewi Iblis Jiwa, Dewa Iblis Neraka dan Dewa Iblis Kehancuran. Mereka semua bisa bertahan hidup karena tentunya mereka kuat dan melakukan berbagai cara untuk tetap terus menang. Hingga tersisa hanya mereka saja di Alam Semesta tempat kita ini.”


“Dan Binatang Darah Kuno di depanmu ini adalah salah satu Binatang yang di bunuh ayahmu, hanya dengan satu kali tebasan. 1000 tahun setelah matinya Binatang Darah Kuno ini, pada saat itu Guru tidak sengaja melintas dan melihat mayatnya masih utuh. Hal itulah yang membuat Guru menyimpannya di sini dan sengaja membuat kota tidak jauh dari sini.” Ucap Dewi Fuzhi terlihat melambaikan tangannya.


Blush..!!


Tak lama, muncul mayat Binatang Darah Kuno yang kulit serta bentuknya tidak ada bedanya dengan gumpalan darah kenyal.


Tap tap..!!


“I..Ini,” ucap Bai Chu Ye terkejut saat menyentuh kulitnya yang ternyata sangatlah keras.


“Hemm..!! Walau luarnya terlihat lemah, namun aslinya tubuh atau kulit luar Binatang ini sangatlah kuat.” Ucap Dewi Fuzhi menjelaskan.


Bai Chu Ye hanya diam saat Gurunya memberitahunya. Karena saat ini Bai Chu Ye fokus dengan perasaan yang saat ini mengejutkan dirinya.


Bai Chu Ye terkejut bukan karena kulitnya saja yang keras, melainkan ia merasa mengenal sosok Binatang Darah Kuno di depannya ini.


...


“Ayo Gin kejar aku cepat,” teriak sosok remaja yang terlihat berusia 10 tahun.


Goarr..!!


Tak lama, sosok Binatang Darah Kuno yang mirip dengan yang Bai Chu Ye lihat di depan matanya muncul, namun terlihat masih bayi.


Terlihat remaja dan Binatang Darah Kuno terus berlarian di hamparan rumput yang sangat luas.


Dan pada saat itu, awan seketika menjadi gelap yang membuat remaja dan Binatang Darah Kuno melihat ke arah atas.


Bai Chu Ye pun sontak ikut melihat ke arah atas. Matanya seketika melotot saat melihat mata muncul dengan seringai jelas.


Tak lama setelah itu, muncul lah makhluk-makhluk melebihi kekuatan penghuni Alam semesta tersebut dan langsung menyerang tanpa basa basi.


Tap tap..!!


Pandangan Bai Chu Ye pun teralih ke sosok laki-laki dewasa yang membuat Bai Chu Ye terkejut. Karena laki-laki ini sangat mirip dengan ayahnya.


“Ye'er, kembalilah bersama Gin, musuh telah datang menyerang alam semesta kita, dan beritahu ibumu untuk memberitahu Bangsa kita.” Ucap laki-laki yang menjadi ayah remaja yang di panggil Ye'er. Nama panggilan yang sama dengan Bai Chu Ye.


Blush..!!


Melihat remaja bernama Ye'er dan Binatang Darah Kunonya lenyap menjadi gumpalan darah, betapa terkejutnya Bai Chu Ye, karena anak seusia 10 tahun sudah sekuat itu.


Tidak berhenti sampai di sana, Bai Chu Ye kembali di kejutkan oleh suara laki-laki dewasa yang mirip ayahnya.


“Aku tak menyangka jika salah satu Bangsa kami sendiri berkhianat dengan menciptakan makhluk dengan kekuatan tak masuk akal ini.” Ucap laki-laki yang mirip ayah Bai Chu Ye.


Terlihat laki-laki tersebut langsung menerjang ke arah ribuan makhluk yang tercipta dari Alam dengan mengayunkan tombak yang telah memanjang, saking panjangnya, unjung tombak tersebut tidak mampu Bai Chu Ye lihat.


Pada saat yang sama, beberapa orang juga ikut terbang untuk menyerang para makhluk yang muncul dari 3 Lubang Hitam yang berbentuk seperti wajah sedang tersenyum.


Dret..!!


Saat Bai Chu Ye ingin melihat jauh lebih lama, tiba-tiba dirinya di pindahkan ke depan remaja bernama Ye'er dan sosok wanita yang kembali membuat Bai Chu Ye terkejut.


“I..Ibu,” gumam Bai Chu Ye lihir saat melihat ibunya terbaring di tanah dengan darah bersimbah.


Ia juga melihat Remaja Ye'er kini menatap tajam ke sosok yang tidak bisa Bai Chu Ye lihat, hanya Remaja Ye'er yang mampu melihatnya.


Saat remaja Ye'er akan menyerang sosok yang tidak mampu Bai Chu Ye lihat, secara tiba-tiba ia melihat Remaja Ye'er sudah terbaring dengan seutas senyum di tampilkan ke Binatang Darah Kuno.


“Bertahanlah hidup sampai dimana--”


...


Huh huh huh..!!


“I..Ini,” ucap Bai Chu Ye yang secara tiba-tiba kembali sadar setelah Gurunya menarik dirinya dari kulit Binatang Darah Kuno.


“Apa kau tidak apa-apa Ye'er, Guru sangat khawatir kau tidak menyahut panggilan guru,” ucap Dewi Fuzhi terdengar lihir.


“Ye'er tidak apa-apa Guru,” jawab Bai Chu Ye datar dan langsung mencoba mengingat kata-kata terahir Remaja Ye'er, namun tidak bisa. Namun Bai Chu Ye mengingat secara samar-samar jika ada sosok Batu yang remaja Ye'er berikan ke Binatang Darah Kuno dan di tanam ke perut sebelah kiri.


“Ye'er,, Ye'er,, apakah kau baik-baik saja? Kenapa kau melamun?” Tanya Dewi Fuzhi kembali menyadarkan Bai Chu Ye.


“Ye'er merasa mengenal Binatang ini guru, itulah yang membuat Ye'er melamun,” jawab Bai Chu Ye menjelaskan sambil melangkah ke sisi kiri perut mayat Binatang Darah Kuno do depannya.


Tap tap..!!