
“Hemm..!! Sampai jumpa,” ucap Duan Du dan langsung melesat bersama Bai Han, Tu Long, terahir Bo Wuhan yang bertugas menghapus jejak.
Dret..!!
Wuss Wuss..!!
...
Melihat kepergian keempat penolongnya, Shen Hong pun membungkukkan badannya sembari bergumam. “Kami tidak akan menyia-nyiakan semua bantuan yang telah anda berikan Tuan.”
Setelah bergumam, Shen Hong pun langsung melesat ke tempat para mantan budak berkumpul.
Wuss..!!
Tap tap..!!
“Semuanya, prajurit dari Daerah Pusat akan tiba sebentar lagi, jalankan rencana yang Tuan penolong telah berikan.” Teriak Shen Hong.
“Dan satu lagi tambahan, beberapa dari kalian, potonglah kaki atau tangan kalian, agar bisa meyakinkan mereka nantinya, agar kita tidak mengecewakan bantuan yang Tuan penolong berikan.” Sambung Shen Hong.
Dengan cepat Shen Hong menarik pedagnya, lalu mengayunkannya ke tangan kirinya.
Crash..!!
Bruk..!!
Melihat Shen Hong tanpa ragu memotong tangan kirinya, beberapa dari mantan budak pun ikut memotong bagian dari tubuh mereka.
Mereka juga berpikir itu bukan lah masalah besar, selagi bagian tubuh mereka yang terpisah masih ada, mereka bisa menyambungnya kembali.
***
Tap tap..!!
Sementara jauh di Ruang Hampa, terlihat sosok pemuda menapakkan kakinya di sana.
“Hemm..!! Ternyata sesuai dugaan, mereka semua sudah mulai bermunculan,” gumam pemuda yang mengenakan tudung berjubah biru muda.
“Jika begitu, aku harus cepat kembali terlebih dahulu, baru setelah itu aku akan langsung menuju pusat Ruang Hampa,” sambung pemuda berjubah biru, yang tak lain Xiu Bai.
Dret..!!
Dalam sekejap Xiu Bai lenyap dari tempatnya berdiri.
Tap tap..!!
Tidak sampai beberapa detik, ia muncul di wilayah Mo Meilin berada.
***
Di ruangan yang cukup besar, Mo Meilin, Sia Ying, dan beberapa wanita yang sedang berkumpul, termasuk Istri Tu Long dan Dewi Fuzhi. Terlihat sibuk membantu Mo Meilin mengatur berkas.
Berkas-berkas tersebut tak lain adalah berkas wilayah yang ada di Wilayah kekuasaan Mo Meilin.
Beberapa dari berkas tersebut, berisi para pendatang baru yang ingin mengungsi dan laporan serangan para Monster di perbatasan.
Tap tap..!!
Mendengar suara langkah kaki, pandangan Mo Meilin pun langsung melirik ke pintu masuk.
“Akhirnya kau tiba juga Asura,” ucap Mo Meilin dengan nada bahagia.
Mendengar itu, pandangan Sia Ying dan para wanita pun, menengok ke arah Xiu Bai.
“Kakak, akhirnya kau pulang,” ucap Sia Ying langsung bangkit dan mendekati Xiu Bai.
Tap tap..!!
“Kau tahu, mengatur wilayah ternyata sangatlah sulit. Jadi dengan kembalinya kakak, artinya tugas kami telah selesai bukan,” ucap Sia Ying terdengar senang.
“Belum, tugas kita belum selesai Saudari Ying, karena Asura akan pergi lagi, dia kesini bertujuan memberitahu kita keberangkatannya ke tempat yang akan ia tuju dan juga dia kesini membawa bantuan yang ahli dalam mengurus wilayah serta mengurus para laki-laki kurang ajar itu.” Sambung Mo Meilin melirik ke arah Fei Sia Ying, lalu pandangannya mengarah ke Xiu Bai.
Xiu Bai yang sedari tadi diam, langsung mengangguk ringan.
“Maafkan aku Ying'er, harapanmu lepas dari tugas ini sirna.” Ucap Xiu Bai lembut, sembari mengusap rambut wanita yang ia anggap adiknya.
“Terlebih, kalian adalah satu-satunya yang cocok mengurus ini termasuk mengurus mereka yang di luar kendali.” Sambung Xiu Bai Sembari menggerakkan tangan kanannya.
Dret..!! Blush..!!
Lubang hitam seketika muncul tepat di samping kanan Xiu Bai.
Tap tap..!!
Tak lama, Ling Mei, Xiu Mu Lian, Ling Xia Xie, Ling Bai Xie, Ling Chu Jia dan para wanita muncul dari lubang hitam.
Bukan hanya para wanita, Cen Tian, Long Yuan, Lang Zai, Pixiu dan para laki-laki muncul setelah para wanita.
“Woah,, jadi ini yang namanya Dimensi Tingkat Tinggi, energi di tempat ini benar-benar padat dan jernih,” teriak Cen Tian terlihat sangat bahagia.
”Woee bocah, perlihatkan sopan santun mu, apa kau tidak lihat jika di sini ada banyak orang, termasuk Tuan rumah,” ucap Ling Xia Xie melototi Cen Tian.
“Apa kau mau nenek cincang,” sambung Xiu Mu Lian.
Glek..!!
Cen Tian yang awalnya sangat bahagia, seketika terdiam dan patuh layaknya anak kecil berusia 5 tahun.
Mo Meilin, Fei Sia Ying yang melihat itu, langsung memancarkan sinar mata bahagia.
“Hihi,, inilah yang kami cari-cari, sosok yang sama dan sependapat dengan kami,” gumam Mo Meilin dan Fei Sia Ying serempak dalam hati.
Dengan cepat keduanya mendekati Xiu Mu Lian dan Ling Xia Xie.
Tap tap..!!
Tidak sampai beberapa detik, terlihat mereka berempat langsung akrab satu sama lain.
Xiu Bai yang melihat itu, hanya bisa tersenyum kecil samar-samar.
“Sungguh malang nasib kalian saat kalian kembali nanti,” gumam Xiu Bai dalam hati.
Entah kenapa, Xiu Bai sangat bahagia saat membayangkan bagaimana para laki-laki nakal itu tidak bisa berkutik di depan sosok Iblis yang sesungguhnya.
Bahkan Xiu Bai sedikit merinding saat melihat senyuman Nenek dan Istrinya saat ini, karena terlihat mereka sedang merencanakan sesuatu yang mengerikan.